oleh

Peringati Migrant Day, BP2MI Soroti Sindikat Agen Penyalur Tenaga Kerja Ilegal

Padalarang – Menyambut Hari Pekerja Migran Indonesia atau Migrant Day yang akan diperingati pada 18 Desember mendatang, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2Ml) melakukan kegiatan Roadshow. Ini dilakukan ke daerah potensial Pekerja Migran Indonesia (PMI), salah satunya adalah Keluarga PMI di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Garda BP2MI, Jalan Cipendeuy No. 8 Kampung Cimareme, RT01 RW03 Desa Cimerang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Ketua BP2MI, Benny Rhamdani menyebutkan tujuan kegiatan tersebut adalah mendengarkan aspirasi aktivis di KBB untuk langkah selanjutnya berkomitmen sesuai perintah Presiden Joko Widodo, untuk melindungi PMI.

“Sekaligus juga untuk pencegahan cara-cara tidak resmi atau ilegal yang di monopoli kegiatannya oleh kelompok yang disebut sindikat. Kita juga fokus menciptakan pekerja yang profesional dan trampil”, ujar Benny, Kamis (12/11/2020).

Benny mengatakan dalam penyelesaian permasalahan PMI, diperlukan kerja sama dan sinergi antara Pemerintah Daerah maupun pihak aparat seperti Kepolisian dan TNI.
“Kerjasama ini penting dilakukan karena kita ada di kondisi yang memprihatinkan. Dimana ada angka pengangguran yang tinggi, termasuk dari PMI yang dipulangkan. Tentunya ini jadi tantangan tersendiri menghadapi permasalahan yang ada”, ungkapnya.

Diungkapkan Benny, beberapa permasalahan yang kerap terjadi dan di alami para pekerja migran diantaranya eksploitasi kekerasan fisik, kekerasan seksual, gaji tidak di bayar sesuai kontrak, PHK secara sepihak dan jam kerja melampaui batas.

“Ini yang harus menjadi fokus bersama BP2MI dan organisasi bagaimana kasus ini di tangani secara tepat dan respon yang cepat”, ungkap Benny.

Sementara itu, Ati Hendrawati selaku Kepala Bidang (Kabid) P3TKT (Pelatihan Produktifitas Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi) yang mewakili Disnakertrans KBB mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan ditunjuknya KBB sebagai tuan rumah ulang tahum BP2MI

“Alhamdulilah dan terima kasih kita (KBB) dipercaya sebagai tuan rumah untuk kegiatan pada ulang tahun BP2MI. Ini adalah suatu penghargaan besar, karena di KBB banyak PMI yang menghasilkan Devisa buat negara”, ungkap Ati.

Ati menyebut, sebagai langkah utama menghadapi sindikat yang meresahkan pihaknya akan mengundang Kepala Desa dari 160 Desa tersebut untuk dilakukan sosialisasi terkait segala hal yang harus diwaspadai jika ingin menjadi PMI. Terkait banyaknya pengangguran di Bandung Barat, Ati mengungkapkan Disnakertrans sudah menyiapkan beberapa solusi untuk mengatasi hal tersebut.

“Kita berencana mengundang atau mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah khususnya SMK dan sebagainya untuk diberikan program-program apa saja yang harus mereka siapkan jika ingin bekerja di luar negeri”, jelas Ati.

Ati juga mengungkapkan ke depan Pemerintah KBB akan bekerjasama dengan Kementerian untuk melaksanakan pelatihan-pelatihan yang bisa menggali skill untuk para calon pekerja migran.

“Saat pandemi ini kan semua anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19, mudah-mudahan ke depan saat kondisi lebih baik kita bisa melaksanakan pelatihan menggunakan APBD Provinsi dan berkordinasi dengan Kementerian”, terangnya.

Ati berharap dengan mempunyai skill lengkap dan pemahaman yang lebih luas, para pekerja migran tidak lagi menghadapi permasalahan seperti yang kerap terjadi selama ini.

“Semoga dengan menpunyai skill lengkap seperti kemampuan berbahasa asing, kemampuan teknis, mereka nanti tidak lagi menjadi objek ekploitasi, mengalami kekerasan, dan hal lainnya seperti yang selama ini kerap terjadi”, pungkasnya.

SDM Ditubuh Migrant BP2MI Mulai Dari Atas Hingga bawah Harus Profesional

Dalam rangka meningkatkan kinerja Para aktivis Migrant BP2MI se-Jawa Barat. Jalan Cipendeuy. No 8 Kp. Cimareme. RT/RW. 01/03 Desa Cimerang kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (12/11/20) Acara tersebut dihadiri oleh seluruh Aktifis Migrant BP2MI se- Jabar dengan standar protokol kesehatan penuh.

Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sedang bekerja di luar negeri harus dilindungi dari ujung rambut, mengenai keselamatan dan kesejahteraan mereka di luar sana. Demikian hal itu diungkapkan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani saat mengisi acara MIGRANT DAY di Cimareme, Padalarang Kab. Bandung Barat, Kamis (12/11/20).

Beni menegaskan sesuai arahan Presiden Joko Widodo pihak BP2MI bakal berkomitmen melindungi hak-hak para pekerja Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

“Perintah Pak Jokowi lindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari ujung rambut tentang keselamatan mereka,” kata Benny kepada awak media di lokasi, Kamis (12/11).

Selain itu, menurut Benny, BP2MI memiliki peran dan komitmen untuk mencegah dan melakukan pencegahaan cara-cara ilegal yang dimonopoli para sindikat yang berkaitan dengan TKI.

“Menempatkan para pekerja yang memiliki skil dan keterampilan serta keahlian, menguasai kultur budaya di sana, juga menguasai bahasanya,” ujar Benny.

Benny juga mendorong peran organisasi-organisasi migran dan pemerintah setempat untuk melakukan sinergi agar permasalahan TKI bisa segera diselesaikan.

Ia menyebut, sejauh Pemerintah Daerah (Pemda) memiliki kepedulian kepada warga masyarakatnya maka akan diuji sejauh mana [Pemda] mengalokasikan anggaran untuk memberikan pendidikan dan pelatihan.

“UU No 18 tahun 2018 tentang Pekerja Migran Indonesia mandatori, di mana penyelenggara pendidikan pelatihan untuk menciptakan kerja terampil serta profesional itu adalah mandat yang diberikan oleh Undang-Undang kepada Pemerintah Daerah,” bebernya.

Dalam hal ini, lanjut Benny, Pemerintah Daerah tidak boleh lepas tanggung jawab. “Sehingga penempatan ke luar negeri tentu dengan proteksi sekuat mungkin. Berangkat secara legal, mendapat perlindungan secara legal negara, adanya juga jaminan hak-hak yang mereka terima,” tambah Benny.

Berkaitan dengan kasus-kasus para Pekerja Migran Indonesia, Benny mengungkapkan sudah menangani 418 kasus pengaduan yang saat ini telah di laporkan kepada pihak kepolisian. “Kita langsung serahkan ke Bareskrim Polri yang sekarang jadi masalah hukum. Itu kasus yang mengendap di BP2MI sebelum kepemimpinan saya,” ucap Benny.

Ia menegaskan tidak akan segan-segan kepada para oknum yang melakukan pelanggaran hukum. “Saya ingin, tidak ada orang satu pun di BP2MI yang bermain dan main mata dengan pihak luar. Dan saya akan menyeret ke ranah hukum setiap pelaku untuk efek jera.

Adapun kasus-kasus yang menurut Benny hingga saat ini belum diproses atau masih terbengkalai, pihaknya meminta kepada pihak yang berkaitan untuk bersama-sama menyelesaikannya.

“Ayo buka dokumen front on the table, kita bedah satu-satu, mana kasus-kasus yang belum ditangani dan sedang diproses secara keroyokan,” ajaknya.

Tak lain, tambah Benny, upaya itu dilakukan untuk mewujudkan keberpihakan pemerintah secara serius bagi kaum pekerja migran. “Baik ekspolitasi, kekerasan fisik, kekerasan seksual, juga gaji yang tidak dibayarkan atau pemutusan kontrak sepihak dan pemutusan kerja. Ini menjadi fokus bersama,” katanya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Aliansi Rakyat Daerah untuk Buruh Migran Indonesia (GARDA BMI) Provinsi Jawa Barat, Ali Nurdin Abdurahman mengatakan kepemimpinan BP2MI yang baru agar dapat membawa pada kesejahteraan para TKI di Jawa Barat, umumnya di Indonesia.

“Sebetulnya bukan hanya seremonial seperti ini saja saya harapkan. Yang saya harapkan ini dari pernyataan-pernyataan beliau, Benny Rhamdani bisa berdampak buat menyuarakan para TKI di tanah air,” ujar Ali. Terlebih, menurut Ali, Kabupaten Bandung Barat adalah basis terbesar para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jawa Barat.

“Mudah-mudahan Pa Benny bisa terus memperhatikan, terutama daerah seperti Bandung Barat dan daerah lainnya,” harap Ali. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua GARDA BMI Kabupaten Cianjur, Elan Sopandi yang berharap besar atas kepemimpinan Benny Rhamdani di BP2MI.

“Kita dari BMI Cianjur sangat mengapresiasi dengan datangnya Kepala BP2MI ke sini,” kata Elan. Elan berharap dengan cara blusukannya Kepala BP2MI yang baru dapat segera mengentaskan segala problematika mengenai TKI dan mengetahui jelas permasalahan di lapangan.

“Semoga migran dapat berubah lebih baik dengan beliau langsung turun ke lapangan dan memberikan suport kepada pekerja migran di Jawa Barat,” ucap Elan.

Selain itu, Elan menyampaikan berkenaan dengan keberhasilan anggotanya yang saat ini telah memiliki produk UMKM di dalam organisasi-nya tersebut. “Kami sudah punya keripik melinjo dan kopi cianjur,” imbuhnya.

Tentunya, lanjut Elan, produk-produk yang dibuat oleh para mantan pekerja migran Cianjur tersebut dapat bersaing di pasaran lokal maupun global.”Agar lebih ekslusif ke depannya. Migran itu punya keahlian dan membuat produk yang bisa dipasarkan,” tutup Elan.

Diketahui, acara ‘Riung Warga’ diatas tersebut adalah rangkaian dari spirit untuk meramaikan MIGRANT DAY yang bakal diperingati pada 18 Desember 2020 nanti. Ditempat yang sama saat acara usai, ditemui oleh awak media online Jawa barat, Panitia Yang telah dinobatkan sebagai Duta Aktivis BP2MI Ramdhani oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Ramdani berharap dalam acara tersebut harus lebih mengedepankan kualitas SDM nya dari atas hingga ke bawah agar semua yang menjadi sorotan sumbang tidak akan ada lagi di tubuh migrant BP2 MI kedepannya dan Migrant BP2MI harus kerja Profesional. (L)

(b-Oneindonesia .co.id)

News Feed