oleh

NARKOBA BERANTAS DENGAN PERLAWANAN RAKYAT SEMESTA

KETUA UMUM DPN GEPENTA Dr Parasian Simanungkalit, sangat kecewa dengan peristiwa pesta narkoba di Markas Polsek Astana Anyar melibatkan Kapolsek beserta anggotanya sebanyak 11 orang. Perbuatan ini mencoreng kinerja pemerintah menanggulangi Narkoba.
Bukan hanya di Jawa Barat di Polda Sumsel yang lalu juga ada 220 orang oknum anggota Polri di rehabilitasi. Masih kita ingat keterlibatan Perwira di Belawan sebagai pengedar. Dan banyak lagi pemberitaan tentang keterlibatan oknum Polri dalam penyalahgunaan narkoba.
Keterlibatan terhadap narkoba ini bukan hanya masuk kedalam tubuh Institusi Polri saja. Peristiwa peristiwa narkoba ini media telah diwarnai berita tentang keterlibatan oknum TNI, oknum ASN, oknum anggota yudikatif maupun Legislatif. Apalagi warga masyarakat, pelajar, Mahasiswa, Selebritis, pekerja sosial, bahkan Pilot dan pramugari. Pelaut, pengemudi, dan kelompok masyarakat lainnya.

Sejak berdirinya GEPENTA yang dicanangkan oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs Rusmanhadi SH pada 8 Desember 1999, sudah mengingatkan bahwa Narkoba telah menjadi merupakan musuh bangsa yang harus di cegah, diberantas kedepan supaya tidak menjadikan Indonesia sebagai pasar narkoba.
Ternyata benar karena rakyat dan masyarakat, bangsa dan negara lengah maka dirasakan sekarang ini bahwa Narkoba menjadi ancaman Nasional menghambat Pembangunan Nasional dan merusak hidup generasi penerus bangsa.

PENANGGULANGAN NARKOBA DENGAN PERLAWANAN RAKYAT SEMESTA.

Sudah menjadi sistem Pertahanan Keamanan Indonesia kalau ada ancaman terhadap keamanan nasional NKRI baik yang datang dari Luar berupa invasi militer Asing maupun yang datang dari dalam negeri yakni pemberontakan, demikian juga ancaman lainnya seperti narkoba dan anarkis teroris. Bahkan untuk mengatasi Bencana Nasional seperti Pandemi Covid 19, atau Banjir, zunami, gunung meletus
Maka harus dilawan dan di atasi dengan perlawanan dan penanganan secara Rakyat Semesta.

Khusus menanggulangi Narkoba ini yang sangat strategis upaya yang dilakukan adalah Peran serta semua Komponen Bangsa. Bukan saja hanya tugas BNN dan POLRI tetapi melibatkan semua Komponen Bangsa.
Kalau Komponen utama menanggulangi Narkoba ini adalah POLRI dan BNN, maka komponen Cadangan adalah TNI dan Komponen pendukung adalah seluruh Rakyat Indonesia..
Komponen utama yakni BNN dan POLRI bukanlah personil operasional yang menangani narkoba saja seperti Direktorat Narkoba, Saya Narkoba dan Unit narkoba saja. Tetapi semua anggota Polisi. Bahkan Personil sipil di Polri dapat ditunjuk menjadi Pegiat anti Narkoba misalnya masuk Ormas Gepenta.
Kesatuan TNI juga membantu BNN dan POLRI dengan tugas TNI selain perang. Apabila anggota Kodim atau Koramil yang mengetahui ada pengedar atau pengguna narkoba maka mereka berhak melakukan penangkapan sesuai dengan pasal 111 KUHAP.

Bagaimana dengan Masyarakat.
Rakyat dan masyarakat yang tergabung dalam ormas pegiat anti narkoba atau tidak wajib melaporkan tentang penyalahgunaan narkoba ke Polisi setempat sesuai pasal 108 KUHAP.
Bahkan dalam hal tertangkap tangan setiap orang berhak melakukan penangkapan kepada pengedar, pengangkut, penyimpan atau yang sedang menggunakan dan sesegera mungkin diserahkan kepada Penyidik Polri dengan atau tanpa barang bukti. Payung hukumnya pasal 111 KUHAP.

Oleh karena itu Pemerintah harus mampu menanggulangi bahaya narkoba ini supaya jangan semakin bertambah penderitaan rakyat.

Demikianlah yang perlu dilakukan oleh Pemerintah semua Komponen Bangsa untuk menanggulangi Bahaya Narkoba.

(Ketua Umum Dpn Gepenta Dr. Parasian Simanungkalit Brigadir Jenderal Polisi Pur)

Pewarta : Sfn

News Feed