oleh

BNNP NTB Gelar Bimtek, Sinergiritas Pemberdayaan Alternatif Dengan Masyarakat

-Nasional-2 views

Lombok Timur, – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi NTB Brigjen. Pol. Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra SH, M.Si. menggelar Bimtek sinergitas program pemberdayaan alternatif dengan stakeholder Masyarakat di Lombok Timur yang bertempat di aula Kantor Desa Masbagik Selatan Kecamatan Masbagik Kab Lombok Timur, Rabu (27/11).

Kepala BNNP NTB Gde Sugianyar Mengatakan bahwa bimtek tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan lifeskill bagi masyarakat Kawasan rawan narkoba di wilayah perkotaan dan pedesaan dengan jenis Pelatihan Tata Boga yang telah dilaksanakan oleh BNN NTB sebulan sebelumnya tepatnya pada (23/10) sebulan yang lalu. ujarnya kepada awak media saat dikonfirmasi usai kegiatan.

Lanjut Jendral Bintang satu tersebut mengungkapkan bahwa dari pelaksanaan kegiatan ini merupakan untuk memberdayakan masyarakat serta memantau, mengarahkan, dan meningkatkan kegiatan masyarakat di dalam P4GN sebagai mana yang telah diamanatkan pada Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ia menjelaskan bahwa Program Dayamas BNN NTB ini merupakan ujung tombak dari P4GN yang dimana melanjutkann dan menggerakkan peran serta seluruh elemen masyarakat dalam P4GN. Oleh karena Itu Masalah terbesar Penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkoba di Negeri ini adalah keberadaan wilayah atau Kawasan yang rawan dan rentan Narkoba yang jumlahnya 654 titik.

Dari kawasan tersebut ada ancaman bahaya narkoba tersebar di berbagai lingkungan kerja dan lingkungan pendidikan begitu juga Lingkungan masyarakat oleh para sindikat narkoba (kurir, bandar, pengedar, dll). Oleh karena itu, strategi Dayamas adalah melakukan intervensi oleh program pada kawasan rawan dan rentan narkoba untuk melakukan kegiatan Dayatif yakni Life skill di kawasan rawan Narkoba. ucapnya.

Pasalnya pelaksanaan bimtek sinergitas program pemberdayaan alternatif dengan stakeholder agar meningkat Peran dan adanya program atau kegiatan yang bisa memberikan dampak positif terhadap daerah rawan narkoba, sehingga daerah tersebut secara perlahan akan berubah menjadi daerah Bersinar (Bersih dari Narkoba) serta Terbentuknya rintisan sentral usaha masyarakat di daerah zona merah alias rawan narkoba.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) juga sebagai salah satu pilot projects untuk menarik perhatian pemerintah maupun swasta agar peduli terhadap upaya P4GN di wilayah tersebut. Sehingga terciptanya iklim positif dan usaha masyarakat di daerah rawan narkoba, sebagai salah satu sampel usaha yang halal sehingga secara tidak langsung dapat menggugah hati para pengedar biar bisa sadar dan beralih profesi ke yang usaha halal, legal, berkah serta produktif.

Sebelum dilaksanakannya Bimtek, Kepala BNN- NTB mengajak para peserta untuk berkomitmen melalui tes urine, dalam kesempatan tersebut Gde Sugianyar ikut tes urine, hal tersebut segaja di lakukan untuk memberikan contoh bahwa dirinya bebas dan bersih dari narkoba, bila ingin memberantas narkoba harus dari diri sendiri, ” pungkasnya (Nu/Lutfi)

News Feed