by

Job Fair Subang, APJATI Siapakan Lowongan Kerja Saudi Arabia dan Negara Lain

-Nasional-3 views

Jakarta, Monasnews.com – Kabar gembira bagi para pencari kerja khususnya yang mau bekerja di luar negeri di Kabupaten Subang dan sekitarnya. Ribuan lowongan kerja yang tersedia akan diberikan selama Job Fair yang berlangsung selama 2 hari, Rabu dan Kamis, 12-13 Februari 2020, di kantor Disnakertrans Subang beralamat di Jl. Mayjen Sutoyo Siswomiharjo No.48, Karanganyar, Kec. Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonsia (Apjati) mengajak anggotanya Apjati dan PT. Bursa Usaha Migran Indonesia (BUMI) dan  anggota Apjati lainnya untuk membuka lowongan kerja ke Saudi Arabia melalui Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK).

“Kami mengharapkan para pencari kerja di Kabupaten Subang agar jangan lewatkan kesempatan bekerja di Negara Saudi Arabia dan kesempatan peluang kerja semi skill dan terdidik lainnya di banyak negara yang kami bawa job ordernya,” ujar Sekjen Apjati, Kausar Tanjung dalam kiriman rilisnya di Jakarta, Selasa  (11/2020) .

Menurut Kausar, keikutsertaan APJATI pada Job Fair ini merupakan partisipasi yang ketiga kalinya setelah Job Fair di Malang dan Bandung. Melalui even Joba Fair pihaknya akan terus berupaya untuk mensosialisasikan Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) ke Arab Saudi kepada para pencari kerja di Jawa Barat.

Kehadiran kami selama 2 hari di Job Fair Subang ini untuk mensosialisasikan sistem baru penempatan Pekerja Migran Indonesia ke Arab Saudi yaitu melalui model SPSK. Tujuannya, agar para pencari kerja dari PMI akan terhindar dari proses penempatan yang nonprosedural.

Khusus model penempatan SPSK Arab Saudi, lanjut Kausar, para pencari kerja  ini tidak dipungut biaya alias gratis kerja 2 tahun dengan gaji 1500 real tanpa potongan. Fasilitas lain yaitu mendapat waktu lembur kerja akan  mendapakan ibadah umroh gratis.

Bagi yang berminat, siapkan persyaratan antara lain, melampirkan Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga dan akte lahir, surat yang disahkan oleh Kepala Desa setempat berisi izin orang tua bagi yang belum menikah atau surat izin suami bagi yang sudah menikah.

Pelamar harus berpendidikan berbasis kompetensi, sehat jasmani dan rohani, tinggi badan dan berat badan proporsional dengan usia minimum 21 tahun dan maksimum 39 tahun.

“Yang berminat,  silahkan datang, membawa dokumen dan mendaftar ke kantor Job Fair Disnakertrans,” ujar Kausar.

 

Kebijakan SPSK

Kausar menjelaskan, bahwa ­­­­aturan SPSK itu mengikuti Kepmenaker Nomor 291 Tahun 2018 yaitu berisi tentang Pedoman Pelaksanaan Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Kerajaan Arab Saudi Melalui Sistem Penempatan Satu Kanal.

“Kami ingin menginformasikan kepada masyarakat bahwa penempatan PMI sektor perempuan ke Arab Saudi harus melalui program SPSK. Program ini merupakan alternatif terbaik untuk melindungi penempatan PMI ke Arab Saudi,” paparnya.

Menurut dia,  kelebihan program ini sebagaimana tercantum dalam kesepakatan adalah status pekerja migran yang tidak lagi sebagai pekerja domestik berkontrak dengan perseorangan namun berkontrak dengan perusahaan yang disebut syarikah, tidak dipungut biaya penempatan (zero cost), peningkatan kompetensi dan kualitas melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan demand, pembayaran gaji yang transparan melalui rekening bank (sehingga akan meminimalisir kasus gaji tidak dibayar), hak jam kerja juga libur kepada pekerja migran termasuk juga di dalamnya pendapatan yang lebih besar dari yang selama ini didapatkan. (Ade)

 

 

News Feed