oleh

473 WNI di Luar Negeri Positif Corona, 19 Orang Meninggal

-Nasional-9 views

Jakarta, Monasnews.com — Kementerian Luar Negeri RI melaporkan 473 warga Indonesia di luar negeri dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19) per Senin (20/4). Ratusan WNI positif corona itu tersebar di setidaknya 28 negara dan wilayah.

“Perkembangan COVID-19 di Dunia dan Pelindungan WNI per 20/04 pukul 08.00 WIB. Tiga WNI terkonfirmasi Covid-19 di AS dan 12 WNI sembuh di India. Total WNI terkonfirmasi COVID-19 di luar negeri adalah 473 orang: 109 sembuh, 19 meninggal, dan 345 dalam perawatan,” bunyi kicauan Kemlu RI di Twitter.

62 orang memperbincangkan tentang ini

Sebanyak 19 WNI yang dinyatakan meninggal akibat corona terdiri dari tujuh orang di Amerika Serikat, satu orang di Arab Saudi, tiga orang di Belanda, dua orang di Inggris, dua orang di Malaysia, dua orang di Singapura, satu orang di Turki, dan satu orang anak buah kapal pesiar.

Sementara itu, dari ratusan WNI positif corona tersebut tercatat 109 orang telah dinyatakan sembuh.

Sejauh ini, WNI ABK kapal pesiar menjadi yang paling banyak terpapar corona yakni sebanyak 101 orang. Ratusan ABK itu diketahui bekerja pada setidaknya 120 kapal pesiar.

Selain ABK, WNI di Malaysia menjadi yang terbanyak kedua terpapar corona yakni mencapai 108 orang. Sejauh ini sebanyak 99 WNI positif corona dalam keadaan stabil dan tujuh lainnya telah dinyatakan sembuh.

Sementara itu, sebanyak 75 WNI diketahui terpapar corona di India. Sebagian besar dari mereka merupakan peserta Jamaah Tabligh.

Kemlu RI menyatakan sejauh ini 25 WNI di India telah dinyatakan sembuh, sementara itu 50 lainnya dalam keadaan stabil.

Menurut Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam jumpa pers pada Jumat pekan lalu, sampai saat ini terdapat 717 WNI peserta Jamaah Tabligh di India.

Sama seperti WNI Jamaah Tabligh di Pakistan, Retno mengatakan sejauh ini seluruh WNI anggota organisasi itu di India tengah menjalani karantina.

Puluhan WNI peserta Jamaah Tabligh di India juga tengah menghadapi proses hukum lantaran dianggap melanggar aturan pembatasan pergerakan atau lockdown India.

Karena itu, Retno menegaskan saat ini pemerintah belum bisa melakukan proses evakuasi terhadap ratusan WNI tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah telah membuat rencana evakuasi. (Lutfi)

 

(SUMBER : Cnnindonesia.com)

News Feed