oleh

Cegah Penyebaran Terorisme, Ketua FKPT DKI Jakarta Siapkan Lomba Video Pendek SMU

-Nasional-18 views

Jakarta, Kesbang.com – Ancaman  penyebaran terorisme di kalangan pelajar Sekolah Menengah Umum (SMU) di Jakarta bukan sekedar isapan jempol.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2018 telah mendokumentasikan hasil beberapa survei yang menyatakan anak-anak Indonesia rentan terpapar radikalisme. Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, hasil survei mengungkap anak-anak sekolah atau anak-anak Indonesia rentan terpapar paham radikalisme.

Setara Institut melalukan survei di Jakarta dan Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Hasilnya cukup mengejutkan karena 2,4 persen siswa di penelitian ini tergolong intoleran aktif dan radikal.

“Sementara 0,3 persen bertoleran menjadi teroris. Ini yang harus diwaspadai,” ujarnya saat konferensi pers dalam rangka menyikapi modus baru kejahatan terorisme, di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Kedua, kata dia, berdasarkan survei yang dilakukan Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LAKIP) terhadap 59 sekolah swasta dan 41 sekolah negeri ternyata hasilnya cukup mencengangkan karena lembaga ini menemukan sebanyak 48,9 persen siswa bersedia terlibat aksi kekerasan yang terkait agama dan moral.

Retno juga mengutip survei yang dirilis 2011 lalu menunjukan sebanyak 63,8 persen siswa bersedia terlibat dalam penyegelan rumah ibadah penganut agama lain.

“Kemudian pada 2017 ada satu penelitian menarik yang dilakukan oleh mahasiswa S2 Universitas Paramadina yang melakukan eksperimen pada 75 siswa-siswa SMA dengan diberi bacaan radikal dan ternyata hasilnya cukup mengejutkan karena terjadi peningkatan anak terpengaruh melakukan aksi radikalisme,” ujarnya.

Menyadari adanya potensi penyebaran terorisme di kalangan pelajar, Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta yang juga merangkap sebagai Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme DKI Jakarta, Drs Taufan Bakri, M.Si mendukung penyelenggaraan Lomba Video Pendek yang melibatkan peserta dari kalangan SMU sederajat.

“Kami berharap melalui lomba video bertema pencegahan terorisme ini, para pelajar akan menjadi agent of change di kalangan pelajar untuk membantu pemerintah dalam melakukan upaya pencegahan berkembangnya terorisme, intolerisme dan kekerasan di kalangan pelajar,” harap Taufan.

Berbicara dalam Webinar dengan pesertanya seluruh jajaran Kasuban Kesbangpol DKI Jakarta dan instansi terkait, dan anggota FKPT DKI Jakarta, Taufan mengatakan koordinasi dan sinergitas para Kasuban dan instansi terkait sangat diharapkan untuk suksesnya Lomba Video ini.

Turut mendampingi Taufan dalam Webinar Lomba Video Pendek ini, Kasubdit Kewaspadaan Dini Kesbangpol DKI Jakarta yang juga Bendahara FKPT DKI Jakarta, Dr. Habib Setiawan.

Intinya, kata Taufan, kami minta seluruh unit terkait agar mendukung terselenggaranya lomba vodeo pendek tentang pencegahan terorisme dan radikalisme di Jakarta, khususnya pesertanya dari SLTA, SMK dan MAN  510 Sekolahan dan ditargetkan sebanyak 3.060 Video Pendek sehingga mendapatkan Rekor Meseum Rekon Indonesia (MURI).

Untuk suksesnya lomba video pendek, Kaban Kesbangpol DKI Jakarta ini juga memberikan perhatian khusus yaitu dengan melibatkan bahkan seluruh Kasuban Kesbangpol lima Wilayah Kota dan Kabag Tapem Kepulauan Seribu agar melakukan koordinasi dengan Kasudin Pendidikan dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota/ Kabupaten untuk mastikan betul partisipasi Siswa/ Siswi SLTA, SMK dan MAN dalam mengikuti lomba video pendek terdebut.

“Mari kita saling tingkatkan komunikasi agar seluruh tahapan Lomba Video ini bisa berjalan dengan baik dan sukses,” pinta Taufan. (Zul)

 

News Feed