oleh

Kondisi Mudik Terpantau Lebih Baik dari Tahun Lalu

LABOR Institute Indonesia (LII) mengungkapkan kondisi mudik menyambut Idul Fitri 1439 Hijriah dari segi kualitas dan kuantitas pada tahun ini jauh lebih baik daripada tahun sebelumnya.

Menurut sekretaris eksekutif LII Andy William Sinaga, manajemen yang lebih baik terlihat dari semakin profesionalnya koordinasi antarlintas lembaga dan kementerian.

“Peningkatan intensitas pemudik kurang lebih 30 juta orang pada tahun ini juga mengindikasikan adanya peningkatan ekonomi,” lanjutnya lewat keterangan resmi kepada media di Jakarta, Sabtu (16/6).

Peningkatan jumlah penumpang juga diiringi dengan peningkatan frekuensi menggunakan kendaraan umum, pribadi, kapal laut, dan pesawat udara.

“Dalam pengamatan kami, secara kualitas mudik di tahun ini lebih baik dari sebelumnya karena telah terjadi perubahan dari sisi infrastruktur jalan, yakni penambahan ruas jalan tol, seperti jalan tol Trans Jawa, Trans Sumatera, dan Trans Sulawesi,” paparnya.

Infrastruktur yang semakin bertumbuh didukung juga dengan prasarana dan sarana penunjang mudik yang semakin tertata seperti kendaraan, stasiun kereta, terminal moda transportasi darat, dan bandar udara.

Indikasi lain kondisi mudik yang semakin baik juga dapat dipantau dari intensitas kecelakaan dan kemacetan yang semakin berkurang di ruas jalan Jawa dan Sumatera.

Namun, Andy mengatakan, satu kelemahan yang perlu diperbaiki pada mudik tahun depan adalah manajemen pencegahan kemacetan di tol dalam kota.

“Menurut kami, pada H-2 sampai dengan puncak Lebaran, kemacetan parah terjadi mulai kilometer 0 Cawang sampai Cikarang Utama. Secara kualitas kemacetan Tol Cipali sampai Brebes Timur bisa diantisipasi, tetapi tol dalam kota kurang dapat diantisipasi,” imbuhnya.

Pemerintah juga dianggap perlu memikirkan peningkatan manajemen pengaturan mudik tahun mendatang seperti uji coba pemisahaan jadwal mudik berdasarkan kendaraan umum atau pribadi.

Jumlah fasilitas tempat pengisian bahan bakar dan peristirahatan di jalur Tol Cipali, Brebes, sampai tol Gresing juga perlu ditambah.

Khusus jalur mudik lewat laut ke Semarang dan Surabaya perlu dipertimbangkan dengan menambah armada KMP (Kapal Motor Penumpang).

“PT KAI juga dapat menyiapkan gerbong khusus untuk motor agar kemacetan di jalan raya dan di jalur tol bisa diminimalisir,” tukasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed