oleh

Terkait PAMdes Desa Songak, BPD Tidak Tau Menau

-Nasional-4 views

Lombok Timur – Persoalan Pembangunan Perusahaan Air Minum Desa Songak, Forum Songak Rembug menyampaikan aspirasinya melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Songak Kecamatan Sakra Kab. Lombok Timur terkait PAMDes, Kamis (28/11).

Ketua BPD Ada Suci Makbullah, SH, yang menjadi pimpinan forum aspirasi mengatatkan bahwa Setelah pembahasan RKPDes Songak tahun 2019 selesai dibahas, berkaitan dengan pembangunan Perusahaan tersebut (PAMdes) Songak, BPD tidak mengetahui terkait proses pembangunan, sebab kami tau setelah adanya pembangunan. ujarnya.

Mereka baru mengetahui setelah Pembangunan PAMDes tersebut berjalan. Pernyataan ketua BPD tersebut sangat disesalkan oleh Ketua Forum Songak Rembug (FSR) Mastur, MA. Pernyataan BPD hanyalah terkesan alibi dan meng_PHP kan masyarakat desa Songak “Berdasarkan Rapat Gelar Pendapat I dan II, BPD Sepakat untuk berkoordinasi dengan Pihak Kabupaten Lombok Timur (Kejaksaan, DPMD dan Inspektorat. Red) sesuai berita Radar Lombok (22 November 2019), namun sampai detik ini pihak BPD tidak melaksanakannya” Jelas Mastur.

Kemudian hal senada juga di ungkapkan sekretaris Forum Songak Rembug, Rof’il Khaerudin, MA.saat di konfirmasi media ini mengatakan Bahwa pembangunan PAMDes Songak tersebut dibangun di wilayah tanah pecatu yang secara legalitas atau aturan hak milik masih wilayah Desa Keselet.

“BPD seharusnya mampu membaca Peraturan dan Perundang-undangan secara sistematis dan hirarkis, jangan hanya membaca satu regulasi kemudian memberikan keputusan, sehingga menimbulkan ketimpangan terhadap pembangunan PAMDes tersebut. Misal masalah tempat pembangunan PAMDes itu, kan masih milik wilayah keselet karena sesuai MOU pemekaran desa tahun 2010 silam” ungkap Alumni UIN Syarifhidaytullah Jakarta tersebut.

Diketahui, Rapat aspirasi tersebut dihadiri oleh puluhan masyarakat Desa Songak Kecamatan Songak Melalui forum itu, BPD diharapkan bersikap tegas untuk menginvestigasi dan menganalisa prioritas pembangunan PAMDes yang bernilai 650 Juta dari Anggaran Dana Desa 2019. tutup Rof’il (Zi/Lutfi)

News Feed