oleh

Airmata Jenderal Itu pun Tumpah (Tak Mau Terlihat Menangis, Andika pun Mengalihkan Percakapan)

-Nasional-28 views

Monasnews.com – Awalnya Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa bertanya, “Apa yang paling dibutuhkan para tenaga medis kepada instalasi gizi.”

Pertanyaan itu disampaikan Andika Perkasa kepada Mayor CKM Novianti, melalui video conference, di RSPAD Gatot Soebroto. Novianti meminta agar para tenaga medis diberi madu.

Andika menyetujuinya. Selang beberapa hari, Andika bersama istri sekaligus Ketua Umum Persatuan Istri Prajurit TNI AD Hetty Andika Perkasa menanyakan apakah para petugas medis sudah menerima madu yang dikirim. Salah seorang perawat, Elvi, mengucapkan terima kasihnya karena sudah mendapat perhatian dari KSAD dan istri.

“Ibu KSAD, terima kasih atas perhatiannya kepada kami yang bertugas. Izin, Ibu, kami merasa diperhatikan oleh atasan. Kami sangat berterima kasih,” ucap Elvi dengan suara bergetar menahan tangis seperti ditampilkan detikcom di channel YouTube TNI AD, Jumat (17/4/2020).

Elvi kemudian bercerita, ada rekannya dari Januari belum pulang ke rumah bertemu keluarganya. Menurutnya, bantuan tersebut turut membawa motivasi dan semangat kepada para petugas medis yang tengah berjuang mengobati pasien COVID-19.

“Kebetulan anggota kami ada yang hampir sudah dari bulan Januari tidak bertemu dengan orang tua. Dengan ada perhatian dari Ibu, ini merupakan motivasi besar buat kami untuk berjuang melawan COVID. I love you, Ibu.
Mungkin kami sudah dua bulan tidak pulang, kami alhamdulillah diberi penginapan di sekitar rumah sakit sini, Ibu. Terima kasih atas perhatiannya,” ucap Elvi tak kuasa menahan tangisnya.

Curhat tersebut disambut haru oleh Hetty. Air matanya mengalir deras mendengar perjuangan para petugas medis.

“Saya yang berterima kasih kepada Mbak-mbak semua, Mas-mas semua. Luar biasa perjuangan,” katanya sembari mengusap air mata.

Andika, yang mendengar curhatan itu, pun tak kuasa menahan haru. Matanya memerah dan menitikkan air mata. Andika tak kuasa berkata-kata. Bahkan dia langsung mengalihkan percakapan itu dengan perawat lainnya.

“Oke coba yang di (ruang) Suhardi 3,” kata Andika.

Para petugas medis di RSPAD Gatot Soebroto rata-rata tidak pulang ke rumahnya lebih dari satu bulan karena khawatir menularkan virus Corona ke keluarganya. Mereka selama ini tinggal di tempat penginapan yang sudah disediakan.(Lutfi).

(SUMBER : Haluanlampung.com).

News Feed