oleh

Kenduri Perdamaian Membangun Indonesia Bermartabat

Oleh: Yunidar Z.A

Ketua Umum- IMPAS

Permasalahan di Aceh bukan hanya urusan kenduri. Tapi bagaimana dalam kenduri dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di Aceh oleh karenanya kenduri bukan hanya untuk kepentingan elit politik saja tapi seyogyanya keterlibatan semua stake holder semua masyarakat harusnya diajak, dilibatkan, semua pemangku kepentingan harus ada untuk berembuk mengumpulkan berbagai permasalahan. masalah dan upaya menyelesaikan permasalahan yang ada. Jadi bukan hanya panggung perseorangan.

Masyarakat sekarang sudah lebih cedas dibandingkan masyarakat masa lalu karena melimpahruahnya informasi dan pengetahuan. Kenduri perseoranbgan yang hanya di “suguhkan” sesuatu yang belum tentu kebutuhannya. Masyarakat sekarang tahu banyak masalaha yang dihadapinya namun demikian mereka membutuhkan orang lain agar dapat membantu untuk penyelesaian masalah mereka.

Seperti kasus mahasiswa yang ada di Aceh dan di luar Aceh mereka tersebat di seluruh dunia permasalahan biaya menjadi kandala penyelesaian perkulian jadi ini membutuhkan dukungan dan bantuan pemerintah. Kasus pengangguran, kemiskinan, keterbelakangan, terpinggirkan dll. Jadi mereka mengetahui posisinya “bukan sombong” walalupun mereka tidak dapat menyelesaikan permaslaahannya, inilah perlunya pemerintah, orang kaya yang peduli dan bebagai pemangku kepentingan untuk didengarkan, terutama anak-anak, anak muda, pelajar, mahasiswa, kaum rentan, para pengangguran, kaum perempuan, kelompok civil society, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh pemuda, tokoh mahasiswa, masyarakat perbatasan, masyarakat pergunungan yang jauh dari jalan hitam, kelompok penggiat perdamaian, lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyarakat sipil dan sebagainya. Semua harus dilibatkan kalau namanya kenduri besar, jangan sombong sendirian.

Aceh ada dalam suatu indentitas yang besar dan bukan hanya milik yang beruang, Aceh dengan kandungan sumber daya alam yang sangat luar biasa environment bukan hanya milik masyarakat luar yang beruang saja dan semuanya diharapkan mendapatkan kesempatan untuk hidup layak, mendapatkan pendidikan yang layak, dapat makan paling sedikit dua kali dalam sehari bukan hanya dapat makan apaadanya diharapkan juga makan makanan yang bergizi pada saat kenduri, kenduri bagi masyarkat aceh suatu mekanisme penyelesaian masalah local wisdom bukan seperti sekarang kenduri perseorangan menambah masalah baru. Mengungkit penderitaan.

Bagaimana konsep kolaborasi dalam generasi yang diharapkan punya suatu “rasa kebersamaan yang dapat melahirkan ketenangan.” Nah. Bagaimana Aceh sekarang dan masyarakatnya ? Apakah sudah sesuai dengan harapan? Kita patut memberikan apresiasi terhadap apa yang tel;ah dilakukan oleh Plt Gubernur Aceh Bapak Haji Ir. Nova Iriansyah, ST, MT. Kita harus berfikir optimis Haji Nova Iriansyah ingin memberikan yang terbaik untuk masyarkat Aceh, ini perlu dukungan dari beberbagai pihak yang menginginkan kesejahteraan bersama. Kita harus mendukung pemerintahan aceh dalam berkerja untuk kemajuan aceh dalam porsi, skill dan keahlian masing-masing.

Sudah cukup masa-masa kelam yang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu saja. Kita harus membuka ruang untuk melihat secara terbuka berbagai permasalahan di Aceh dan kepemimpinan di Aceh siapapun pilihan masyarakat suatu keniscayaan bersama mendukung pembangunan aceh menuju kesejahteraan dan harus dipahami sekali lagi kenduri juga menjadi ajang penyelesaian permasalahan dalam membangun Indonesia yang bermartabat.

News Feed