oleh

Tuntutan Ahli Waris Alm. Henk Ngantung atas Pelanggaran Hak Cipta Gambar Patung Tugu Selamat Datang

Tata cara gugatan pelanggaran Hak Cipta diatur dalam pasal 100-101 UU No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dalam hal permasalahan ciptaan Gambar Patung Tugu Selamat Datang Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang terdaftar dan digunakan sebagai Logo/Brand/Merek dalam perkara No 35/Pdt.Sus.Hak Cipta/2020/PN.Niaga Jakarta Pusat.

Dr. Suyud Margono.SH. MHum FCIArb selaku Ahli mengenai keterangan di Pengadilan dalam penyampaiannya mengatakan bahwa Alm Henk Ngantung merupakan Pencipta sketsa Gambar Tugu Selamat Datang pada Tahun 1962 dalam kapasitas beliau sebagai seniman Lukis.
Sehingga ciptaannya sketsa Gambar yang telah diwujudkan tersebut yang merupakan Karya Intelektual yang bersifat pribadi serta memiliki integritas yang dilindungi Hak Moral dalam sistem hukum Hak Cipta.
Penggunaan ciptaan yang dilindungi Hak Moral dan Hak Ekonomi sebagai Exclusive Rights harus ijin dan persetujuan pencipta dan ahli waris.

Suyud mengatakan Tugu Selamat Datang didaftarkan sebagai merek, yang dulu gambar Ciptaannya dibuat oleh Alm Henk Ngantung Gubernur Tahun 1962. maka dari ahli waris Putra Putri Alm Henk Ngantung mengajukan gugatan mengganti kerugian atas Logo tersebut sebagai pelanggaran hukum. Ujar Suyud dalam wawancara di ruang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Kamis 1/10/2020.

“Ini sidang sekian kalinya dalam rangka menghadirkan keterangan ahli dari sisi penggugat untuk memberi keterangan tentang kedudukan harkat penggugat bahwa ahli waris ini punya kompentensi menggugat” jelasnya. .

Sementara Kuasa Hukum Mario Suryansyah SH. MH. mengatakan. Tugu Selamat Datang yang dijadikan merek itu suatu pelanggaran terhadap hak cipta milik alm Henk Ngantung yang dipegang oleh ahli warisnya yaitu putra putrinya.

Bentuk gugatannya yang diajukan adalah pelanggaran hak cipta yang menggunakan merek yang di gunakan oleh Grand Indonesia, “kami hanya menggugat hak cipta dan tuntutan saja” tukas Mario yang mengharap perkara ini menjadi terang menderang adanya pengakuan terhadap ciptaan dari Alm Henk Ngantung.

Penggugat Konpensi
Sena Meaya Ngantung (Mewakili Ahli Waris Alm. Henk Ngantung).

Tergugat :

  1. PT. Grand Indonesia* (Tergugat Konpensi/Penggugat Rekonpensi)
  2. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), kemenkum HAM RI (Turut Tergugat).

News Feed