oleh

Ketum SPPI Apresiasi Presiden Jokowi Minta Presiden Korea Perhatikan Perlindungan ABK

-Naker-33 views

Jakarta, Monasnews.com – Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI) menegaskan bahwa perlindungan Anak Buah Kapal (ABK) di luar negeri merupakan bagian penting dari tanggungjawab negara kepada warga negaranya.

Selain asuransi sebagai instrumen penting dalam perlindungan ABK baik pra, masa maupun purna penempatan, pelayanan negara melalui kantor perwakilan pemerintah di negera penempatan juga tidak kalah pentingnya untuk memastikan perlindungan negara kepada ABK.

SPPI mengikuti pemberitaan kunjungan Presiden  Joko Widodo Korea Selatan pada Senin lalu (25/11/2019). SPPI memberi apresiasi kepada Presiden  Joko Widodo yang telah memperkuat instrumen perlindungan kepada ABK khususnya yang bekerja di Korea Selatan.

“Kami apresiasi atas komitmen Presiden Jokowi yang meminta langsung  Presiden Korea Selatan Moon Jae-in agar terus memberikan perlindungan kepada ABK,” ujar Ketua SPPI, Ilyas Pangestu dalam kiriman rilis dari kantor SPPI di  Cirebon, Rabu (27/11/2019).

Menurut Ilyas, profesi ABK di Korea selatan merupakan salah satu profesi yang banyak diminati oleh lulusan sekolah perikanan di tanah air. Seperti halnya profesi ABK yang di darat, profesi ABK di laut pun tentu tidak luput dari persoalan kecelakaan kerja. Karena itu, kehadiran negara dengan segala instrumennya sudah merupakan keharusan.

Ilyas menambahkan, untuk ABK yang harus mendapat perhatian khusus  adalah ABK yang bekerja di kapal 20 GT (Gross Ton) ke atas dengan Visa E 10 yang banyak mengalami kekerasan dan gaji tidak dibayarkan tepat waktu.

“Para ABK yang berangkat ke luar negeri ini sudah membantu pemerintah dalam mengatasi pengangguran di dalam negeri dan menyumbangkan remitansi yang besar bagi negara. Karena itu, adalah tugas negara untuk memastikan perlindungan paripurna kepada ABK,” tegas Ilyas.

Seperti diberitakan sejumlah media, dalam pertemuan bilateral bersama Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan soal pentingnya perlindungan terhadapa anak buah kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapal panjang.

Jokowi juga menyampaikan apresiasi atas diselematkannya enam orang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai ABK di kapal yang tenggelam di wilayah Seogipo, Jeju.

“Di kapal tersebut, terdapat enam orang WNI yang bekerja sebagai ABK. Enam orang WNI tersebut selamat dan saat ini sedang menjalani perawatan kesehatan. Terima kasih atas upaya penyelamatan yang dilakukan otoritas Korea,” ujar Jokowi kepada Moon Jae-in di Hotel Westin, Busan, Korea Selatan, Senin 25 November 2019.

Presiden Moon pun menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan terhadap para ABK Indonesi. Kepada Jokowi, dia memastikan bahwa pemerintah Korea Selatan selalu mengutamakan keselamatan.

“Kami berupaya agar ABK dapat bekerja dengan baik,” ucapnya.

“Sekali lagi saya mohon agar Presiden Moon dapat memberikan perhatian terhadap sistem perlindungan ABK Indonesia ini,” sambung Jokowi.

Di akhir pertemuan, Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia mendukung posisi Korea sebagai Ketua MIKTA pada tahun 2020. Dia berharap agar kerja sama MIKTA dapat diintensifkan sehingga dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

“Saya harap Korea tetap menjadikan ekonomi kreatif sebagai prioritas MIKTA tahun 2020,” kata Jokowi.

Pertemuan tersebut menghasilkan tiga nota kesepahaman yaitu deklarasi bersama pada penyelesaian akhir negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Menyeluruh Indonesia dan Korea, Perjanjian Bebas Visa Bagi Pemegang paspor Diplomatik dan Dinas RI-Republik Korea, dan Kerja Sama Teknik Terkait Pemindahan dan Pengembangan Ibu Kota. (Zul)

 

News Feed