oleh

Hoax dan Masa Depan Demokrasi Kita

-Opini-58 views

Zulfikri D. Jacub

Konsultan Media

MALAM TADI baru saja kita mengikuti debat pertama Capres-Cawapres. Saya menilai harapan masyarakat kepada Capres-Cawapres pilihan masing-masing ini cukup tinggi. Seperti warga Jakarta lain, sejak awal saya sudah menyiapkan waktu saya untuk mengikuti acara ini. Malam itu saya baru saja rapat dengan Ketua APJATI, Asosiasi Perusahaan Penempatan TKI bersama pegiat buruh migran lainnya. Kelar Rapat, kami pun makan di restoran tidak jauh dari kantor APJATI. Usai Rapat ada telpon dari anak saya, Alvin yang meminta agar saya menjemputnya di Halte Penas, By Pass.

Harapan saya untuk mengikuti debat Capres- Cawapres di restoran bersama teman-teman pun pudar. Saya tahu, arah pulang dari Warung Buncit, Pancoran, pasti macet seperti biasanya. Alih-alih nonton bersama teman buruh migran di restaran saya pun persingkat ngobrol pun dan minta izin pamitan duluan untuk pulang jemput anak karena khawatir jalur Buncit-Pancoran-Cawang akan macet seperti biasanya sementara anak saya sudah sampai Cililitan. Akhirnya, saya pun pulang seperti biasa menaiki motor. Malam itu, lalu lintas cukup lenggang, dan hampir tidak ada kemacetan sepanjang jalan Warung Buncit-Pancoran menuju Cawang. Biasanya jalan ini cukup pamer, alias padat merayap. Hal ini menunjukkan warga Jakarta sebagai pemilih cerdas dari seluruh provinsi di Indonesia memilih untuk pulang lebih awal atau pulang telat alias nonton di tempat kerjanya masing-masing.

Saya tidak bermaksud untuk membahas tentang dialog debat Capres-Cawapres, teman-teman. Saya hanya memperlihatkan adanya Fenomena yang menunjukkan bahwa harapan kepada para pemimpin masa depan itu cukup tinggi. Dalam konsep demokrasi, seorang presiden adalah chief executive tertinggi baik di bidang pemerintahan, hukum maupun Polri-TNI. Karena itu, adalah wajar jika warga Jakarta ermasuk saya ini dan juga anda serta seluruh rakyat indonesia malam tadi begitu berharap pada masa depan kita dipimpin oleh Presiden baru 2019 : Apakah Pak Jokowi atau Pak Prabowo.

Mekanisme pemilihan presiden-wakilnya secara 5 tahun ini pada dasarnya merupakan pesta demokrasi rakyat yang ditunggu-tunggu. Pemilu pada Rabu 17 April yang telah ditetapkan sebagai hari libur nasional wajib kita ikuti untuk menentukan arah dan masa depan bangsa kita. Di situlah, rakyat melihat harapan akan cita-cita yang dimandatkan kepada Presiden-wakilnya untuk membangun masyarakat yang adil dan makmur, melindungi segenap rakyatnya, berdaulat, untuk adil dan mamur, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, mewujudkan ketertiban dunia, diperlihatkan melalui perdebatan visi-misi capres-cawapres.

Kita tahu bersama bahwa cita-cita proklamasi yang diterjemahkan dengan sangat baik oleh the founding fathers itu sangat mulia karena sejatinya tugas Presiden-Wakilnya memang untuk mengantarkan rakyatnya kepada gerbang emas kemerdekaan.

Perjuangan untuk membangun cita-cita kemerdekaan ini harus kita akui tidaklah mudah. Selalu saja ada pihak-pihak yang tidak ingin cita-cita itu terwujud. Pihak-pihak yang menghambat cita-cita Proklamasi kita itu ari luar, atau asing. Kolonialisme sebagai produk dari kapitalisme, fasisme dan sosialisme, memang tidak pernah berhenti. Penjajahan baru dalam bentuk yang tanpa sadar kita alami saat ini sesungguhnya sedang berlangsung di depan mata kita.

Salah satunya, saya mengutip apa yang dikatakan oleh Mantan Panglima TNI, Gator pernah mengatakan bahwa Proxy War, atau perang yang menggunakan pihak ketiga atau kelompok lain untuk menghancurkan suatu negara tanpa menggunakan peluru, selalu diserukan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai ancaman terbesar Indonesia.

Pihak asing, katakanlah yang selama ini mengeskploitasi SDA, SDM kita, sangat berkeinginan agar negeri ini tidak menjadi negeri yang bersatu, negeri yang kuat, bermartabat, negeri yang sesuai dengan cita-cita proklamasi tadi. Politik Devide et empera ala Kolonialisme Belanda atau politik pemecah belah atau adu domba ini ternyata secara tidak sadar juga tengah berlangsung di sekitar kita.

Ada 3 media di mana ancaman yang dipakai pihak asing untuk melakukan proxy war:

  1. Selular
  2. Internet
  3. Media Sosial, FB, Twitter, Istagram, dlll

Jadi, proxy war pihak asing ini berkolaborasi dengan kelompok-kelompok di dalam negeri yg dibayar cukup tinggi untuk dapat dilakukan dengan menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial.

Ada banyak target dari penyebaran Hoax ini. Pertama, yaitu rusaknya ikatan persatuan kita sebagai sebuah bangsa dan setanah air. Jadi, kalau sudah perpecahan ini berhasil mereka lakukan maka mereka akan mudah untuk mengadu domba kita satu sama lain. Jika ini terjadi, maka kita energi kita akan habis untuk mengurusi pertikaian satu sama lain. Di lain sisi, pihak asing akan terus mengeksploitasi SDA kita karena kita tidak lagi memperhatikannya.

Kedua, target yang paling ekstrem yaitu menjajah Indonesia. Ini yang berbahaya. Karena itu kita harus selamatkan republik ini dengan cara mengenali musuh bersama kita. Tonton tayangan berikut

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

13 komentar

  1. I have been browsing on-line more than three hours lately, yet I
    by no means discovered any fascinating article like yours.
    It’s lovely worth sufficient for me. Personally,
    if all webmasters and bloggers made good content material as you probably did, the web will likely be much
    more useful than ever before.

  2. This design is spectacular! You most certainly know how to keep a reader entertained.
    Between your wit and your videos, I was almost moved to start my own blog (well, almost…HaHa!) Excellent job.
    I really enjoyed what you had to say, and more than that, how you presented it.
    Too cool!

  3. It is really a nice and helpful piece of information. I’m
    satisfied that you just shared this useful information with us.
    Please stay us up to date like this. Thanks for sharing.

  4. Wonderful website. A lot of helpful information here. I am sending it to a few friends ans additionally sharing in delicious.
    And obviously, thank you in your effort!

  5. Please let me know if you’re looking for a author for your site.
    You have some really good posts and I feel I would be a good asset.
    If you ever want to take some of the load off, I’d love to write some articles for
    your blog in exchange for a link back to mine.

    Please send me an e-mail if interested. Cheers!

  6. Attractive component to content. I simply stumbled upon your site and in accession capital to claim that I acquire
    actually loved account your weblog posts. Any way I will be subscribing on your feeds and even I success you get right of entry
    to persistently fast.

News Feed