oleh

Soetrisno Bachir Minta KBPII Kembangkan Mindset Baru

-Nasional-23 views

Jakarta, Monasnews.com – Kemajuan umat Islam di segala bidang kehidupan memerlukan adanya agenda baru umat dari semua organisasi Islam.

Ketertinggalan umat ini merupakan pekerja rumah (PR)  yang berat yang harus dijadikan agenda utama oleh Ketua Umum KBPII Nasrullah.

“KBPII perlu memimpin perubahan mind set kadernya agar siap memgambil peran strategis dalam era yang cepat berubah ini,” gugat Ketua Dewan Pertimbangan KBPII, Soetrisno Bachir ketika memberikan pidato pencerahan pada Pelantikan Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) di Jakarta, Sabtu (22/2/2020).

Menurut Soetrisno Bachir,  takdir itu sifatnya dinamis dan bukannya pasif. Dia menyanyangkan masih adanya pandangan yang mengatakan bahwa ketertinggalan umat dalam banyak bidang ini sudah merupakan takdir. Mengutip Ayat Al Quran yaitu bahwa “Allah tidak akan merubah nasib sebuah kaum sebelum kaum itu merubah nasibnya sendiri, ” Mas Tris, sapaan akrab Soetrisno Bachir menjelaskan bahwa ayat itu mengandung arti bahwa kita bisa menorehkan cita-cita setinggi apapun selama kita mau berusaha.

Dijelaskannya, bahwa saat ini di banyak segi kehidupan mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehatan hingga politik dikuasai kelompok non Muslim.  Bahkan ada media yang menulis bahwa 100 juta orang miskin itu asetnya sama dengan 4 orang konglomerat.

Kepada para kader KBPII, Mas Tris meminta agar KBPII memiliki  agenda baru untuk merespon fakta-fakta yang ada di kehidupan kita.  Ormas Islam seperti Muhammadiyah dan NU juga harus tampil dengan agenda baru di bidang kesehatan, sosial, ekonomi bahkan politik.

Mas Tris  meminta pengurus baru PP KBPII untuk memprioritaskan sektor ekonomi dan kesehatan.

“Agenda besar KBPII itu mestinya memprioritaskan di sektor ekonomi, karena di ekonomi yang kuat PII bisa mempunyai akses ke pendidikan yang kuat. Demikian juga lembaga kesehatan, dll,”  ujar Mas Tris kepada awak media usai memberikan sambutan.

Mas Tris menjelaskan, ke depan kegiatan KBPII yaitu bagaimana melakukan suatu gerakan agenda baru, karena tantangan umat Islam sekarang berubah yakni kelemahan umat Islam ada di bidang ekonomi.

“Jadi, KBPII harus konsen terhadap persoalan umat keselurahannya bukan hanya anggota PII saja, dan juga agenda umat yang harus dilakukan oleh kepengurusan yang baru ini,” pinta Mas Tris.

Menurut dia, seluruh pelajar di Indonesia dulu kegiatannya ada oganisasi PII di sekolah-sekolah negeri dll, tapi sekarang sudah ada Osis sehingga PII itu berada di sekolahan yang bukan arus utama.

Tapi, sekarang sekolah bukan arus utama pun punya peluang bisa berprestasi seperti sekolah mainstreem atau sekolah negeri. Kenapa? Karena dengan era digital dimungkinkan sesorang siswa banyak belajar dari tempat lain walupun gurunya itu kompetensinya kurang, tapi si siswa bisa belajar dari internet.

Disinilah tugas PII yang ada di KBPII karena sudah memiliki kapasitas ekonomi sehingga bisa membatu kegiatan pelajar para keder PII walaupun disekolah yang bukan mainstreem tapi bisa berprestasi.

Susunan Pengurus KBPP

Berikut susunan pengurus baru PP KB PII periode 2019-2023:

Ketua Dewan Pertimbangan KBPII: Soetrisno Bachri

Dewan Kehormatan KBPII: Aris Muchdi PR

Sekjen KBPII: Asep Effendi

Ketua Bidang Kemuslimahan: Marfuah Musthofa

Wakil Sekjen: Siti Nurfiah

Wakil Sekjen: Ahmad Toha Almansur

Bendahara: Mashuri

Bidang Alumni: Surahman (Zul)

News Feed