oleh

Wakil Ketua 1 PKK DKI Jakarta Sampaikan 3 Hal Penting kepada 90 Perempuan Kader Agen Perdamaian

-Nasional-38 views

Jakarta, Monasnews.com  – Wakil Ketua 1 PKK DKI Jakarata, Elissa Sumarlin Patria Akbar mengatakan bahwa peranan kaum Perempuan dalam mencegah bahaya terorisme di ibukota ini diakui cukup strategis. Sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya, kaum perempuan bisa menanamkan sejak dini kecintaan anak-anak kepada bangsa dan negara, pendidikan agama yang inklusif dan penanaman nilai-nilai persaudaraan sebangsa dan setanah air.

“Saya mengharapkan melalui Dialog yang diadakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta diharapkan mampu menggungah kesadaran kaum perempuan  tentang bahaya terorisme di tengah-tengah masyarakat. Melalui forum ini diharapkan nantinya peran aktif kaum perempuan dalam menangkal potensi radikalisme dan terorisme yang berkembang di masyarakat baik yang tumbuh melalui jalur proses yang panjang maupun melalui jalur indoktrinasi (pencucuian otak dalam waktu yang pendek),” ujar Ellisa yang menjadi narasumber pada kegiatan FKPT Jakarta Bidang Anak & Perempuan bekerjasama dengan Subdit Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Pencegahan BNPT di Ball Room – Best Western Premier The Hive Hotel, Jl. DI Panjaitan Kav.  3-4,  Jakarta Timur, Jakarta, Kamis (3/9/2020).

Elissa mengatakan, untuk menjadi teroris, baik itu laki-laki maupun perempuan, semuanya pasti melalui proses yang panjang dan tidak datang seketika. Berdasarkan riset para ahli, terutama dalam sudut pandang psikologi, kebanyakan orang yang menjadi teroris, adalah setelah melewati berbagai pengajaran sejak usia dini. Yaitu dengan terus-menerus hingga menjadi sikap dan karakter diri yang sangat kuat.

Dalam fase  “pembalajaran” atau fase “Pendidikan” inilah kita sebagai perempuan dan juga sebagai ibu, dan sekaligus sebagai organisasi perempuan Indonesia, harus terus mengambil peran lebih maksimal dan strategis lagi guna mencegah tindak terorisme di masyarakat.

Untuk itu, kata Elissa, ada tiga hal yang harus kita perhatikan dan kita laksanakan secara kontinyu, khususnya untuk para ibu dan kaum perempuan Indonesia.

Hal pertama, kita harus lebih proaktif lagi menjaga diri, anak dan keluarga kita, khususnya dalam proses pembelajaran, bacaan, dan pendidikannya, agar terhindar dari pemahaman-pemahaman yang keliru dan radikal soal paham keagamaan.

Hal kedua yang perlu dilakukan adalah lebih memaksimalkan organisasi kita untuk aktif menyebarluaskan paham-paham keagamaan yang damai, sejuk, dan tidak radikal. Dalam konteks TP PKK Pemprov DKI Jakarta, kita bisa dengan memperbanyak kegiatan-kegiatan via zoominar yang intinya menjaga semangat persatuan NKRI dan menyebarluaskan agama yang damai dan rahmatan lil alamin.

Hal Ketiga, berdasarkan beberapa riset soal perempuan yang “tiba-tiba” menjadi teroris, kebanyakan dari mereka akhirnya menjadi teroris, karena keterlibatan di media sosial, khususnya di telegram dan whattaps. Untuk itu, saya minta kepada hadirin di sini, berikut para anggotanya di rumah, yuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.  Jangan sembarangan dan asal-asalan menggunakan.

Termasuk peran aktif kepada TP PKK Provinsi DKI Jakarta, sebagaimana juga kita semua yang hadir disini tentu telah melakukan upaya pencegahan terjadinya aksi terorisme. Sedikit banyak, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama tentu bermanfaat. Sebagai organisasi yang mayoritas memiliki kader perempuan sampai ke tingkat RT, TP PKK DKI Jakarta.

Pada kesempatan itu, Ibu Ellis juga menyampaikan himbauan agar kita semua dapat bekerja sama dan saling mendukung melakukan berbagai upaya konstruktif guna pencegahan penularan dan penanganan dampak COVID 19. Mari kita sosialisasikan Gerakan 3 M yaitu Selalu Memamakai masker, Mencuci tangan dengan sabun dan Menjaga jarak. Mudah2an dengan Pandemi COVID 19 ini kita dapat meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kalau tidak mendesak tetaplah di rumah dan hindari kerumunan. (Zul)

 

News Feed