oleh

Mitra Kesbangpol DKI Jakarta Apresiasi Dialog Webinar Soal Eksistensi Masyarakat Jakarta dalam Kehidupan New Normal

-Nasional-106 views

Jakarta, Monasnews.com – Mitra kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta mengapresiasi kegiatan Webinar terkait mulai pulihnya kegiatan sosial ekonomi di Jakarta secara bertahap atau dikenal dengan istilah new normal akibat derita 3 bulan pendemi Covid-19. Mitra kerja yang ikut dialog yaitu Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK), dan Forum Koordinasi Pencegahan Teroris (FKPT),

Dialog yang dipandu oleh Kabid Media & Hukum FKPT DKI Jakarta, Zulfikri ini difasilitasi oleh Kesbangpol DKI Jakarta dan diadakan dalam rangka menyambut  HUT DKI Jakarta ke-493. Kegiatan ini mengundang nara sumber yaitu Ketua FKUB, Prof. Dede Rasyada, MA,Ketua FPK, H. Zamakh Sari HK, MH, Sekretaris FKDM, Ridwan Boim, Anggota Pokja PPWK, Dr. H. Robi Nurhadi, dan Kabid Pengkajian dan Penelitian FKPT, Dr Mulawarman Hannasem MA, M.Hum.

Dari jajaran Kesbangpol DKI Jakarta, turud mendamping Kabid Ide Wasbang, Asyik Noorhilmani,  Kasubdit Kewaspadaan Dini Masyarakat, Dr. Habib Setiawan, Kasubdit FPK, Herlina, dan staf teknis lainnya, Ade Fawgy dan Umar yang membantu terselenggaranya kegiatan Webinar pertama Kesbangpol DKI Jakarta ini.

“Kami menyambut baik upaya Bapak Kesbangpol DKI Jakarta, Taufan Bakrie, M.Si yang telah mengadakan dialog Webinar Soal Eksistensi Masyarakat Jakarta dalam Kehidupan New Normal dan berharap agar apa yang telah mulai dirintis ini terus bisa diadakan secara berkala dalam membahas topik-topik aktual yang berkembang di Jakarta,” ujar Nieke dari Kabid Perempuan dan Anak FKTP DKI Jakarta, Jum’at (26/6/2020).

Dalam sambutan Keynote Speakernya, Kesbangpol DKI Jakarta, Taufan Bakrie mengakui bahwa Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia selama tiga bulan terakhir telah membawa dampak signifikansi penting terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan masyarakat telah sibuk dengan upaya menyelesaikan pandemi Covid-19 yang telah berdampak ke seluruh aspek kehidupan masyarakat, baik dalam bidang sosial ekonomi, keagamaan, politik dan kebudayaan.

“Dengan dikeluarkannya instruksi mengenai “New Normal” yang dianggap sebagai salah satu langkah dalam menghadapi Covid-19, tampaknya juga akan berpengaruh terhadap eksistensi masyarakat dalam kehidupan “New Normal”, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan guna pencegahan Covid-19,” ujar Taufan yang juga Ketua FKPT DKI Jakarta.

Taufan menjelaskan, pertimbangan penerapan kebijakan new normal yang dilakukan pemerintah Indonesia merujuk pada perhitungan epidemiologi seperti jumlah atau tingkat reproduksi virus. Jika sebuah daerah jumlah reproduksi virusnya (R0) kurang dari 1, maka dapat menerapkan kebijakan new normal. Pertimbangan lainnya adalah dengan mengukur tingkat perkembangan penyakit, pengendalian virus, dan kapasitas pelayanan kesehatan. Di level regional, pemerintah daerah diperkenankan menerapkan kebijakan new normal apabila daerah tersebut berada pada tingkat moderat atau sedang.

Penerapan PSBB, kata Taufan mempengaruhi aspek sosial ekonomi seperti turunnya tingkat produksi dan pendapatan masyarakat maupun negara. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka stabilitas ekonomi dan politik menjadi taruhannya. Secara sosial-budaya situasi ini pun telah berdampak pada meningkatnya tindak kriminal. Hingga menggerus tingkat sensitiftas dan kohesivitas sosial. Kultur trust masyarakat semakin menurun, baik secara vertikal (kepada pemerintah) maupun secara horizontal (antara warga). Jika terus dibiarkan, maka potensi terjadinya social-chaos dalam skala besar tak dapat dihindarkan.

Taufan mengapresiasi adanya warga Jakarta yang berupaya melakukan swadaya menanam kangkung dan lele dalam ember di pekarangan rumah. “Kegiatan ekonomi kreatif memang harus kita kembangkan guna mendukung terus berlangsungnya ketahanan pangan,” katanya.

Menanggapi paparan Kepala Kesbangpol DKI Jakarta, Ketua FKUB Prof Dede menjelaskan bahwa Pendemi Covid-19 ini telah  menimbulkan semangat empati sosial warga Jakarta dan wilayah lain.

“Kita melihat adanya persaudaraan yang terbangun bukan atas dasar perbedaan agama tetapi atas dasar persaudaran sebangsa dan setanah air. Ini modal dasar warga Jakarta bisa bertahan dari derita ,” ujar Dede.

Sementara itu, Ketua FPK, Zamak Sari, Sekretaris  FKDM, Ridwam Boim,  Anggota PPWK mengdukung langkah Kesbangpol DKI Jakarta untuk terus memulihkan kehidupan sosial, ekonomi, budaya dan politik di era New Normal ini.  “Kami mendukung kebijakan New Normal yang diterapkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Kami juga terus mensosialisasikan kepada seluruh elemen FPK di wilayah agar tetap memakai masker, sanitizer, mencuci tangan sehabis berinteraksi, dan social distancing,” ujar Zamakh.

Terkait dengan kondisi keamanan, Kabid FKPT, Mulawarman mengatakan meski ada indikasi deradikalisasi ancaman teror dan kekerasan selama masa Pendemi Covid-19, pemerintah tetap harus waspada terhadap munculnya kekerasan di Jakarta.

“Kami siap mendukung program Kesbangpol DKI Jakarta untuk terus memerang upaya teror dan kekerasan,” pungkas Mulawarman yang juga dosen Terorisme di Universitas Indonesia ini. (Fauzy)

 

News Feed