oleh

Selama Ramadhan, Ponpes Mahaba Bagikan Tetangga Sembako dan Gelar Bukber

-Daerah-18 views

Bogor, Monasnews.com – Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan dan kebahagiaan bagi umat Islam. Keberkahan ini pun tidak ingin dilewati begitu saja oleh pembina Pondok Pesantren Abdurrahman Bin Auf (Mahaba) yang berlokasi di desa Cidokom, Kec. Rumpin, Kab. Bogor, Jawa Barat.

Apalagi di musim pendemi Cofid-19 yang jelas menerpa masyarakat disusul dengan kebijakan social distancing  dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka jelas telah mematikan geliat ekonomi baik kota maupun desa. Desa Cidakom, yang hanya 2 jam dari Jakarta juga terkena imbasnya akibat PSBB ini.

Karena itu,  guna mengurangi beban penderitaa warga, Pembina Ponpes Mahaba, H. Anwari pada Kamis lalu (21/5/2020) datang ke pondok guna membagikan  Paket Sembako kepada kepala 30 keluarga di sekitar pondok. Turut menyaksikan kegiatan ini kepala sekolah (Muhdir), Habib Mukhsin dan para santri Mahaba.

“Alhamdulillah, pada Ramadhan tahun ini, kami bisa berbagi paket sembako kepada para tetangga yang berada di sekitar Pondok Mahaba,” ujar H. Anwari di Bogor.

Menurut Anwari, keberadaan pondok pengurus di desa Cidokom ini merupakan upaya untuk ikut membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa khususnya yang berada di wilayah kecamatan Rumpin. Pondok Mahaba mengembangkan program pendidikan enterpreneur berupa keahilan dalam pembesaran lele, pembudidayaan pakan melalui budidaya Black Soldier Fly (BSF) atau lalat hitam dan biasa dikenal dengan Maggot serta budiaya tanaman hortikultura.

“Pengembangan pendidikan ini dimaksudkan utuk memberikan  bekal pendidikan agama dan bekal kewirausahaan di bidang agribisnis kepada warga sekitar nantinya,” ujar Anwari

Sebelumnya, para pondok juga sempat mengadakan buka puasa bersahaba di majelis pimpinan Ust. Jajang di Rumpin. Sebanyak 50 anggota majelis pengajian ikut merasakan nikmatnya berbuka puasa dengan menyantap produksi lele sehat pengembangan pondok Mahaba.

Kepada jamaah mesjid, Ust Jajang menginformasikan bahwa kehadiran Ust. Aam dan rombongan di desa Cidokom itu dimaksudkan untuk mengembangkan pondok tahfidz Quran dipadu dengan kewirausahaan.

Pada kesempatan itu, Ustadz Agus Abdullah Mubarak mengatakan kutipan ayat Al Quran ya ayyuhal lazina amanu mengindikasikan adanya ikatan iman yang lebih  kuat daripada ikatan nasabiah atau persaudaraan sekalipun.

Ustad yang dikenal dengaan sapaan ustad Aam ini mengatakan, kehadiran kami dari Yayasan Askar Alfatih Mubarak Fih bersama Forum Silaturahmi Mesjid Jakarta (Formitpa) di desa Cidakom ini untuk kerjasama dalam mendirikan Pesantren Abdurahman Bin Auf (ABA).
Dengan Ust Jajang, kata Ust. Aam, kami juga kerjasama dalam pengolahan limbah kelapa sayur yang nantinya akan dibuat minyak goreng dan minyak lentik.
“Kita mohon restunya dalam mengembangkan pesantren entrepreneur di desa Cidokom,” ujarnya.
Bersama ustad Jajang, kita ingin mengajak kebaikan di akhir zaman dengan kegiatan buka bersama ini. Selain di sini, pembagian nasi kotak juga diadakan dibeberapa tempat seperti di Sawangan dan Parung dan tempat-temat lainnya.
Program nasi bungkus yang dibagikan ke beberapa wilayah selama bulan Ramadhan ini merupakan hasil dari donasi para donatur ini di dalamnya  diberi asupan lele sehat Mahaba.
“Kami pro aktif  mensosialisasikan kepada warga bahwa Pondok Mahaba koncern dengan pengembangan lele sehat pakan berupa pelet dan pakan dari Maggot atau BSF,” ujar Ust. Aam.
Jelang buka puasa, Ust Kamal didaulat untuk menutup dengan doa.  Ust Kamal mengatakan ada tiga doa yang Allah malu untuk tidak mengabulkannya yang pertama yaitu doa orang orang yang menunggu Barbuka puasa, penguasa yang adil dan orang yang terdzalimi.
“Karena itu, mari kita panjatkan doa masing-masing agar Allah berkenan mengabulkannya,” pungkasnya. (Zul)

 

News Feed