by

Bangun Kembali Aceh Pasca Pilpres 2019, Sejumlah Tokoh Aceh Undang Jokowi Hadiri Gelar Kenduri Kebangsaan  

Jakarta, Monasnews.com – Pasca pemilihan presiden yang berlangsung pada tahun 2019, wilayah Aceh dikenal sebagai basis kubu politik bagi calon Presiden Prabowo Subianto.

Karena itu, guna mendekatkan kembali aspirasi pembangunan di Aceh dengan Presiden Jokowi, sejumlah tokoh Aceh yang berada di Jakarta akan menggelar  kegiatan Kenduri Kebangsaan di Bireun, Aceh dengan mengundang Presiden Jokowi dan 11 Kementrian terkait dengan pembangunan di Aceh.

Adalah Yayasan Sukma, Forum Bersama (FORBES) tokoh Aceh yang duduk di DPR RI dan DPDRI dan tokoh Aceh Surya Paloh   akan menggelar Kenduri Kebangsaan pada 22 Februari 2020 di Kota Bireun, Aceh

Menurut Steering Committee Kenduri Kebangsaan, Teuku Taufiqulhadi dalam Konferensi Pers Kenduri Kebangsaan di Wisma,  Jakarta, Kamis (13/2/2020), ada tiga tujuan utama kegiatan ini. Pertama, membangun kembali semangat keacehan, keislaman, dan keindonesiaan.  Kedua, ingin mempersatukan seluruh elemen masyarakat Aceh dan ketiga, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait keacehan sebagai suatu warna dan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dikembangkan.

Acara Kenduri mengambil tempat di Bireun, mengingat Bireun pernah menjadi ibu kota pemer’mtahan Rl pada saat kondisi darurat pascakemerdekaan.

“Walaupun hanya dua hari saja atau 48 jam,” ungkap Direktur Eksekutif Yayasan Sukma, Ahmad Baedowi yang juga hadir dalam acara.

Alasan terpenting lainnya, lanjut Baedowi, Bireun merupakan kota pendidikan tertua di Aceh. ”Sekolah Sukma Bangsa (SSB) juga menempatkan Bireun sebagai tempat pertama pembangunan sekolah. Saat ‘mi 558 memiliki tiga sekolah, yakni di Bireun, Pidie, dan Lhokseumawe,” sambung Baedowi.

Dalam pandangan Forbes, Kenduri Kebangsaan ini begitu penting. “Karena itu kami mengundang berbagai elemen masyarakat, termasuk insan media, agar dapat menyaksikan Kenduri Kebangsaan ‘mi sebagai bagian dari momentum Pulang Kampung Membangun Aceh,” ujar Ketua Forbes Muhammad Nasir Djamil.

Kegiatan ini memiliki urgensi untuk meningkatkan kembali semangat masyarakat Aceh dan segenap elemen pemangku kebijakan, termasuk ulama dan elite politik di Aceh agar dapat membangkitkan kembah posisi kesejarahan Aceh dalam konteks NKRI melalui keteladanan para pejuang Aceh.

Saat ini, meskipun Aceh memiliki kekhususan dari segi politik punya partai lokal dan keistimewaan karena adanya Lembaga Keistimewaan Aceh, namun pertumbuhan ekonomi dan kehidupan sosial keagamaan di Aceh belum sepenuhnya membaik.

”Karena itu seluruh elemen dan elite politik di Aceh harus memba ngkitkan kembati posisi kesejarahan Aceh dalam konteks NKRI melalui keteladanan yang pernah ditunjukkan para salafus shalih Aceh. Di sini kami melihat urgensi Program Pulang Kampung Membangun Aceh melalui Kenduri Kebangsaan. Semoga semua niat, persiapan, yang telah berjalan mendapat keridhaan dari Allah SWT,” pungkas Nasir. (Zul)

News Feed