oleh

Begini Kesibukan Jenderal Idham Aziz Setelah Pensiun dari Jabatan Kapolri

-Nasional-6 views

Mantan Kapolri Jenderal Idham Aziz, memiliki aktivitas baru setelah melepas jabatannya, Januari 2021.

Pria kelahiran Kendari, 30 Januari 1963 itu, kini sedang merevitalisasi lahan mangrove di depan rumah milik adiknya di Desa Atuwatu, Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe.

Idham Aziz merevitalisasi sekitar 25 hektare lahan bekas tambak ikan menjadi kebun mangrove.

Sekitar tahun 1970 hingga awal 2000-an, lokasi itu sebelumnya menjadi tambak bandeng dan jenis ikan air tawar lain.

Karena kondisi perairan kurang menguntungkan bagi nelayan, pemiliknya melepas dan sang adik diketahui membeli lahan itu.

Kepala Desa Atuwatu, Nur Ali mengatakan, saat ini sudah ada ribuan pohon mangrove di lahan bekas tambak itu.

Benteng alam ini, menurutnya, sengaja ditanam untuk menahan abrasi pantai.

Camat Soropia, Masnur menyatakan, sebelum pensiun ternyata Idham Aziz juga sudah menginisiasi pembangunan sebuah sekolah dasar tidak layak pakai.

Dia menjelaskan, Idham Aziz memindahkan sekolah itu ke tempat lain yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi awal.

Tidak hanya itu, Masnur mengungkapkan, sekolah baru yang dibuat Idham Aziz, lebih luas dan lebih lengkap fasilitasnya.

Sedangkan sekolah baru, memiliki luas 60×60 meter, disertai fasilitas lapangan olahraga.

Sekda Konawe, Ferdinand menyatakan, pemindahan sekolah dasar saat ini sedang dibahas tahapannya. Menurutnya, saat ini, pemohon sedang mengajukan persyaratan.

Kemudian, akan dikaji oleh tim penilai independen yang akan mempertimbangkan aspek teknis, fungsi, dan ekonomi.

Diketahui, setelah pensiun, mantan Kapolri Idham Aziz sebelumnya menyatakan akan pulang kampung ke Kendari dan berkebun.

Pria yang juga gemar memancing dan bulutangkis itu, juga memiliki sebidang keramba ikan air asin di dekat kediamannya.

Seminggu setelah Idham Aziz pensiun, mahasiswa berdemonstrasi di DPRD Provinsi Sultra, Selasa (2/2/2021).

Ternyata, kondisi sebaliknya yang terjadi di lapangan. Tudingan ini, mendapat tanggapan dari sejumlah pihak.

Kadis Kehutanan Sultra, Sahid menyatakan, Idham Aziz sebenarnya bukannya merusak ekosistem laut, malah memperbaiki.

Mahasiswa mungkin melihat tanah yang dibeton di sekitar lahan, tetapi tanah itu dahulu bekas pematang tambak yang saat ini dibuat jalan.

Kadis Lingkungan Hidup Sultra, Ansar menyatakan, saat ini apa yang terjadi di lokasi bekas lahan tambak di Konawe seharusnya mendapat apresiasi.

Karena, adanya tanaman mangrove, sebagai upaya mantan Kapolri mendukung program pemerintah menanam sejuta pohon mangrove di daerah pesisir.

Menurutnya, ke depan lokasi mangrove di Sultra diharapkan bisa meningkatkan promosi wisata dan bernilai ekonomis.

Sebab. mangrove sebagai dinding penghalang ombak juga sebagai tempat tinggal berbagai jenis ikan dan kerang

(Sumber Berita : metroonlinentt.com) 

News Feed