oleh

Kesbangpol DKI Sebut Hoax dan Ujaran Kebencian Ancaman Demokrasi

-Nasional-55 views

Jakarta – Penyebaran berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hate speech) merupakan ancaman serius bagi tumbuh dan berkembangnya demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu, Hoax dan Hate Speech harus kita jadikan musuh bersama agar kita bisa membangun demokrasi di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan  Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si ketika membuka kegiatan “Kemitraan Pemerintah Daerah dengan Partai-Partai Politik Angkatan 3 Tahun 2019“  di Ballroom Hotel Akasia Jalan Kramat Raya 81, Senin (24/6/2019).

Menurut Taufan,  sesuai tujuan dan fungsinya bahwa p­­­­­artai politik memiliki tujuan yaitu untuk mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia, menjaga dan memelihara kedaulatan negara kesatuan Republik, mengembangkan kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat serta mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Keempat amanah konstitusi itu kata Taufan diperjuangkan oleh partai politik melalui fungsinya sebagai sarana penyalur aspirasi da­­­n wadah partisipasi politik masyarakat.

Dia menjelaskan, seiring telah dilaksanakan Pemilu secara serentak yaitu pemilihan presiden dan wakil presiden atau Pilpres dengan pemilihan legislatif atau (Pileg) pada tanggal 17 April 2019 maka prediksi kondisi pasca Pemilu dinamika sosial politik otomatis akan semakin tinggi dan kompleks. Indikasinya yaitu marak-maraknya isu isu hoax dan penyebaran ujaran kebencian (hate speech) di media sosial. Hal itu sebagai tantangan besar dalam kehidupan berdemokrasi kita yang harus segera diwaspadai dan diantisipasi secara dini dan konkret.

“Pilpres telah membuat persaudaraan kita  sebagai sebuah bangsa sempat terkoyak. Karena itu, pertemua ini bertujuan untuk merajut kembali persaudaraan agar tetap kokoh ke depannya,” ujar Taufan.

Dalam konteks itulah pada umumnya intim yang baik ini kami mengajak para kader partai politik untuk bersama-sama bahu-membahu mewujudkan semangat kebersamaan, keberagaman dan kebangsaan tanpa memandang suku, agama ras dan status sosial sekaligus berusaha membangun relasi sosial dan kesadaran kolektif guna mewujudkan suasana kehidupan bersama yang aman, damai dan harmonis dengan melandasi oleh semangat cita-cita perjuangan bangsa dan bersumber pada kondisi objektivitas nasionalisme Indonesia yang telah diamanatkan dalam undang-undang dasar 1945 dan Pancasila,

Terkait putusan MK pada 28 Juni esko, saya meminta agar seluruh jaringan Parpol sampai ke ranting-ranting turut menjaga kondisi politik di masyarakat. Ingat Jakarta itu barometer segalanya. Jika politik kita tidak aman maka kegiatan ekonomi masyarakat juga akan terganggu.

“Saya berharap para kader partai politik untuk bersama-sama bahwa mewujudkan semangat kebersamaan persatuan dan harmonisasi dan guna mewujudkan suasana kehidupan bersama yang aman, damai dan harmonis sekaligus mampu memberi warna dan nuansa positif sebagai sarana pendidikan politik yang, santun dan beretika yang akan berdampak menjadi kekuatan pendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan khususnya di Provinsi DKI Jakarta,” harap Taufan.

Pada kesempatan itu, Taufan juga menyampaikan pesan dan harapan kepada seluruh kader partai politik sebagai Mitra strategis pemerintah Provinsi DKI untuk dapat:

Pertama, menjadi pelopor perekat keragaman dan pemersatu kemajemukan agar Jakarta yang multi etnis multi budaya agama serta multikultural tetap sejuk damai nyaman dan aman

Kedua, menjadi pelopor penggalang rasa kebersamaan membangun ikatan tali silaturahmi antar kadar maupun masyarakat lainnya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketiga, menjadi pelopor penggalang rasa kebersamaan membangun ikatan tali silaturahim antar kader maupun masyarakat lainnya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Terakhir, jadi pelopor untuk meningkatkan hubungan kemitraan yang positif dan konstruktif serta menggalang tumbuhnya semangat dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di ibukota Jakarta.

Sementara  itu Kasubdit Fasilitasi Kelembagaa, Tumpal Datner, MM mengatakan  penyelenggaraan kegiatan ini dilaksanakan 1 hari pada hari Senin (24/6/2019) di Ballroom Hotel Akasia Jalan Kramat Raya 81. Peserta berjumlah 75 orang yang terdiri dari para dari 16 partai politik.

Adapun narasumber yaitu Dr.Emrus Sihombing, Dosen Pasca Sarjana Universitas Pelita Harapan, Dr.Ubedillah Badrun, Dosen Universitas Negeri Jakarta, dan Ir.Hamry Gusman Zakaria., MM,  Motivator Indonesia. (Zul dan Endi)



News Feed