oleh

FKPT Jakarta Dukung Kepala BNPT Bersih-Bersih Korupsi

-Nasional-10 views

Jakarta, Monasnews.com – Korupsi sudah menjadi musuh bersama yang harus diperangi seluruh elemen anak bangsa. Karena itu, apa yang direncanakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Boy Rafli Amar  untuk melakukan upaya bersih korupsi di lingkungan BNPT patut didukung oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk unsur media tentunya.

“Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta mendukung upaya Kepala BNPT untuk melakukan pencegahan berkembangnya korupsi di jajaran BNPT. Kami berharap apa yang dilakukan Pak Boy ini akan menjadi suri tauladan bagi jajaran BNPT dan menjadi inspirasi bagi instansi pemerintah lainnya,” ujar Kepala Bidang Media, dan Hukum BNPT DKI Jakarta, Zulfikri Daud Jacub di Jakarta, Sabtu (6/6/2020).

Zulfikri menuturkan, korupsi merupakan musuh bersama yang harus diperangi seluruh anak bangsa. Dalam terminologi Sayed Husen Alatas, Sosiolog dari Malaysia, kata Zul yang juga Pemred Monasnews.com ini, korupsi itu terdiri dari 7 bentuk, Korupsi, yaitu:

Pertama, Korupsi Transaktif yaitu korupsi yang menunjukkan adanya kesepakatan timbal balik antara pemberi dan penerima demi keuntungan bersama. Kedua pihak sama-sama aktif menjalankan perbuatan tersebut.

Kedua, Korupsi Ekstroaktif adalah korupsi yang menyertakan bentuk-bentuk koersi (tekanan) tertentu di mana pihak pemberi dipaksa untuk menyuap guna mencegah kerugian yang mengancam diri, kepentingan, orang-orangnya, atau hal-hal yang dihargai.

Ketiga, Korupsi Investif yaitu korupsi yang melibatkan suatu penawaran barang atau jasa tanpa adanya pertalian langsung dengan keuntungan bagi pemberi. Keuntungan diharapkan akan diperoleh di masa yang akan datang.

Keempat, Korupsi Nepotistik adalah korupsi berupa pemberian perlakuan khusus kepada teman atau yang mempunyai kedekatan hubungan dalam rangka menduduki jabatan publik, di mana perilaku pengutamaan dalam segala bentuk yagbetrentangan dengan norma atau peraturan yang berlaku.

Kelimat, Korupsi Autogenik yaitu korupsi yang dilakukan individu karena mempunyai kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari pengetahuan dan pemahamannya atas sesuatu yang hanya diketahui sendiri.

Keenam, Korupsi Suportif adalah korupsi yang mengacu pada penciptaan suasana yang kondusif untuk melindungi atau mempertahankan keberadaan tindak korupsi yang lain.

Korupsi Defensif yaitu korupsi yang terpaksa dilakukan dalam rangka mempertahankan diri dari pemerasan.

FKPT DKI Jakarta mengharapkan, agar Pak Boy tetap istiqamah dalam memerangi 7 macam bentuk korupsi di lembaga yang dipimpinnya ini.

FKPT DKI Jakarta juga mengharapkan agar kepemimpinan FKPT sebelumnya, yaitu Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius yang telah mampu memimpin BNPT untuk meraih  Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Keuangan 2017 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Ini adalah untuk kelima kalinya secara berturut-turut BNPT meraih opini WTP atas LHP. Kami yakin Pak Boy akan mampu mengikuti sukses meraih WTP seperti Pak Suhardi Alius,” harap Zul.

News Feed