by

Sekjen Pemuda Pancasila Dukung Langkah Presiden Reshuffle Kabinet

-Nasional-6 views

Jakarta, Monasnews.com – Ditengah COVID-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 lalu, semua kinerja Kabinet Kerja Indonesia Jilid II terlihat sangat jauh di bawah harapan.

Hal itu sesuai dengan pernyataan Presiden Joko Widodo, dimana dalam rapat Kabinet beberapa waktu yang lalu, dengan tegas Presiden Jokowi telah memperingatkan para “pembantunya” untuk meningkatkan kinerja yang dinilai belum maksimal.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Arif Rahman, meminta agar Presiden segera melakukan evaluasi dan reshuffle Kabinet, supaya bisa lebih fokus menghadapi krisis ekonomi yang terjadi saat ini.

“Sudah saatnya Presiden Jokowi mengambil langkah strategis dan tegas untuk melakukan evaluasi dan reshuffle kabinet terhadap Menteri-Menteri yang tidak optimal dalam menjalankan tugasnya 10 bulan terakhir ini,” ujar Arif di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Seperti diketahui, selain pandemi COVID-19, Indonesia juga sudah masuk fase krisis ekonomi, dimana dampak sosial dari turunnya daya beli masyarakat dan terhentinya berbagai sektor ekonomi akibat COVID-19.

Menurut Arif, hal itu perlu mendapatkan perhatian yang lebih dari sisi terobosan dan langkah-langkah kinerja Kabinet. Karena, katanya, Presiden sebagai kepala Pemerintahan tentunya punya ukuran kinerja untuk para pembantunya di Kabinet.

“Saya lihat dengan statement Presiden terakhir yang agak keras, tentunya ini merupakan sinyal keras bahwa Kabinet yang dibentuknya banyak yang tidak perform kinerjanya,” ucap Arif.

Sebelumnya, dalam rapat kabinet beberapa waktu yang lalu, Presiden menyampaikan pernyataan cukup tegas ke para “pembantunya”, terutama di tengah pandemi COVID-19 dan krisis ekonomi yang sudah bukan dalam keadaan normal.

“Saya tegaskan kembali kepada Presiden Jokowi untuk tidak ragu dalam mengambil langkah evaluasi. Segera lakukan reshuffle Kabinet agar kita punya Tim Kabinet Kerja yang lebih perform dan mampu menanggulangi krisis yang sudah melanda Indonesia saat ini,” pungkas Arif.

News Feed