oleh

AKBP Sukardi Dorong FPK Beri Pemikiran RUU Bela Negara

-Nasional-87 views

Sentul – Undang-undang Bela Negara kehadirannya dirasakan penting oleh masyarakat. Dengan adanya UU Bela Negara maka masyarakat akan jelas hak dan kewajiban atas negara.

“Saya apresiasi jika ada teman-teman FPK yang memberikan konstribusi pemikiran ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait RUU Bela Negara,” ujar Anggota Komite Intelejen Daerah (Kominda), AKBP Sukardi ketika menjawab pertanyaan peserta kegiatan Pelaksanaan Forum Pembauran Kebangsaan (Kemah FPK) Tahun 2019 di Richer Farm Sentul, Bogor, Selasa (24/6/2019).

Menurut Sukardi, undang-undang yang dibuat di DPR pada esensinya merupakan konsensus antara masyarakat dengan wakilnya yang duduk di parlemen. Karena itu, agar undang-undang yang dihasilkan mewakili aspirasi masyarakat maka konsepnya harus juga disiapkan dari masyarakat.

Berbicara dalam tema “Penanganan Konflik Sosial dan Peningkatan Peran Masyarakat Dalam Kamtibmas Melalui Pemberdayaan Potensi Keragaman,” Sukardi mengatakan bahwa konflik sosial di Masyarakat sejatinya harus dihindarkan karena tidak ada manfaatnya.

Mengutip pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bahwa sebagai barometer maka Jakarta harus memberikan contoh yang positif bagi daerah lain. Karena itu, sumber-sumber konflik juga harus bisa diantisipasi agar tidak terjadi dan menimbulkan dampak yang tidak diharapkan.

Sukardi menguraikan beberapa faktor yang berpotensi konflik dua yang penting yaitu penyebaran berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hate speech)

“Hoax dan ujaran kebencian harus kita hindari jika kita menginginkan ketenangan dan kedamaian di Masyarakat. Sebagai elemen masyarakat, FPK harus menjadi motivator dalam membantu masyarakat mencegah penyebaran hoax dan gate speech,” ujarnya.

Kegiatan Pelaksanaan Forum Pembauran Kebangsaan (Kemah FPK) Tahun 2019 yang diadakan Kasubdit Pembauran Kesbangpol DKI Jakarta dihadiri 130 peserta dari perwakilan etnis yang ada di Jakarta. (Zul).

News Feed