oleh

Pedagang Oke Oce RSUD Menagih Janji Direksi Rumah Sakit

Jakarta, Monasnews.com – Spirit Ok Oce yang ingin memajukan para pelaku usaha UKM di ibu kota tercoreng dengan tidak terakomodirnya 30 pedagang kaki lima (PKL) di kawasan RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Hal ini terkonfirmasi dari Ketua DPW Serikat Pedagang Pribumi Sejahtera (SPPS) DKI, Rakhmat R.M setelah di temui redaksi, Kamis (31/10/2019) di Matraman, Jakarta Timur.

“Mereka (PKL) adalah binaan kami selama 3 tahun, hampir satu tahun ini kami dan teman-teman pedagang kooperatif melakukan koordinasi serta komunikasi dengan wilayah setempat.

Hadir dalam pertemuan itu pihak RSUD, Kecamatan Ps. Minggu, Kelurahan Ragunan dan semua teman “Binaan” kami yang terdaftar sebagai anggota Ok Oce di kelurahan setempat.  Sebelumnya, rapat sejenis juga juga pernah kami adakan bersama-sama dengan unsur RSUD, BPAD, BPAD, perwakilan kecamatan dan kelurahan membahas keberlangsungan teman-teman PKL.


“Hasilnya, Direktur RSUD menjanjikan harus ada warga PKL setempat yang terakomodir, tapi nyatanya tempat yang dibangun untuk kantin di area RSUD diberikan kepada Ok Oce Smart dan warga pedagang pribumi binaan kami tidak diberikan kesempatan bahkan diambil haknya oleh Oke Oce Smart yang lebih mengakomodir pedagang di luar wilayah tersebut. Ini sama saja ok oce membunuh anak kandungnya sendiri,” papar Rahmat.

Ditambahkannya, pihaknya juga sudah berkirim surat ke Gubernur DKI dan berkoordinasi dengan Mas Vicky dari TGUPP. Ini dilakukan karena tidak ada niat baik dari pihak Ok Oce Smart untuk duduk bersama membahas persoalan ini!.

“Apa yang dilakukan Ok Oce Smart bisa menciderai cita-cita Pak Anies dalam janji kampenyenya yang juga saat ini terang benderang concern dan membela keberpihakan kepada para pelaku usaha kecil khususnya PKL di ibu kota. Saya juga akan koordinasi dengan Ketua Umum DPP SPPS dalam waktu dekat apakah akan menempuh jalur hukum menyikapi masalah ini,” terang Rakhmat.

Di tempat yang sama, Yanto selaku Ketua Paguyuban PKL kawasan RSUD mengatakan dalam dua tahun yang lalu dirinya dan kawan-kawan ikut berkontribusi dengan DPP SPPS dalam deklarasi mendukung Pak Gubernur Anies di Panglima Polim. Kini, kami terancam dengan ok oce smart karena tidak mendapatkan tempat di kantin RSUD. Toh, kami juga punya hak untuk berkembang dan naik kelas, berdagang dengan aman dan tidak diusir oleh Satpol PP.

“Kami berharap SPPS selaku induk organisasi kami terus membantu & memperjuangkan hak-hak kami sebagai orang kecil,” pungkas Yanto. (Zul)

News Feed