oleh

Anies Baswedan Temu Kangen dengan Aktivis Mahasiswa Era 80 – 90

-Nasional-84 views

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan pada Jumat, 2 Maret 2018 akan menggelar forum temu kangen dengan kalangan aktivis pergerakan mahasiswa era 80 – 90 di Galeri Cipta 2 Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Acara tersebut berlangsung pada malam hari namun sebelumnya didahului dengan aneka kegiatan guna menyemarakkan forum temu kangen, diskusi terbatas ataupun sarasehan, serta sejumlah silaturahmi lainnya.

Sementara itu, perhelatan malam temu kangen akan diawali dengan jamuan makan malam (gala dinner) seluruh peserta temu kangen bersama tuan rumah Gubernur DKI Anies Baswedan, sekaligus dirangkai suguhan pidato termasuk oleh Anies Baswedan sendiri, pembacaan puisi, pemuataran video gerakan perjuangan mahasiswa, pemberian hadiah peserta lomba, penganugerahan dan pemberian award (penghargaan) kepada mantan aktivis mahasiswa, pergelaran sendra tari yang mewakili tarian Aceh, Jawa, Papua, serta Betawi. Di sela-sela temu kangen ini pula akan disampaikan deklarasi para aktivis mahasiswa era 80 – 90 guna menyikapi kondisi bangsa di tanah air.

Malam temu kangen aktvis mahasiswa era 80 – 90 ini digagas oleh sejumlah eks aktivis mahasiswa era 80-an antara lain Syahganda Nainggolan, yang mendapat dukungan langsung dari Gubernur DKI Anies Baswedan. Bahkan, kesediaan Anies terhadap agenda ini dibuktikan dengan menjadi tuan rumah sekaligus penyokong bagi terselenggaranya temu kangen ini.

Temu kangen juga mengundang para eksponen aktivis mahasiswa yang kini berkiprah di lingkungan nasional seperti Fahri Hamzah, Andi Arief, Ferry D Juliantono, Erwin Singajuru dan lain-lain. Selain itu, menghadirkan berbagai tokoh bangsa yang berlatar belakang aktivis mahasiswa yakni Hariman Siregar serta sosok lainnya. Adapun peserta temu kangen diundang dari berbagai pelosok nusantara meski jumlahnya tidak mencapai ribuan.

Acara temu kangen ini mengambil tema, “Menuju Indonesia Berkeadilan Sosial” dan dipersembahkan untuk kehidupan bangsa secara nasional. Ketua Steering Committee (SC) Temu Kangen Syahganda Nainggolan menuturkan, acara Temu Kangen itu digagas sejumlah aktivis – antara lain dirinya, Brotoseno yang di tahun 1980-an menjabat Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta (FKMY) dan sejumlah aktivis yang ikut memperingati peristiwa Malari 1974 di Yogyakarta, 14 – 15 Januari lalu.

“Jalan ideologi aktivis 1980-an dan 1990-an adalah perjuangan merebut keadilan sosial. Maka dulu kami sering membela kasus-kasus petani, seperti Badega, Kedungombo, Jatiwangi, Cijayanti, Rancamaya dan banyak kasus sengketa tanah lainnya di Indonesia,” ujar mantan tokoh utama pergerakan mahasiswa ITB dan Jawa Barat Era 80-an ini. Ia berharap Temu kangen ini bisa membangun semangat kembali untuk merealisasikan cita cita membangun keadilan baik bagi aktivis yang sudah berada di dalam kekuasaan maupun mereka yang tetap konsisten dengan cita cita keadilan social yang kini memilih di luar kekuasaan, (Zul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

12 komentar

  1. Hey There. I found your blog using msn. This is a really well written article.
    I will be sure to bookmark it and come back to read more of
    your useful info. Thanks for the post. I will definitely comeback.

  2. Its like you read my mind! You seem to know so much about this,
    like you wrote the book in it or something. I think
    that you can do with some pics to drive the message home
    a bit, but other than that, this is magnificent blog.

    An excellent read. I will certainly be back.

  3. Hello there! This post could not be written any better!
    Reading this post reminds me of my previous room mate!
    He always kept talking about this. I will forward this
    write-up to him. Fairly certain he will have a good read.

    Thank you for sharing!

News Feed