oleh

Unhan Dukung Pemilu Damai

-Politik-39 views

KAMPUS Bela Negara Universitas Pertahanan ikut memperingati Hari Perdamaian Dunia Ke-70 di Kompleks IPSC, Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kemarin. Tema yang diangkat ialah The right to peace-The Universal Declaration of Human Rights at 70.

Dalam kesempatan itu, pihak kampus juga menggelar seminar internasional dengan menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, di antaranya Haffid Abbas (Ketua Komnas HAM 2014-2015) dan cendekiawan Franz Magnis-Suseso.

Plt Rektor Universitas Pertahanan Dadang Gunawan mengatakan Hari Perdamaian Dunia kali ini difokuskan pada penumbuhan kesadaran dan penggugahan semangat memperjuangkan hak asasi manusia. Salah satunya hak untuk mendapatkan perdamaian.

“Salah satu program studi di Univer-sitas Pertahanan ikut berpartisipasi menyatakan dan menyerukan bahwa perdamaian dunia adalah hak segala bangsa. Itu merupakan dasar kebutuhan bersama,” kata Dadang saat memberikan sambutan.

Ia menambahkan seminar itu sebagai pengabdian kepada masyarakat sesuai salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Sebenarnya bukan kampanye damai, melainkan keterpanggilan Universitas Pertahanan untuk bersama-sama seluruh komponen agar pemilu diharapkan penyelenggaraannya berjalan dengan damai,” lanjut dia.

Dalam pemaparannya, Franz Magnis-Suseno mengutarakan Indonesia sudah sering menggelar pemilu dan selalu berlangsung damai. Ia pun optimistis perhelatan Pilpres 2019 akan berjalan damai. Soal isu SARA dan isu agama, ia berpendapat sudah tidak pantas lagi digunakan.

“Ini tentu sesuatu yang tidak saya harapkan karena dari sudut agama tidak ada alasan untuk membedakan di antara mereka yang terlibat dalam pemilihan-pemilihan itu,” kata Franz Magnis-Suseno.

Ia menyatakan, jika agama dipakai sebagai alat politik, hal itu secara tidak langsung hendak mengatakan bahwa pihak lawan menjadi tidak beragama.

“Itu sama sekali tidak baik. Jadi saya mengharapkan bahwa masalah-masalah identitas agama tidak masuk pemilihan ini. Karena di pemilu nama atau orang yang muncul, identitas agamanya sudah jelas,” ungkap-nya.

Menurutnya, penggunaan sentimen agama dalam pemilu merupakan sesuatu yang tidak masuk akal. “Kita mengharapkan bahwa dalam kompetisi yang dimajukan adalah masalah pembangunan, masalah kemajuan, masalah penanganan ketertinggalan atau mereka berjuang cukup, dan sebagainya. Itu yang nyata,” katanya.

Selain seminar internasional, Universitas Pertahanan juga melakukan pembacaan deklarasi perdamaian yang mengecam segala bentuk keke-rasan dan kesewenang-wenangan yang terjadi di seluruh dunia.

Mereka juga menyerukan pengha-pusan segala bentuk diskriminasi yang terkait suku, agama, dan ras, serta mengedepankan saling menghargai dan menghormati.(Mediaindonesia.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

5 komentar

  1. I think that is among the such a lot vital info for me.
    And i am glad studying your article. However wanna
    observation on some common issues, The site taste is
    perfect, the articles is in reality great : D.
    Good process, cheers

  2. I really like your blog.. very nice colors &
    theme. Did you create this website yourself
    or did you hire someone to do it for you?
    Plz respond as I’m looking to design my own blog and would like to find out
    where u got this from. thanks a lot

  3. Hmm is anyone else experiencing problems with the images on this
    blog loading? I’m trying to find out if its a problem on my
    end or if it’s the blog. Any suggestions would be
    greatly appreciated.

News Feed