oleh

Peduli Nelayan, SPPI Kembali Gelar Pelatihan BST dan SKK 30/60 Mil di Kampus Samudera Nusantara

-Naker-37 views

Cirebon, Metronews.com –  Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI) kembali menggelar pendidikan dan pelatihan Basic Safety Training (BST) Kapal Layar Motor (BST KLM) dan Kecakapan Kapal Tradisional (SKK 30-60 Mill) selama 4 hari, Senin-Kamis, 16-20 Maret 2020. Program yang dilaksanakan kerjasama dengan Politeknik Pelayaran Banten ini diadakan di Kampus Biru Samudera Nusantara Maritime Training Center di Jalan Banjarwangun, Desa Banjarwangun,  Kecamatan Mundu, Telp: +62 31 8292-393, Kabupaten Cirebon 45173 Jawa Barat.

Pelatihan yang diikuti  150 orang dari pelbagai kabupaten di Jawa Barat ini dihadiri langsung oleh pembina SPPI sekaligus mantan menteri Kelautan Prof. Rokhmin Dahuri yang kini juga menjabat sebagai Koordinator Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo, melibatkan sejumlah narasumber dari Poltekpel Banten pengajar dari SPPI, dan materi tentang pencegahan Virus Corona melalui pemakaian hand sanitizer dari prajurit Babinsa TNI Koramil Astana Japura.

Menurut Ketua Umum SPPI, Achdiyat Ilyas Pangestu, diklat BST dan SKK ini bisa memberikan pemahaman kepada para nelayan terkait keselamatan dalam bekerja dalam mencari nafkah untuk menghidupi keluarga dan dapat meningkatkan taraf hidup keluarganya.

Ilyas menjelaskan, selain materi yang diajarkan secara teoritis, juga diajarkan praktek keselamatan berlayar dengan bertujuan peningkatan keterampilan terkait segala upaya keselamatan diatas kapal sesuai UU kelautan yang berlaku dan sebagai bukti legalitas bagi nelayan untuk melaut sejauh 30-60 mil.

“Dengan mengikuti pelatihan ini maka peserta akan memiliki seperti SIM di laut sehingga tidak bisa ditangkap oleh Polisi Perairan  (Polair) karena sudah memiliki kelengkapan persyaratan yang ditetapkan pemerintah,” ujar Ilyas.

Ketum SPPI ini mengharapkan, melalui pelaksanaan kegiatan diklat ini ada 2 hal yang diharapkan yaitu ilmu yang didapat serta akan mendapat sertifikat untuk digunakan dan dimanfaatkan dalam menjalani profesi sebagai pelaut/nelayan sehingga dalam menjalani aktivitas di laut bisa tenang dan aman.

Ilyas menambahkan, SPPI tidak membebankan kepada para peserta biaya untuk mengikuti pelatihan BST dan SKK 30/60 mil.

“Pemerintah memberikan BST secara gratis. Biaya pelatihan ini diambil dari pajak yang anda bayar selama ini. Karena itu, anda jangan khawatir pajak yang anda bayarkan kembali diberikan kepada anda,” imbuh pria Madura ini.

Dia menambahkan, bahwa potensi perikanan dan kelautan Indonesia merupakan sumber daya alam yang perlu terus ditingkatkan. Karena itu, melalui pelatihan ini diharapkan ada peningkatan ilmu sekaligus pengetahuan tentang keselamatan di laut.

“Kita buktikan bahwa nelayan Indonesia itu merupakan salah satu penentu bergeraknya perekonomian di Indonesia,” paparnya.

Ketua Umum SPPI, Achdiyat Ilyas Pangestu, pembina SPPI sekaligus mantan Menteri Kelautan RI, Rokhmin Dahiri dan Ketua Advokasi, M. Chairul Hadi

Kepada para peserta, Ilyas menceritakan bahwa dengan memberikan pelatihan kepada para nelayan di Pantura, maka SPPI tidak hanya memperjuangkan peningkatkan harkat dan martabat Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri tetapi juga memberikan pelayanan kepada nelayan di dalam negeri.

“Kantor kami di Kampus Samudera Nusantara ini juga terbuka untuk pengaduan para nelayan. Kita ada Mas Hadi yang akan mengurus pengaduan nelayan dalam dan luar negeri,” pungkasnya. (Zul)

News Feed