oleh

DPN Gepenta : Bangsa Pejuang Kini Menjadi Lemah & Bermental Pengemis

-Nasional-50 views

Ketua Umum DPN Gepenta (Gerakan Peduli Anti Narkoba, Tawuran & Anarkis), Brigjen Pol (Purn) DR Parasian Simanungkalit menilai bahwa semangat juang Bangsa Indonesia yang diwariskan oleh para pahlawan kini telah pudar bahkan hampir sirna ditelan perkembangan zaman. Padahal, dalam situasi dan kondisi Pandemi Covid-19 seperti saat ini diperlukan Perlawanan Rakyat Semesta seperti ketika memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan 17 Agustus 1945.

“Dahulu kala, bilamana ada pemberontakan dalam negeri maka dihadapi dengan Sistem Pertahankan NKRI dengan Perlawanan Rakyat Semesta. Tujuannya adalah untuk dapat segera mengusir militer asing yang menduduki Indonesia atau memadamkan segala bentuk pemberontakan,” ujar Brigjen Pol (Purn) DR Parasian Simanungkalit dalam siaran persnya, Minggu (3/5/2020).

Pada masa perang saat itu, rakyat tidak meminta kepada negara untuk dibiayai hidupnya. Semua rakyat berusaha bersembunyi, mengungsi ketika ada serangan musuh. Mereka mencari makan sendiri, tidak meminta pekerjaan tapi menanami tanah yang luas untuk dapat makan dan bertahan hidup. Tidak ada pembagian sembako, apalagi pejabat korupsi menghitung untung dari proyek bantuan sembako. Semuanya sama-sama menderita, sekolah pun harus sembunyi-sembunyi.

“Tentara, Polisi dan rakyat jadi sukarelawan, dibantu oleh semua elemen bangsa, bersatu menghadapi musuh negara sampai titik darah penghabisan. Tidak takut mati berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan hingga akhirnya cita-cita tersebut dapat tercapai dan kita bisa merasakan hidup sebagai bangsa yang merdeka,” tutur Brigjen Pol (Purn) DR Parasian Simanungkalit.

Kini, serangan bertubi-tubi Virus Corona yang melanda dunia sejak akhir tahun 2019 menembak siapa saja tanpa ampun. Baik itu pejabat, orang kaya, miskin, pekerja, pengangguran, laki atau perempuan, orangtua atau anak anak, yang gagah atau yang sakit, ditembaknya tanpa rasa sakit pada saat terkena. Jika dahulu yang menembus tubuh adalah peluru dan korban roboh seketika, kini serangan datang dari penjajah kecil berupa Virus Corona atau Covid-19 yang dampaknya baru bisa dirasakan beberapa hari setelah terkena.

 

 

 

 

 

 

“Akan tetapi perang terhadap musuh bangsa pada saat ini yaitu Virus Corona atau Covid-19 malah membuat pejabat negeri ini gamang membuat dan melaksanakan perlawanan. Demikian juga rakyat malah berulah tidak merasa memiliki jiwa semangat dan nilai juang mempertahankan NKRI dari serangan musuh berupa Virus Corona atau Covid-19. Bahkan banyak yang melawan aturan yang telah ditentukan Panglima Perang Tertinggi, Presiden Joko Widodo. Kita rakyat menjadi manja, untuk hidup dibiayai Pemerintah, memohon untuk dibagikan sembako dan Bantuan Langsung Tunai (BLT),” papar Brigjen Pol (Purn) DR Parasian Simanungkalit.

Negara tidak tinggal diam, berupaya untuk membantu yang tidak mampu dengan cara memberikan sembako, BLT dan stimulus ekonomi lainnya. Namun, masih ada saja yang serakah, dimana ada pembagian sembako maka orang yang sama banyak yang datang untuk menerima. Demikian juga hampir semua instansi pemerintah, LSM dan Komunitas berlomba-lomba membagikan sembako supaya dinilai rakyat sebagai orang atau kelompok pengasih. Akan tetapi, sasarannya tidak jelas bahkan terdapat oknum-oknum yang meraup keuntungan dengan memotong bantuan untuk kepentingan pribadinya.

“Sekarang, kita perlu mengubah pola dan pelaksanaan Perlawanan Rakyat Semesta melawan Virus Corona atau Covid-19. Hentikan pembagian sembako dan BLT, ganti dengan sistem pemberian bantuan melalui transfer ATM bank yang ada di semua kecamatan atau desa. Bank ini hanya BRI. Ketua RT dan RW, Kepala Jorong dan Desa, serta Lurah yang tahu siapa warganya yang wajar mendapat bantuan diusulkan kepada Dinas Sosial Kecamatan dan Kabupaten/ Kota serta Provinsi hingga Kementerian Sosial. Jadi, pembagian satu pintu saja,” usulnya.

Kemudian, rakyat sebagai putra pejuang, jangan lemah dan jangan menjadi pelaku kejahatan, melakukan perbuatan melawan hukum atau mengganggu keamanan.

Pemerintah Daerah diharapkan untuk tidak ingin dipuji memberlakukan PSBB bahkan memasukkan yang meninggal karena sakit lama seperti jantung, liver, diabetes, darah tinggi, kurang gizi dan lain-lain masuk daftar meninggal karena Virus Corona atau Covid-19. Maksudnya, supaya dapat menggunakan dana uang negara melalui Perppu Nomor 1 tahun 2020.

“Oleh karena itu mari kita tingkatkan semangat Pancasila serta jiwa semangat dan nilai juang 1945 untuk melawan Covid-19. Supaya kita semua rakyat dan Bangsa Indonesia mampu menang dalam mencegah dan melawan serta membasmi Virus Corona atau Covid 19. Bersatu padulah atasi penderitaan,” pungkas Brigjen Pol (Purn) DR Parasian Simanungkalit. (Lutfi)

(SUMBER : threechannel.co)

News Feed