oleh

Indonesia Menuju 100 Tahun Merdeka

-Nasional-5 views

Pada Tgl 17 Agustus 2020 ditengah tengah keprihatinan atas terpaan badai Covid 19 seluruh elemen masyarkat tetap antusias merayakan 75 Tahun Indonesia Merdeka.

Pada kesempatan ini Penulis mencoba ingin memberikan Telaah sekaligus Renungan dengan membaginya dalam Empat Episode : -Episode 1945-1967: Kemerdekaan yang Diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 sering diistilahkan dengan Gerbang Emas “Menuju Indonesia Yang Berdaulat, Bersatu, Kuat, Maju, Adil Dan Sejahtera” Sebgai Negara yang baru tumbuh, memerlukan Konsolidasi Nasional dengan suatu semangat Gotongroyong yang dicanangkan oleh Ir.Soekarno sebagai modal utama dalam meraih cita cita bersama.

Namun, sejarah mencatat, berbagai fenomena timbul dengan berbagai pemikiran, gagasan dari para pemimpin bangsa kala itu. Pergantian Undang Undan Dasar, Sistim Pemerintahan, Pembrontakan di berbagai daerah dan PKI, Gagasan untuk menyatukan Nasionalis, Agamis dan Komunis (Nasakom), serta Demokrasi Terpimpin yang berujung dengan Peristiwa G 30 S PKI Tahun 1965 telah menjadi kenyataan pahit yang berujung kepada peralihan kepemimpinan Nasional.

-Episode 1965-1998: Peralihan Kepemimpinan Nasional degan istilah Orde Baru diharapkan menjadi era penataan melalui Konsep Triologi Pembangunan Nasional. Ditandai dengan adanya Rumusan Garis Garis Besar Haluan Negara sebagai satu Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang berkedudukan sebagai Lembaga Tertinggi dan Pencerminan Kedaulautan Rakyat.

Dilanjutkan dengan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) yang memberi arah bagi pengambilan keputusan bagi seluruh sistim pemerintahan dan Penyederhanaan sisim kepartaian. Sesungguhnya era ini harus diakui adanya peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Namun, dalam perjalanannya, telah ternodai dengan berkembangnya budaya Kousi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) yang menggerogoti berbagai sektor kehidupan yang pada akhirnya menimbulkan prahara dengan dijatuhkannya Pemerintahan Hasil Pemilu 1997.

-Episode 1998-2020: Era ini diharapkan menjadi Pintu Gerbang Baru yang dapat menghantar Masyarakat ke era yang Berkemajuan, Berkeadilan dan Berkemakmuran, Berkeadaban dan Tegaknya Pancasila UUD 1945 dan Kokohnya Keutuhan Bangsa dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika serta menggeloranya semangat Kegotong royongan dihati sanubari seluruh elemen Masyarakat, Bangsa dan Negara.

Tapi apa yang mau dikata ; Amandemen UUD 1945 telah memberi peluang bagi tumbuh kembangnya era Liberalime, bahkan lebih liberal dari negara pencetus liberal itu sendiri. Masyarakat dipertontonkan dengan sisitim politik adu kuat; suburnya kelompok sektarianis, orang yang merasa paling benar dan pintar, komunikasi yang tidak mencerminkan etika ketimuran, keinginan untuk menjatuhkan Pemerintah dan bahkan adanya keinginan mengganti Pancasila sebagai Pahan ke-Indonesia-an.

Hal hal seperti itulah yang dipertontonkan kepada masyarakat melalui berbagai kesempatan, perkumpulan dan media atas nama kebebasan. Oleh karena itu Ormas Pemuda Pancasila mengajak seluruh elemen Masyarkat, para Pemimpin Formal maupun Informal serta Kaum Intelektua dan Terpelajar, untuk merenungkan kondisi serta situasi yang terjadi.

“Langkah Sedang Berada Dipersimpangan, Salah Menuju Jalan Rakyatlah Yang akan Sengsara” “Mari kita Berjuang Menuju Era Keemasan 100 Tahun Indonesia Merdeka”. ( Ltf )

( Penulis : Gunung Hutapea Kabid OK MPN Pemuda Pancasila )

News Feed