oleh

Pakar Hukum Soroti 274 Produk Undang-Undang Perlu Dibenahi

Jakarta, Monasnews.com – Sebanyak 274 produk hukum yang ada di Indonesia saat ini berjalan dengan tumpang tindih.

“Tugas para pegiat hukum cukup berat yaitu harus memberi  kajian terhadap masifnya produk hukum yang saling tumpang-tindih,” ujar Pakar Hukum Edi Ratno ditemui di Jakarta, Senin (30/12/2019).

Menurut Edi, asas hukum itu harus mencakup 3 hal yaitu keadilan, kemanfaatan, dan kepastian. Kalau kita analisis asas itu kepada 274 produk hukum jelas sekali ketiga asas itu akan saling bertabrakan.

Edi mencontohkan, akibat tumpang tindih itu, maka jelas publik yang akan dirugikan.

Misalnya, kata Edi, akibat tidak adanya kepatuhan kepada undang-undang, kita melihat banyak proyek infra struktur jalan yang baru selesai dibangun bulan depan sudah digali lagi untuk galian kabel.

“Ini kan artinya produk hukum itu tidak memberi asas keadilan kepada masyarakat karena sebagai pengguna jalan rakyat jelas dirugikan,” pungkasnya.

Pemerintah, kata Edi, seharusnya memberi perhatuan kepada upaya menyederhanakan ratusan produk hukum yang merugikan masyarakat ini.

“Kita akan mengawal upaya penyederhanaan produk hukum ini melalui kajian-kajian yang sedang kami lakukan,” pungkasnya. (Zul)

 

 

 

News Feed