oleh

PAMHI Melakukan Aksi Di Gedung PT. Waskita Karya terkait Proyek Fiktif

Pergerakan Mahasiswa Hukum Indonesia (PAMHI) Melakukan Aksi Di Gedung PT. Waskita Karya terkait Proyek Fiktif yang diduga semua adalah dalangnya Destiawan Soewardjono Selaku Direktur Utama.

Pasalnya 14 Proyek Fiktif itu KPK Telah menetapkan 5 Orang tersangka yang berada di internal KPK. Tetapi dalam orasinya Raja Rambe selaku Korlap Menyatakan: “Logikanya tidak mungkin destiawan soewardjono yang sebelum menjabat sebagai Direktur Utama dia menjabat sebagai Direktur Lebih tepatnya Direktur Operasional III, telah mengetahui proyek-proyek fiktif tersebut”. Raja Rambe digedung Waskita(26/03/2021).

Diketahui proyek proyek fiktif tersebut memakan anggaran sebesar Rp.202 M dengan rincian Kepala Bagian Keuangan Divisi Sipil PT Waskita Karya 2009-2010 Haris Gunawan sebesar Rp 1,5 miliar, Kepala Proyek Dono Parwoto sebesar Rp 1,3 miliar, Imam Bukori sebesar Rp 6,1 miliar, Kasir Divisi Sipil Wagimin sebesar Rp 20,5 miliar, dan kepala proyek Yahya Mauluddin sebesar Rp 150 juta. PT Safa Sejahtera Abadi yang terafiliasi dengan Fakih Usman sebesar Rp 8,1 miliar, CV Dwiyasa Tri Mandiri yang terafiliasi dengan Haris Gunawan sebesar Rp 3,8 miliar, PT Mer Engineering yang terafiliasi dengan Dono Parwoto sebesar Rp 5,7 miliar, dan PT Aryana Sejahtera yang terafiliasi dengan Fathor Rachman sebesar Rp 1,7 miliar.

Selanjutnya dalam orasinya mereka mempunyai tuntutan yaitu :
1.Tangkap dan Periksa Destiawan Soewardjono Sebagai Dirut Pt.Waskitakarya yg sebelumnya Menjabat sebagai Direktur lebih tepatnya Direktur Operasional yang diduga kuat menerima aliran dana dalam proyek fiktif sebesar Rp. 202 M.
2. Kami minta KPK segera periksa Direktur PTWaskita Karya, karena diduga kuat Direktur PT. Waskita Karya juga mengetahui dan ikut terlibat dalam kasuspekerjaan
fiktif 14 proyek.
3. Mendesak kepada Kementerian BUMN untuk segerap mencopot Destiawan
Soewadjono sebagai direktur utama PT. Waskita Karya Tbk, karena diduga telah terlibat dan mengetahui proyek proyek fiktif tersebut.

Selanjutnya mereka akan mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan melakukan unjuk rasa seperti yang dilakukan di gedung PT. Waskita Karya.

Pewarta : Sfn

News Feed