oleh

Tingkatkan Kuota Perempuan, Kesbangpol DKI Jakarta Gelar Peningkatan Kapasitas Perempuan Di Lembaga Politik

-Nasional-73 views

BOGOR – KETERWAKILAN perempuan di lembaga legislatif masih jauh dari harapan. Target Proporsi anggota legislatif perempuan yang terpilih gagal mencapai affirmative action 30 persen pada Pemilu 2014.

Pada Pemilu di DKI Jakarta 2014 kuota itu mengalami penurunan dibandingkan Pemilu 2009 yaitu dari 22 orang (23.4%) menjadi 19 orang (17.9%). Walaupun jumlah caleg perempuan meningkat dari 296 orang (26%) pada pemilu 2009 menjadi 425  orang (33.4%) pada Pemilu 2014.

Karena itu, guna meningkatkan kuota perempuan di DKI, Kesbangpol DKI menggelar Kegiatan “Peningkatan Kapasitas Perempuan Di Lembaga Politik Dalam Rangka Kesetaraan Gender Angkatan V” di Cipayung, Bogor (17/7/2018).

“DKI Jakarta berkepentingan dengan peningkatan jumlah anggota perempuan di DPRD. Dengan naiknya jumlah keterwakilan perempaun maka akan dihasilkan kebijakan yang pro perempuan dan itu berarti akan banyak regulasi yang pro peningkatan kesejahteraan perempuan di legislatif,” ujar Kepala Plt. Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si.

Taufan mengakui, masih ada persoalan representasi perempuan menjadi anggota parlemen seperti kuatnya persoalan budaya patriarkhi, kurangnya modal dan jaringan, persoalan internal partai, serta kuatnya persaingan calon laki-laki.

Kesbangpol DKI Jakarta, kata alumni Fisip Unas Angkatan ’84 ini, tentu tidak bisa sendirian meningkatkan kapasitas perempuan dii lembaga politik. Karena itu, elemen-elemen lain dalam masyarakat juga harus memainkan peranan penting dalam proses ini. Termasuk jika ada kader-kader perempuan yang beruntung ke Kebon Sirih harus tetap aktif memperjuangkan aspirasi perempuan ke pihak pengambil keputusan dan mengawal implementasinya.

Kesbangpol DKI selama ini terus mengadakan  kegiatan pemberdayaan politik perempuan. Taufan mengharapkan, melalui kegiatan ini dapat menambah wawasan dan menghasilkan output yang bermanfaat dalam upaya Peningkatan Kapasitas Perempuan Di Lembaga Politik Dalam Rangka Kesetaraan Gender serta implementasinya di Indonesia dan di Provinsi DKI Jakarta pada khususnya terutama menjelang pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 yang akan datang.

Sementara itu, dalam laporan kegiatannya, Kasubdit Pendidikan Budaya Politik, Handoko Murhestriyarso mengatakan kegiatan ini diikuti 110 peserta terdiri dari Srikandi Pemuda Pancasila, Wanita Kosgoro, Aisiyah Muhammadiyah, Badan Kerja Organisasi Wanita, Persatuan Wanita Kristen Indonesia, Persatuan Wanita Republik Indonesia (Perwari).

Untuk memperkaya wawasan, sejumlah narasumber didatangkan. Pada hari pertama Anggota Komisi A.DPRD Provinsi.DKI Jakarta, H. Ahmad Yani, S.IPM. MP yang membahas Pro Peran Parpol dalaml Menentukan Program Kerja Parpol yang Pro Rakyat, motivator Ir. Hamry Gusman Zakaria, MM yang berbicara tentang Etika Komunikasi Politik dan Strategi Penyusunan Program Sosial Kemasyarakatan.

Pada hari kedua, pembicaranya yaitu dari Direktorat Politik Dalam Negeri Kemendagri yang mengulas Aspek-Aspek Kebijakan Negara yang mendukung Peningkatan Representasi Politik Perempuan di lembaga Legislatif, pengamat perempuan, Titi Anggraini, SH, MH yang berbicara tentang Sikap Politik dan Kesiapan Perempuan Dalam. Dinamika Politik Nasional Menjelang Pemilu Serentak Tahun 2019 dan dari Kampus Ubedilah Badrun yang mengulas soal Pro Kontra Alfirmative Action Kouta 30 persen Keterwakilan Perempuan di Lembaga Politik.  (Zul)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed