oleh

Gerakan Bhakti Cendana Programkan Kembalikan Kejayaan Indonesia

-Nasional-115 views

Jakarta – Gerakan kembalikan kejayaan Indonesia yang pernah terjadi di era kepemimpinan Presiden Soeharto kini disuarakan sejumlah aktivis yang tergabung dalam wadah bernama Gerakan Bhakti Cendana (GBS).)

“Selama 4 Tahun Indonesia di bawah Presiden Jokowi ekonomi dan politik bukan tambah baik. Rakyat butuh kepemimpinan yang membela hak-hak mereka sebagai warga yang berdaulat,” ujar Ali Assegaf Penasehat sekaligus pendiri GBC ditemui usai mengadakan Halal Bihalal di Jakarta, Minggu (23/6/2019).

Ali menjelaskan, GBK lahir dengan semangat untuk mengembalikan kembali kejayaan Indonesia seperti yang pernah dialami di era kepemimpiann Presiden Soeharto. Di bidang pangan, Indonesia mengalami swa sembada pangan bahkan surplus dan ekspor ke luar negeri. Di bidang politik terjadi stabilitas yang baik sehingga ekonomi berjalan dengan bagus. Di bidang agama, tidak terjadi persekusi terhadap ulama.

Motto kami, kata Ali yang pernah menjadi tenaga profesional Konsultan Jenderal Indonesia di Los Angeles, California,  Amerika Serikat di era tahun 90-an ini, yaitu mengembalikan Indonesiakan menjadi Indonesia. Artinya, GBC mempunyai tanggungjawab moril bersama para aktivis pembaharu Indonesia untuk bersama-sama kembali mewujudkan kejayaan Indonesia.

“The New Deal (kesepakatan baru) dengan para aktivis pembaharu ini tengah kita galang bersama 34 cabang GBC di seluruh Indonesia,” ujar Ali yang didampingi pendiri GCB, Beni Sadikin.  

Ali menilai,  bergesernya cita-cita proklamasi Indonesia berupa platform negara adil makmur ini terjadi lantaran di bidang politik Indonesia paska 4 kali amandemen UUD 45. Akibatnya, seluruh kebijakan politik dan ekonomi tidak berorientasi lagi kepaa kesejahteraan rakyat melainkan kebijakan yang pro pasar di mana siapa yang kuat disitulah yang menang. Karena itu, GBC bersama komponen pembaharu mempunyai itikad yang kuat untuk mengembalikan lagi keaslian UUD 1945.

Klaim GBC akan masih adanya pendukung Soeharto ini tampaknya beralasan. Menurut Ali, perolehan suara Partai Berkarya besutan Tommy Soeharto yang berhasil mendapatkan suara sebanyak persen itu tidak lain karena bekerjanya mesin GBC di seluruh Indonesia.

“Anda tahu, kami baru 1 tahun berdiri dan masih bayilah namun sudah bisa menggalang suara untuk Partai Berkarya hampir 4 juta suara. Karena itu, kami yakin rakyat merindukan kembali kejayaan Indonesia  dan kami siap untuk berbakti kepada kemajuan rakyat di segala bidang,” papar Ali.

“Kita optimis GBC ke depan akan menjadi jembatan bagi rakyat dan pemerintah. Sesuai tagline GBC ‘Mengembalikan Indonesia Menjadi Indonesia.’ GBC akan menjadi gerakan think tank untuk perjuangan rakyat.“   

Ditanya kemungkina GBC menjadi partai politik, Ali secara tegas menyatakan GBC tidak akan berubah menjadi partai politik. GBC berkomitmen untuk kesejahteraan rakyat.

“Komitmen untuk kesejahteraan rakyat dan tak mau membentuk partai yang akhirnya menggunakan rakyat untuk kepentingan partainya, No..!

Gerakan Bhakti Cendana (GBC) juga menjadi salah satu organisasi penting tidak hanya bagi keluarga Presiden Indonesia Masa Orde Baru, H. Muhammad Soeharto (Alm), tapi juga bagi bangsa Indonesia. GBC dikukuhkan langsung oleh Putri Pertama Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau ‘Mbak Tutut’, GBC adalah organ yang didirikan oleh Muhammad Ali Asegaf dan Benny Sadikin, sejak Maret 2018. (Zul)

News Feed