oleh

Menggugat Kesombongan Puan Maharani Rasis Kepada Masyarakat Sumbar  

Pancasila adalah nilai-nilai luhur terkandung dalam kehidupan penduduk yang berada di bumi nusantara ketika menentukan landasan negara Republik Indonesia yang akan dibentuk. Jadi Pancasila bukanlah klaim seseorang.

Soekarno salah satu perumus lima sila dasar negara Indonesia, yang dinamakan Pancasila mengakui bahwa Pancasila adalah nilai-nilai luhur bangsa Indonesa yang dapat mempersatukan Bangsa Indonesia. “Aku tidak mengatakan, bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah”.

Jangan mentang-mentang kakeknya adalah tokoh central pendiri Republik Indonesia lalu para perumus lainnya tergabung dalam BPUPKI yang ikut membahas rumusan dasar negara untuk Indonesia merdeka dianggap tidak satu ruh dan satu gagasan antara satu dengan yang lainnya.

Salah satu putera berasal dari Minang, Mohammad Yamin adalah salah satu perumus lima sila dasar negara Indonesia yang hampir sama dengan gagasan lima sila Soekarno dan yang lainnya.

Pernyataan Puan Maharani mengatakan “Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung Negara Pancasila” pada saat pengumuman cagub-cawagub Sumbar adalah pernyataan rasis dan diskriminatif.

Saya sebagai putera Minang pada generasi sekarang, bahwa pernyataan Puan Maharani tersebut merugikan diri saya secara pribadi dan masyarakat Sumatera Barat secara keseluruhan karena bisa ditafsiskan oleh kelayak banyak, bahwa orang Minang tidak Pancasilais dan atau suku yang dicurigai anti Pancasila.

Pernyataan Puan tersebut sangat kuat berdampak merusak persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa dan pembusukan karakter suku Minang.

Agar anak bangsa berdiri sejajar dengan kebhinekaan maka saya menuntut agar segera Puan Maharani meminta maaf kepada seluruh bangsa Indonesia telah berdosa mendiskreditkan salah satu komponen anak bangsa Indonesia dari suku Minang, Sumatera Barat.

Apabila dalam 7 x 24 jam, Puan Maharani tidak memenuhi tuntutan ini maka saya akan melakukan upaya hukum atas Pihak penegak hukum untuk menindak Puan Maharani atas perbuatan terencana memecah belah persatuan Indonesia dan melakukan penghasutan serta perbuatan diskriminatif atau rasis

Demikianlah rilis ini saya buat. Atas perhatiannya, saya ucapkan terimakasih.

#SalamPancasila
#SalamNKRI

Jakarta, 6 September 2020

Hormat saya,
Putera Minang

*AZNIL*

 

News Feed