oleh

Atasi Pengangguran, Apjati-Kemendes Sepakat Berdayakan Pedesaan Melalui Sektor Pekerja Migran

-Naker-249 views

Jakarta, Monasnews.com –  Dampak penyebaran virus Corona ternyata juga telah menciptakan adanya pengangguran baru tidak hanya di perkotaan tetapi juga di pedesaan. Para korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ini cepat atau lambat akan menjadi masalah sosial baru yang harus dicarikan solusinya.

Karena itu guna membantu pemerintah dalam menghadapi permasalahan pengangguran baru ini, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati), Ayub Basalamah didampingi Sekjen, Kausar Tanjung, pada  Senin (8/6/2020) kemarin di kantor Wakil Menteri Pedesaaan RI, Budi Ari Setiadi membahas upaya bersama dalam rangka memperdayakan masyarakat desa untuk bisa bersama-sama pemerintah daerah dan pusat menggerakan ekonomi pedesaan lewat sektor pekerja migran.

Ketum Apjati juga menuturkan, sesuai dengan anjuran ibu Menaker kepada Apjati agar penempatan PMI ke luar negeri juga bisa dioptimalkan dengan menjadikan PMI menjadi Duta Wisata karena melalui penempatan PMI ke luar negeri  akan lebih mudah kita mempromosikan pariwisata Indonesia. Dengan penempatan PMI skill dan berkompetensi ini maka dipastikan perlindungannya akan lebih maksimal.
“Apjati bersama BP2MI akan  terus membuka peluang pasar kerja internasional bagi PMI  kita. Diharapkan melalui sinergitas dengan pemerintah ini, pemasukan devisa akan meningkat dan meningkatkan kembali geliat ekonomi di pedesaan,” harap Ayub.
Ketum Apjati menambahkan, karena di masa Covid-19 ini hanya PMI  yang dilindungi dan berkompetensi yang bisa membantu memulihkan perekonomian kita.
Terkait hal itu,  Wemendes juga memberikan masukan kepada Apjati bahwa modernisasi tatakelola penempatan PMI harus berbasis IT. Hal ini  harus diperhatikan karena kalau tidak P3MI akan kalah bersaing dengan negara lain dari sisi kwalitas, kompetensi, kecepatan dan kepastian penempatan.
Dalam pertemuan itu, Wamendes  menegasken kembali kepada Ketum Apjati, Ayub Basalamah tentang betapa banyaknya pengangguran paska pandemi civid 19 ini. Wamendes menegaskan bahwa adalah menjadi tugas kita semua  baik swasta dan pemerintah untuk bisa tetap bersergi menciptakan lapangan pekerjaan berbasis di pedesaan.
“Negara akan kuat apabila masyarakatnya mendapat kesempatan kerja baik di dalam atau di luar negeri. Selain devisa yang masuk dari kiriman remitansinya, para PMI ini nantinya juga bisa menstranfer ilmu yang didapatkan dari negara penempatan selama mereka bekerja. Untuk itu, sudah saatnya pemerintah mendorong swata untuk membuat terebosan-terobosan,” ujarnya.
Menanggapi permintaan Wamendes, Ketum Apjati bersama sekjen Apjati sepakat untuk bekerjasama dengan Kemendes dalam penyiapan PMI berkompetensi dari pedesaan. Kepada Wamendesm Ayub minta agar pihaknya melalui  aparat desa untuk mendata semua warganya yang ingin bekerja keluar negeri lewat program 1 juta PMI yang berkopetensi dan siap bekerja keluar negeri.
Menjawab permintaan Ketum Apjati, Wamendes mengatakan pihaknya akan segera menselaraskan program 1 juta PMI berkompetensi kepada seluruh aparat desa agar bisa bersama-sama dengan dinas tenaga kerja,  BP2MI dan Apjati. (Zul)

News Feed