oleh

Job Fair Malang 2019, Apjati Sosialisasikan Sistem Penempatan Satu Kanal Ke Arab Saudi

-Ekbis-56 views

Malang, Monasnews.com – Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) untuk peluang kerja perempuan ke negara penempatan Arab Saudi mulai disosialisasikan oleh Asosiasi Penempatan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) pada Job Fair yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) selama dua hari, sejak besok Rabu (13/11/2019) dan berakhir Kamis (14/11/2019).

Sedikitnya 80 perusahaan ikut ambil bagian dalam bursa kerja tahun ini. Turut hadir pada Job Fair ini, Sekjen Apjati, Kausar Tanjung dan Ketua Job Fair Apjati merangkap Direktur Utama PT. Bursa Usaha Migran Indonesia ( PT. BUMI), Umar Farouk.

“Kami memang ikut serta untuk mensosialisasikan sistem baru penempatan Pekerja Migran Indonesia ke Arab Saudi yaitu melalui Sistem Penempatan Satu Kanal,” ujar Sekjen Apjati, Kausar Tanjung dalam kiriman rilis yang diterima redaksi, Sabtu (16/11/2019).

Menurut Kausar, Kepmenaker Nomor 291 Tahun 2018 yaitu berisi tentang Pedoman Pelaksanaan Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Kerajaan Arab Saudi Melalui Sistem Penempatan Satu Kanal.

“SPSK itu merupakan alternatif terbaik untuk melindungi penempatan PMI ke Arab Saudi,” paparnya.

 

Kausar menambahkan, SPSK lahir dari inisiatif kedua negara (Indonesia dan Arab Saudi) untuk menempatkan PMI melalui kesepakatan program SPSK  sebagai komitmen untuk meningkatkan perlindungan pekerja migran khususnya ke Arab Saudi melalui peningkatan kompetensi, transparansi informasi dan proses penempatan serta optimalisasi perlindungan.

“Sistem Satu Kanal lahir dari kajian panjang pemerintah bersama pelaku penempatan dan itu merupakan model terbaik saat ini untuk melindungi penempatan PMI ke Saudi paska moratorioum tahun 2011,” ujar Kausar.

Menurut dia,  kelebihan program ini sebagaimana tercantum dalam kesepakatan adalah status pekerja migran yang tidak lagi sebagai pekerja domestik berkontrak dengan perseorangan namun berkontrak dengan perusahaan yang disebut syarikah, tidak dipungut biaya penempatan (zero cost), peningkatan kompetensi dan kualitas melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan demand, pembayaran gaji yang transparan melalui rekening bank (sehingga akan meminimalisir kasus gaji tidak dibayar), hak jam kerja juga libur kepada pekerja migran termasuk juga di dalamnya pendapatan yang lebih besar dari yang selama ini didapatkan.

Kausar menambahkan, Indonesia sebagai  negara yang banyak mendapatkan benefit dari para pahlawan devisa, menyambut baik inisiatif ini dengan mendukung terlaksananya program SPSK sebagai upaya menekan proses unprosedural, transparansi informasi serta optimalisasi perlindungan, melalui kolaborasi dengan APJATI yang akan melakukan pengawasan tata niaga dari para perusahaan pelaku penempatan pekerja migran.

“Kami mengharapkan penempatan SPSK ini mampu mengakhiri  ribuan penempatan PMI   oleh mafia PMI melalui jalur-jalur unprosedural yang telah dilakukan  8 tahun era Moratorium.  Karena itu, sistem ini harus arus dilihat sebagai upaya pemerintah untuk menyelamatkan penempatan PMI dari tindak perdagangan orang (trafficking).

Job Fair Disnaker mengambil tajuk Millenial Job Fair untuk tahun ini. Bukan hanya lokal, job fair itu juga melibatkan perusahaan-perusahaan berskala internasional. Job fair akan dilangsungkan di halaman Stadion Kanjuruhan, Kepanjen. Ada ribuan lowongan pekerjaan yang tersedia. Lowongan pekerjaan itu tersedia bagi lulusan SMA hingga S2.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo mengatakan, ada perbedaan dalam job fair yang diadakannya dengan job fair lainnya. Mulai tahun lalu, Disnaker menyediakan stand bagi TNI-Polri agar melakukan sosialisasi perekrutan anggota baru.

“Saya manfaatkan momentum ini dengan mengisi sosialisasi rekrutmen untuk menjadi prajurit TNI-Polri. Ini yang tidak ada di job fair manapun. Besok ada 500 siswa yang hadir, disitu mereka akan mendapat sosialisasi bagaimana nantinya menjadi anggota TNI-Polri,” kata Yoyok, Selasa (12/11/2019).

Kata Yoyok, peserta dipilih yang berasal dari pelosok wilayah Kabupaten Malang. Ditambahkannya, ada narasumber dari TNI-Polri yang dipersiapkan untuk melakukan sosialisasi.

“Saya harap melalui job fair ini, saya mampu melahirkan pemimpin TNI-Polri dari Kabupaten Malang. Selain itu, agar para siswa itu bisa tahu tentang dunia kerja, dunia industri,” terangnya.

Lebih jauh, Yoyok mengungkapkan, tahun lalu antuasias pengunjung job fair cukup luar biasa. Selama dua hari digelar, ada 2.500 pengunjung. (Red)

News Feed