oleh

Utang, Kemiskinan dan Revolusi Sosial

-Opini-49 views
Dr. Syahganda Nainggolan
Direktur Sabang Merauke Circle
Zulkifli Hasan (ZH/Ketua MPR) dan Sri Mulyani (SMI) beradu argumentasi soal hutang yang membengkak. ZH geleng geleng kepala, Hutang sudah hampir rp 400 Trilyun yang harus dibayar tahun ini. Belum ditambah bunga, rp. 238 Triliun. Namun, SMI menyanggah dengan 7 poin dalam facebook nya, diantaranya 3 argumen sbb.: 1) hutang ini adalah warisan rezim SBY. Menurutnya sebesar 44% warisan SBY, 2) utang ini sebanding dengan naiknya proporsi atau rasio anggaran kesehatan thd utang. Pada tahun 2019, anggaran kesehatan 122 T atau 4,77 kali tahun 2009, 3) utang ini masih aman di bawah 30%, sementara UU membolehkan utang sampai dengan 60% PDB.
Ada 3 hal yang perlu dicatat dari perdebatan mereka, 1) terungkap, sebagaimana kata ketua MPR, bahwa awalnya SMI menyembunyikan info adanya hutang jatuh tempo Rp. 399 T dalam nota keuangan resmi. 2) SMI ingin memberi kesan bahwa cicilan hutang tersebut dari masa lalu. (Bukankah dia menteri kepala Bappenas dan keuangan di masa itu?) 3. Hutang itu untuk urusan rakyat kecil, yakni anggaran kesehatan. Bukan untuk infrastruktur. Jadi kalau hutang tentu rakyat miskin harus ikut tanggung jawab?
Sejak polemik utang di atas, ditambah kritikan Rizal Ramli secara terus menerus kepada SMI, situasi di masyarakat juga mengalami peningkatan pembicaraan soal utang.  Àpalagi dollar terus meroket terhadap rupiah. Sebab, hutang kita, baik  negara (“Sovereign debt”) maupun swasta telah bertambah sekitar 1500 rupiah setiap hutang 1 dollar dalam setahun terakhir ini. Belum lagi kepentingan praktis bagi masyarakat dan pelaku usaha yang membutuhkan dollar bagi pembayarannya.
Oleh karenanya kita perlu memeriksa lebih dalam lagi soal utang ini terkait dengan beban pembangunan, kekerasan sosial dan penderitaan rakyat yang akan menanggungnya. Sebab, krisis 97/98 menunjukkan rakyat semua turut menanggung beban krisis ekonomi, berupa hutang 600 Triliun yang harus dibayar negara selama 30 tahun sejak masa itu dan adanya kerusuhan sosial. Fenomena yang sama juga kita saksikan di negara2 barat, seperti Yunani, Italia, Iceland dll yang terjerat hutang sejak krisis ekonomi 2008.
*Infrastruktur dan Hutang Kita*
Suzuki, dalam “Indonesia Lives Dengerously with  355 billion Dollar Infrastructure Drive”,
Nikkei Asian Review, November 2017, menguraikan ambisi rezim Jokowi dalam hal infrastruktur. Sejak awal Jokowi me launching rencana pembangunan 1000 km tol, lebih dari 3000 km rel kereta api, 24 pelabuhan dan 35.000 MW power plant, selama 5 tahun kepresidenannya, dengan biaya rp. 4800 Triliun ($355 billion).
Untuk pembiayaan yang ambisius ini, pemerintah mempebesar anggaran untuk infrastruktur, khususnya dengan pengurangan dan pengalihan subsidi BBM, listrik dan gas elpiji; melakukan hutang; menggerakkan BUMN untuk menghutang dan menjalin kerjasama pembiayaan dengan investor lokal dan asing.
BUMN, atas beberapa alasan, seperti kerumitan birokrasi pemerintah dan lambatnya realisasi pembiayaan, akhirnya banyak mengambil alih kepemimpinan dalam mewujudkan ambisi ini. BUMN, khususnya Infrastruktur, menjadi lokomotif.
 Suzuki mencatat kenaikan hutang 7 BUMN (4 diantaranya bidang infrastruktur) mencapai Rp 200 Triliun pada September 2017. Sebuah kenaikan sebesar 300 persen selama 3 tahun.
Pada Januari 2018, Bloomberg dalam situsnya melaporkan hanya setengah dari rencana pembiayaan Jokowi yang mendapatkan komitmen (janji). Untuk itu Jokowi tetap  mengejar ambisinya untuk mencari 150 milyar dollar lagi, sampai akhir pemerintahannya.
Dalam laporan Bloomberg yang berjudul “Indonesia Needs $157 Billion for Infrastructure Plan” itu, pemerintah berharap dapat memenuhi sebesar, $ 15 Milyar, BUMN sebesar $44,8 Milyar dan sisanya $ 109,8 Milyar dari investor swasta lokal dan asing.
Namun, ambisi Jokowi ini kandas dengan meroketnya dollar terhadap rupiah. Belakangan ini Jokowi sudah sibuk dengan propaganda pembangunan sumberdaya manusia. Mulai memperbanyak subsidi kembali, baik mengadakan kembali premium bersubsidi, memperbesar dana desa, menambah dana dan cakupan bansos PKH dan BPNT, dana padat karya dll.
Meski propaganda infrastruktur telah berganti ke sumber daya manusia, sejarah mencatat hutang Indonesia melonjak tajam karena infrastruktur, bukan untuk program sosial.
Menurut data statistik BI,  Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan II 2018 tercatat
sebesar 355,7 miliar dolar AS, terdiri dari utang
pemerintah dan bank sentral sebesar 179,7
miliar dolar AS, serta utang swasta sebesar
176,0 miliar dolar AS. Penambahan utang yang diciptakan pemerintahan Jokowi ini lebih dari 1000 triliun dalam waktu 4 tahun.
*Utang dan Dollar Meroket*
Jokowi sudah berjanji dua kali soal dollar ini. Pada masa akan berkuasa, pendukung utama Jokowi menebarkan propaganda bahwa dollar akan turun dari rp. 12.000 ke rp.10.000 per dollar jika Jokowi berkuasa. Kedua, Jokowi sendiri yang mengatakan bahwa rupiah akan meroket pada September 2016.
Namun, kita tahu, sampai saat ini dollar terus menguat, bahkan sudah mencapai angka krisis ekonomi 98, yakni 1 dollar sama dengan  Rp. 14 .800.
Meroketnya dollar sudah pasti cepat atau lambat akan mengantarkan ekonomi kita pada krisis. Pertama, hutang akan membengkak, baik pemerintah maupun swasta. Hutang pemerintah ini akan memperburuk kemampuan membayar hutang dan membiayai pembangunan, khususnya infrastruktur.
Kedua, beban hutang swasta yang meningkat dan sikap swasta dalam merespon situasi ini dengan menurunkan aktifitas bisnisnya, akan menjadi pendorong lemahnya kemampuan pemerintah mencari pendapatan, khususnya pajak, dan menurunnya kemampuan ekonomi menciptakan lapangan kerja.
Namun, sebagaimana analisa dan pengamatan Ruchir Sharma (2016) soal hutang, bahwa situasi ini seringkali disikapi terlambat, karena “credit mania” yang dipuja puji lembaga rating dan lembaga pengutang, membuat posisi kita masuk dalam jebakan.
Jebakan itu sejatinya telah terjadi saat ini. Karena 1) kemampuan membayar bunga hutang kita dilakukan dengan kembali menghutang. 2) neraca perdagangan defisit. 3) perekonomian secara keseluruhan melesu.
*Kutukan Hutang*
Utang tentu di butuhkan untuk pembangunan. Itu hal basic dalam ilmu ekonomi pembangunan. Masalahnya, negara-negara berkembang sering terjebak dalam utang yang menghancurkan.
Pembangunan 32 tahun orde baru hancur seketika manakala hutang membengkak mencapai 174 milyar dollar saat itu (pada saat krisis 97/98 hutang tersebut dalam proporsi yang hampir sama jumlah hutang negara dibanding swasta).
Pertumbuhan ekonomi orde baru 8% tahun 1996 terhempas ke -13% tahun 98. Dollar dari rp. 2600 per dollar terjun bebas ke rp 16.000.  Inflasi dari 6,5% menjadi 65%. Krisis ekonomi terjadi secara dahsyat dan berkepanjangan. Indonesia harus masuk “rumah sakit” dengan pertolongan IMF berupa “43 milyar bail out” dan program program yang dikendalikan IMF selama bertahun tahun dengan kontrak yang dikenal sebagai “letter of intens”.
Pengutang tentu saja tidak ingin mendapatkan sedikit keuntungan, selain mendikte bunga utang dan pembayaran utang, pengutang seringkali menghina Bangsa Indonesia, seperti memaksa sumberdaya energi, air, hutan dlsb. dalam perjanjian yang merugikan kita.
Selama dalam kendalai IMF di atas, undang undang terkait tentang kekayaan negara dan investasi semuanya bersifat memiskinkan kita. Misalnya, UU Migas yang mengatur maksimal penjualan minyak ke dalam negeri hanya boleh 25% saja.
*3 Cara Pandang Tentang Hutang*
Ada 3 cara melihat hutang dalam pembangunan. Yakni, a) seperti pandangan SMI yang hidupnya banyak didekasikan pada IMF dan World Bank, pemberi hutang.  Pandangan ini melihat bahwa dengan hutanglah sebuah negara akan maju. Tiada negara bisa besar tanpa hutang. Apalagi negara negara miskin, yang butuh bantuan untuk menghilangkan kemiskinan itu.
 b) Cara pandang kedua seperti Ruchir Sharma, seorang “investment bankers” Morgan Stanley, yang namanya sangat melambung dengan bukunya “the rise and fall a nation”. Ada 3 hal yang menurutnya penting dilihat soal hutang. Pada bukunya itu, bab “The Kiss if Debt”, pertama, dalam hutang ada kepentingan pengutang dan peminjam, khususnya swasta, yang saling mendorong  membengkaknya hutang terus menerus. Ini yang disebutnya “credit mania”. Mereka lupa diri dan lalai atas manfaat hutang tersebut.
kedua, pertumbuhan hutang, khususnya swasta, terus jauh di atas pertumbuhan ekonomi (gdp). Khusus hutang swasta ini, sekali lagi, Sharma memberikan bobot yang sangat penting.
 Menurut penelitian dia, siklus 5 tahun akan terjadi, di mana, situasi utang yang tidak terkendali itu setelah berturut turut 5 tahun, akan mengakibatkan krisis ekonomi.
Puncak 5 tahunan ini selalu ditandai dengan pujian-pujian majalah internasional utama, seperti Time kepada Menteri Keuangan atau Presidennya, dan juga pujian-pujian perating internasional.
(sebagai catatan:
Laura Alfaro (harvard University) dan beberapa akademisi dari universitas lainnya di USA dalam “Lessons Unlearned? Corporate Debt
in Emerging Markets”, 2017, memastikan peranan hutang swasta turut serta memperburuk ekonomi negara, ketika terjadi krisis hutang.)
ketiga, menurut Sharma, situasi akan memasuki Debtophobia. Hutang pada masa ini sudah tidak terkendali. Kemampuan membayar hutang sulit. Investor takut memberi hutang baru. Ekonomi mulai terpukul. Pertumbuhan menurun.
Dia mengatakan bahwa semua orang, baik pemerintah maupun swasta, ditandai dengan ketakutan membicarakan utang. Ini yang disebutnya Debtophobia. Sebab, hutang yang tadinya menunjukkan sisi baik, sekarang menjadi kutukan.
Jika sebuah rezim masih tidak sensitif terhadap situasi ini, ekonomi akan  hancur.
C. Cara pandang ketiga adalah cara pandang konspirasi, seperti yang diuraikan Perkins, dalam  bukunya “Confession of the Economic Hit Man”.
Cara pandang Perkins, yang bukunya sempat “best sellers”, menguraikan pengalamannya bekerja diberbagai negara, juga Indonesia, untuk menciptakan hutang bagi negara2 berkembang. Dia bekerja mendesain projek2 infrastruktur, seperti jalan, energi, dlsb, untuk dijalankan pemerintah negara berkembang, sehingga perlahan-lahan negara tersebut ketergantungan dengan hutang. Hutang yang awalnya berbiaya murah, lama kelamaan menjerat pengutang, dan mulai dikenakan biaya tinggi.
Ketika Perkins menulis bukunya, pengutang atau kreditor masih merujuk kepada lembaga multilateral seperti IMF dan World Bank, serta negara2 barat. Saat ini, dengan hadirnya Cina sebagai kreditor, teori konspirasi kembali menguat dalam tuduhan baru.
Rex Tillerson, mantan state of secretary  USA era Trump, menuduh Cina menjebak negara negara miskin dunia dengan utang bukan untuk keuntungan bunga, melainkan untuk mengambil alih negara tersebut.
*Utang dan Kemiskinan*
Sri Mulyani berusaha menampilkan wajah protogonis dari seorang neoliberal atau memanipulasi wajah jahat sosok neolib terhadap orang orang miskin seolah menjadi pahlawan, ketika membandingkan (dalam debat dengan ketua MPR) betapa belas kasihnya pemerintah terhadap orang 2 miskin dengan menambah anggaran kesehatan dan dana desa.
Saat ini, karena menjelang pemilu, Sri Mulyani berusaha melawan prinsipnya tersebut, demi membuat rakyat berterimakasih dengan rezim Jokowi. Sebagaimana terlihat anjuran menteri sosial beberapa waktu lalu, agar rakyat memilih kembali Jokowi karena anggaran bansos naik 100%.
Namun, sekali lagi, tindakan rezim jokowi kepada rakyat miskin ini akan mengalami dilemma, khususnya ketika investor tidak berbaik hati. Sebagai pengutang, investor dan kreditor tentu ingin uangnya lebih utama dikembalkan ketimbang rejim Jokowi membengkakkan anggaran bantuan sosial itu.
Moody, lembaga pemberi rating, misalnya, meski menaikkan rating Indonesia pada bulan April dari Baa3 ke Baa2, namun sebulan kemudian telah memberi peringatan Indonesia sebagai negara beresiko tertinggi setelah India. Peringatan ini sebagai sinyal Moody tidak ingin kehilangan kredibilitasnya terhadap investor.
Sri Mulyani, sebagai eks petinggi IMF dan World Bank, pasti akan kembali pada preskripsi standard mereka, yakni “austerity” alias penghematan. Penghematan dalam setiap krisis artinya mengurangi biaya sosial dan memperparah nasib orang miskin.
Alhasil, dapat diperkirakan, “sogokan sosial” rejim Jokowi ini akan berumur pendek dan akan menjadi bumerang pada masa selanjutnya yang tidak terlalu lama. Jika subsidi hanya terjadi “secara kilat”, lalu hilang kemudiannya, akan memicu kekecewaan massa rakyat miskin tersebut.
*Revolusi Sosial*
Menarik benang merah antara hutang dan revolusi sosial tentu sedikit rumit untuk dimengerti.
Sebenarnya, isu revolusi sosial ini adalah isu utama selama 4 tahun rezim Jokowi. Sementara masalah hutang yang membengkak dipacu dollar meroket, adalah sumbu pemicu saja.
Apakah revolusi sosial itu?
Revolusi sosial yang menjadi beberapa tema selama 4 tahun belakangan ini adalah adanya tuntutan perubahan struktural dan adanya situasi ketegangan kultural dalam masyarakat. Perubahan struktural berupa adanya tuntutan “sharing of prosperity”, di mana kemiskinan dan ketimpangan sosial dianggap sudah begitu besar.
Tuntutan struktural bahayanya juga berimpit pula dengan tema pribumi vs asing /aseng. Sebuah tema laten di Indonesia.
Disampin hal struktural di atas, situasi kultural berupa “divided society” (masyarakat terbelah), sudah terjadi dan terus membara selama 4 tahun ini. Sebuah kelompok selalu mengatasnamakan tema Pancasila dan Kebhinnekaan. Sedangkan kelompok lainnya mengatas namakan pribumi dan Islam.
Situasi struktural dan kultural di atas, apabila situasi krisis yang akan datang begitu dalam, tentu dapat menjadi pemicu  “sumbu pendek” adanya ledakan sosial di masyarakat. Ditambah lagi ketegangan sosial akan terus berlangsung selama menunuju pilpres 2019.
Beberapa bulan lalu, salah satu pemilik tanah perkebunan terbesar mengutus direktur perusahannya bertemu saya tentang bagaimana sutuasi nasional dan bagaimana seharusnya “sharing of prosperity” itu seharusnya. Hal ini, saat itu, dipicu “perang opini” antara Amien Rais dan LBP soal isu reformasi agraria.
 Kepada utusannya tersebut, saya katakan bahwa “perdamaian” antara kaum kapitalis vs. rakyat miskin harus paralel antara konsep “sharing of prosperity” dan ketulusan kaum kapitalis tersebut. Ketulusan itu artinya mau berdiri sama tinggi dan duduk  sama rendah, seperti misalnya, antara APINDO vs. Serikat Buruh di awal masa reformasi.
Tentu saja ancaman revolusi sosial ini sesuatu yang buruk buat siapapun, khususnya rakyat kecil. Untuk itu, semua “stake holders” negara perlu berembug mencari “bantalan” agar krisis ekonomi ke depan tidak berdampak sebuah revolusi sosial.
Perjalanan politik jangan sampai disepelekan dengan ambisi ambisi kekuasaan semata, melainkan harus memikirkan kerjasama semua pihak mencari solusinya. Yakni, sensitif terhadap krisis ekonomi, memikirkan solidaritas kaya-miskin dan mengurangi ketegangan diametral.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

98 komentar

  1. Everything is very open with a very clear explanation of the issues.
    It was truly informative. Your website is useful.
    Thank you for sharing!

  2. I used to be recommended this blog via my cousin. I’m not
    sure whether or not this submit is written via him as no one else recognize such certain about my difficulty.
    You’re incredible! Thank you!

  3. Unquestionably believe that which you stated. Your favorite justification appeared to
    be on the internet the easiest thing to be aware of.
    I say to you, I certainly get annoyed while people think about
    worries that they just do not know about. You managed
    to hit the nail upon the top and also defined out the whole thing without having side-effects ,
    people could take a signal. Will probably be
    back to get more. Thanks

    Feel free to surf to my web page; frun-test.sakura.ne.jp

  4. I would like to thnkx for the efforts you have put in writing this web
    site. I’m hoping the same high-grade blog post from you in the upcoming as well.

    Actually your creative writing abilities has encouraged me to get my own web site now.

    Actually the blogging is spreading its wings rapidly.
    Your write up is a good example of it.

    Also visit my site; kebe.top

  5. Wow, marvelous blog layout! How lengthy have you been running
    a blog for? you make blogging glance easy. The entire glance of your web site is
    wonderful, let alone the content material!

    My website :: ntc33apk – sg918kiss.com

  6. It’s the best time to make some plans for the future and it’s time to be happy.
    I’ve learn this submit and if I could I desire to
    recommend you few attention-grabbing things or tips.

    Perhaps you could write subsequent articles referring to this article.
    I want to learn more things approximately it!

    My webpage; http://www.atomy123.com

  7. I drop a comment whenever I like a article on a blog or if I have
    something to valuable to contribute to the discussion. It is caused by the passion displayed in the article I read.
    And after this post Utang, Kemiskinan dan Revolusi Sosial
    – Monas News. I was actually excited enough to leave a comment 😛 I actually do have 2 questions
    for you if you tend not to mind. Is it just me or does it seem like some of these
    remarks come across like they are coming from brain dead visitors?
    😛 And, if you are posting on other places, I would like to
    follow everything new you have to post. Would you list the complete urls of your communal
    sites like your linkedin profile, Facebook page or twitter feed?

    My site :: https://mpc-install.com/punbb-1.4.6/viewtopic.php?id=254881

  8. I blog often and I genuinely appreciate your information. Your article has truly peaked my interest.
    I will book mark your site and keep checking
    for new details about once per week. I subscribed to
    your RSS feed too.

    Also visit my web page http://www.qiurom.com

  9. Hey I am so glad I found your blog page, I really found you by mistake, while
    I was looking on Google for something else, Anyways I am here now and would just like to say thanks a lot for a fantastic post and a all round thrilling
    blog (I also love the theme/design), I don’t have time to read it all at the minute but I have bookmarked
    it and also added your RSS feeds, so when I have time I will be back to read more, Please do keep up the awesome work.

    Check out my web page; frun-test.sakura.ne.jp

  10. Unquestionably believe that which you said. Your favorite reason seemed to be on the net
    the simplest thing to be aware of. I say to you, I certainly get annoyed
    while people consider worries that they plainly do not know about.
    You managed to hit the nail upon the top as well as defined out
    the whole thing without having side-effects , people could take a signal.
    Will likely be back to get more. Thanks

    My web blog: http://www.atomy123.com/

  11. I’ve been exploring for a bit for any high-quality articles
    or blog posts on this sort of area . Exploring in Yahoo I finally stumbled upon this website.
    Reading this info So i am happy to show that
    I’ve a very excellent uncanny feeling I came upon just what I
    needed. I so much surely will make certain to do not put out of your mind this web site and give
    it a glance on a relentless basis.

    Feel free to visit my website :: https://mpc-install.com/

  12. I have to thank you for the efforts you have put in penning this site.
    I really hope to see the same high-grade blog posts from you later
    on as well. In fact, your creative writing abilities has motivated me to get my own blog now 😉

    My website https://kebe.top

  13. Hiya very nice website!! Man .. Excellent .. Amazing ..
    I’ll bookmark your web site and take the feeds
    also…I’m satisfied to seek out a lot of helpful information here in the publish, we want develop extra strategies on this regard, thanks for sharing.

    Here is my web-site; clubriders.men

  14. I absolutely love your blog and find almost all of your post’s
    to be exactly I’m looking for. can you offer guest writers to write content available for you?
    I wouldn’t mind writing a post or elaborating on a few of the
    subjects you write about here. Again, awesome site!

    my homepage – kebe.top

  15. Good day I am so glad I found your site, I really found you by
    error, while I was browsing on Yahoo for something else, Anyhow I am here now and would
    just like to say thanks for a tremendous post and a all round thrilling blog (I also love the
    theme/design), I don’t have time to read
    it all at the minute but I have bookmarked it
    and also added in your RSS feeds, so when I have
    time I will be back to read a lot more, Please do keep up the excellent work.

    Feel free to surf to my site :: mpc-install.com

  16. You actually make it seem so easy together with
    your presentation however I in finding this topic to be really one thing which I believe
    I’d by no means understand. It sort of feels too complicated and
    extremely large for me. I am taking a look ahead in your subsequent post, I will attempt to get the dangle of it!

    Feel free to visit my web-site – clubriders.men

  17. Hi there, just became alert to your blog
    through Google, and found that it’s really informative.
    I am gonna watch out for brussels. I will appreciate if you continue this
    in future. Many people will be benefited from your writing.
    Cheers!

    Take a look at my blog :: http://haojiafu.net

  18. My wife and i have been very delighted when Raymond managed to do his reports
    because of the ideas he acquired from your own blog. It’s not at all simplistic to simply choose to be offering techniques some others have been making
    money from. Therefore we fully understand we’ve got you to thank
    because of that. Most of the explanations you have made, the straightforward web site navigation, the friendships your site aid to promote
    – it’s all great, and it is assisting our son and our family reason why that subject is entertaining, and
    that is incredibly mandatory. Thank you for everything!

    My blog post https://kebe.top

  19. Its such as you learn my mind! You appear to know so much about this, such
    as you wrote the book in it or something. I think that you could do with a
    few % to force the message home a bit, however other
    than that, that is magnificent blog. A fantastic read. I will certainly be
    back.

    Feel free to surf to my web-site; BreezeTech

  20. That is very fascinating, You’re a very skilled blogger. I’ve joined your feed and stay up for in quest of extra of your excellent post.
    Also, I’ve shared your web site in my social
    networks!

    Feel free to visit my page – Ryan

  21. I’ll immediately clutch your rss as I can’t in finding your email subscription link or e-newsletter service.
    Do you’ve any? Please let me realize so that I may just subscribe.
    Thanks.

News Feed