oleh

Bangun Sitohang: Jangan Malu Belajar Menjadi Orang Indonesia

-Opini-78 views

BEBERAPA HARIyang lalu kita baru saja merayakan HUT ke 73 Kemerdekaan Indonesia. Hampir semua elemen masyarakat ikut memeriahkannya dengan tampilan nuansa merah putih dan juga membuat perlombaan untuk menunjukkan kegembiraan hari kemerdekaan dan bahkan di dalam air laut pun terbentang bendera merah putih.

Semua bentuk kegembiraan tersebut adalah hal yang wajar dalam setiap peringatan. Kemudian kita dipertontonkan sebuah jiwa heroik dari seorang putra Indonesia asal NTT dengan panggilan JONI yang dengan gagah berani meski sakit perut tetap berinisiatif (Salah satu karakter pemimpin) untuk memanjat tiang bendera yang saat pengibaran talinya tertahan di puncak dan akhirnya merah putih pun bisa berkibar. Kemudian pada hari pembukaan Asian Games, kita menyaksikan tontonan karya seni dalam acara pembukaan Asian Games sehingga membuat takjub yang menyaksikannya. Itulah hasil karya seni yang kreatif.

Dari dua kondisi yang saya ungkapkan di atas ada beberapa hal yang bisa kita jadikan referensi untuk pelajaran menjadi orang Indonesia: pertama, tampilan heroik seorang anak selalu apa adanya tanpa basa basi dan “mikir mahar” untuk berbuat kebaikan bangsanya. Dia tulus dan ikhlas untuk memberi yang terbaik. Tampilan terbaik yang dibuatnya saat yang tepat dan berharga untuk berkibarnya merah putih sehingga menjadikannya seorang JONI dalam hitungan hari derajat dirinya terangkat tanpa harus “kampanye” untuk dikenal di seluruh negeri atau bahkan dunia internasional sekalipun, karena nilai heroik yang ditampilkannya bersifat universal yaitu “keberanian” yang dilandasi “niat tulus”. Manusia manapun pasti takjub dan terpersona.

Apa yang dilakukan seorang JONI adalah gambaran patriotisme para pejuang dan pendiri bangsa ini, karena saat kemerdekaan dengan panggilan jiwa yang siap kapanpun meskipun lagi sakit, yang penting merah putih berkibar. Nilai juang ini adalah karakter bangsa Indonesia yang perlu terus kita ajarkan bagi setiap anak bangsa.

Kedua, saat pembukaan Asian Games kita melihat satu sikap pemimpin yang mampu menciptakan ide seni kreatif untuk “memeriahkan” acara pembukaan. Terpenting dari tampilan adegan tersebut adalah “sukses acara pembukaan” secara holistik dan janganlah kita melihatnya dari aktor tetapi harus satu kesatuan karya seni yg melibatkan banyak pihak. Cara berpikir seperti ini mengajarkan kita untuk selalu menghargai pekerjaan orang banyak dan belajar untuk tidak terlalu menonjolkan “individu”.

Saya ingin mengajak kita semua agar tidak mencampur adukkan karya seni dengan intrik – intrik politik. Karya Seni itu lebih berorientasi kepuasan penonton dengan semua latar belakangnya bukan seperti karya politik yang cenderung tarik menarik kepentingan yang kadang membuat penonton menjadi terkotak-kotak atau konsentrasi yang terbelah.

Saya ingin katakan dari tampilan pembukaan Asian Games, sejatinya kita membiasakan menilai sebuah karya secara objektif. Karena jika di pikiran kita “tidak ada positive thinking” maka kebaikan apapun yang disuguhkan pihak lain cenderung menjadi negatif. Konsep berpikir seperti ini adalah konsep berpikir tidak demokratis karena jiwa demokratis adalah selalu menjaga” keseimbangan” dalam memandang suatu fakta sehingga objektif dalam menilai karya seni.

Kesimpulan yang dapat kita tarik dari ‘nilai heroik” JONI dan “karya seni” saat pembukaan Asian Games beberapa waktu lalu dikaitkan dengan peringatan hari kemerdekaan Indonesia adalah : mari belajar menjadi orang Indonesia yang kalau berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara tidak karena harus dibayar dulu baru bekerja atau sebaliknya jangan berharap dihargai orang banyak jika kita belum berbuat yang terbaik.

Hal yang terakhir bahwa mari kita membiasan hidup demokratis dengan tetap mau mengakui keunggulan pihak lain agar kita bisa objektif dan menjaga keseimbangan demi terap terciptanya harmoni kebangsaan. Pada akhirnya cermin keIndonesiaan adalah semua masalah bangsa dilihat dalam perspektif nilai Pancasila dan mengandalkan norma UUD 1945 agar kita tetap berjalan Menjadi Orang Indonesia.

Bangun Sitohang: Jangan Malu Belajar Menjadi Orang Indonesia

Fungsionaris MPN Pemuda Pancasila bidang Idiologi, Politik dan Pemerntahan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed