oleh

KESEJAHTERAAN UNTUK KAUM BURUH DAN PEKERJA, KAPANKAH?

Buruh dan pekerja bukanlah sebuah gelar biasa yang tersemat dalam benak publik melainkan sebuah relasi kehidupan yang sudah bermula ketika bapak kita Adam dan hawa turun ke bumi, ( mereka adalah pekerja bagi diri mereka dalam istilah internasional di sebut self employmen ) bahkan saat ini tertuang dalam konvensi PBB No 177 tahun 1996 tentang pekerja Rumahan.

Relasi kehidupan yang tak lepas dari peran buruh ini telah membuat dunia menjadi ajang perebutan kuasa antara dunia timur dan barat, selatan dan utara, negara kaya berkembang dan miskin. Perebutan kuasa ini melahirkan bentuk perbudakan dalam dunia yang harusnya memberikan kesejahteraan bagi warga dunia ini.

Kaum buruh sebgai kelompok yang selalu menjadi korban dalam pertarungan kapital ini telah mengantarkan mereka ke jurang kemiskinan yang hampir abadi dan terstruktur hingga sampai saat ini. Saatnya kini kaum buruh bangkit berunding dan berdaya dalam ikatan kerja yang saling menguntungkan dan melindungi buruh, negara yang selalu harus hadir dalam memberikan dukungan kesejahteraan bagi buruh harus di pastikan bisa memberikan semuanya itu, melalui diskusi ini kami dari.

Mengundang bapak ibu saudara untuk berpartisipasi berdiskusi terbuka dengan tema membangun kesejahteraan bagi buruh dan pekerja. Acara Mei Day 1 Mei 2021 dalam bentuk webinar yang melibatkan koalisi masyarakat sipil  migran Indonesia, badan buruh dan pekerja PP dan women working Grup WWG.

Webinar dilaksanakan di jakarta webinar dengan melibatkan pekerja korban PHK korona, aktivis serikat buruh KSBSI, aktivis pekerja rumahan dan pekerja migran aktif di taiwan Tema webinar kesejahteraan untuk buruh dan pekerja, KAPANKAH?

Salah satu panitia seminar Muhammad Chairul Hadi yang merupakan koordinator Nasional For Migran Indonesia mengatakan seminar ini diharapkan mampu menjembatani para pekerja dalam mewujudkan kesejahteraan bagi buruh baik di dalam dan luar negeri.

Rencana hasil seminar ini akan disampaikan kepada para pemangku yang berkepentingan terhadap isu isu perburuhan. Disisi lain ketua badan buruh dan pekerja pemuda pancasila pimpinan jamaludin surya hadi kusuma mengatakan dengan adanya webinar lintas buruh diharapkan menjadi ajang silaturrahmi para buruh dan pemerintah lebih memperhatikan nasip buruh lagi ke depan.

Muhammad Chairul Hadi juga mengganti bawahi bahwa peringatan may day hari ini dalam bentuk webinar ini sangat memuaskan kerana banyak pihak yang aktif dan serius terlibat dalam diskusi tersebut baik dari dalam dan luar negeri.

Dari beberapa hasil diskusi yang muncul chairul hadi berharap adanya perhatian yang lebih serius untuk para buruh mien ya g di luar negeri khusunya di masa pandemi yang sulit begini, diharapkan semua akses untuk para PMI dipermudah baik yang mau berangkat maupun pulang kembali.

Demikian beberapa statement yang disampaikan bapak muhammad chairul hadi yang sudah 22 tahun mengabdikan hidupnya untuk membela para buruh migran Indonesia baik di dalam dan luar negeri. Beliau juga pernah menjabat Sekjend DPN SERIKAT BURIH MIGRAN INDONESIA (DPN SBMI) periode 2008-2011.

News Feed