oleh

Opini Dr. Suyud Margono Terkait Desain “Tugu Selamat Datang”

-Nasional-1 views

Jakarta | Kasus Ahli waris mantan Gubernur DKI Jakarta, Henk Ngantoeng, menggugat PT Grand Indonesia (PT GI), terkait dengan dugaan pelanggaran hak cipta berupa penggunaan logo yang diduga menyerupai atau terinspirasi dari Patung Tugu Selamat Datang yang terletak di tengah bundaran Hotel Indonesia.

Melalui keterangan Saksi Ahli , Dr. Suyud Margono, SH., MHum., FCIArb yang juga Sekretaris Jenderal, Badan Arbitrase Mediasi Hak Kekayaan Intelektual (BAM-HKI) di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor register 35/Pdt.Sus-Hak Cipta/2020/PN.Niaga Jkt.Pst pada tanggal 30 Juni 2020 terhadap PT Grand Indonesia.

Beliau mengatakan “Bahwa memang ada hak yang dimiliki oleh seorang pelukis dalam hal ini gambar, jadi Pak Henk Ngantung bukan bertindak sebagai wakil gubernur tapi bukan juga atas perintah Pak Presiden Soekarno, tapi dia selalu melukis dan kemudian dilihat Pak Karno lukisan ini bagus untuk dibuat patung, maka patung itu lah yang dibuat atas instruksi Presiden”.

“Jadi hukum memberikan perlindungan gak? upayanya minta perlindungan hukum di bidang pengadilan Niaga khusus untuk dibidang hakim termasuk hak cipta seperti cipta atas musik, film, batik dll. Maka berkali -kali saya memberikan saksi untuk memberikan kedudukan hak cipta seniman musik, batik juga lukisan”, Tutur Suyud.

Menurut Suyud “katakanlah itu diserahkan oleh negara tapi eksistensi nya tetap ada sampai kapanpun, tapi ini untuk komersil jelas ini pelanggaran, jadi memberikan kedudukan dan meminta keadilan agar ahli waris dapat royalti”.

Sebagai informasi PT. Grand Indonesia telah mendaftarkan logo yang diduga menyerupai Patung Tugu Selamat Datang sejak tahun 2004, lalu para ahli waris selanjutnya mengajukan tuntutan hak ekonomi atas dugaan pelanggaran hak cipta dalam kurun waktu 2004 sampai dengan tahun 2020 karena PT. Grand Indonesia dinilai tidak punya itikad baik dalam menyelesaikan permasalahan ini, setelah melalui berbagai mediasi yang cukup Alot.

News Feed