oleh

Bantu Tata Kelola PMI, Menaker Ida Fauziah Apresiasi APJATI

Jakarta, Monasnews.com – Pemerintah menjelaskan bahwa masih ada Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang menempatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak dengan pembekalan kompetensi yang memadai. Akibatnya, tidak sedikit permasalahan PMI di luar negeri kemudian menyebabkan negara hadir untuk memberikan perlindungan.

Pernyataan itu disampaikan Menteri  Tenaga Kerja RI, Ida Faizuah ketika membuka Rapat Kerja Nasional II Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Perusanaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (DPP APJATI) di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin  (20/1/2020).

Menaker memahami, bahwa permasalahan penempatan PMI yang tidak profesional itu bukan berasal dari anggota APJATI .

“Saya yakin anggota APJATI tidak ada yang menempatkan TKI yang tidak kompeten. Hal ini disebabkan anggota APJATI telah dapat menjalankan fungsinya sesuai dengan AD/ART Asosiasi. APJATI sebagai asosiasi P3MI yang besar dan senior. Karena itu, saya harapkan APJATI mampu menjadi pengayom, serta dapat membantu pemerintah,” harap Ida.

Ida menambahkan, APJATI agar memberikan novasi yang bermanfaat bagi seluruh anggotanya, seperti turut membantu membuka peluang kerja sektor formal, komunikasi intensif dengan semua stakeholder,dan lain sebagainya. APJATI sebagai mitra pemerintah diminta terus bersinergi dengan pemerintah terkait, khususnya Kementerian Tenaga Kerja RI dalam hal program nasional perlindungan pekerja migran Indonesia.

“Kami berharap acara Rakernas ini dapat memberikan feed back yang positif bagi pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan demi terciptanya tata kelola perlindungan pekerja migran Indonesia dan anggota keluarganya yang lebih baik,” papar Ida.

Pada kesempatan ini, Menaker, atas nama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada APJATI yang telah mendukung program Pemerintah dalam melakukan perbaikan tata kelola perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Kami mengharapkan peran aktif dari Bapak/Ibu sekalian sebagai penanggungjawab P3MI untuk memberikan pelayanan secara profesional dan sebaik-baiknya demi terciptanya perlindungan dan pemajuan hak-hak Pekerja Migran Indonesia. Tentunya kepada APJATI juga diharapkan dapat atau mampu membina dan mengawasi para anggotanya dalam melakukan penempatan dan perlindungan PMI sejak sebelum bekerja, ketika bekerja dan purna bekerja,” papar Ida. (Alvin)

News Feed