oleh

Politisasi Identitas Ancam Kedamaian Indonesia

-Politik-40 views

JAKARTA – Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) Yudi Latif menganggap keragaman etnis, agama dan suku bukan sumber permasalahan di Indonesia. Yudi mencontohkan keberadaan Vihara Dharma Bakti yang merupakan vihara tertua di Jakarta itu dapat diterima warga sekitar yang berasal dari berbagai latar belakang.

“Kita lihat klenteng ini juga hidup di tengah komunitas masyarakat yang beragam kita juga lihat wajah integrasi yang bersahabat dan damai. Kita lihat orang Tionghoa bisa duduk berdampingan dengan orang-orang dari suku-suku lain. Sama sekali tidak ada masalah,” kata Yudi saat meninjau perayaan Imlek di Wihara Dharma Bakti, Glodok, Jakarta Barat, Jumat (16/2/2018).

Yudi mengungkapkan permasalahan terkait keberagaman itu muncul saat terjadi politisasi identitas. Menurut Yudi, politisasi identitas dapat mengikis rasa tenggang rasa sehingga menimbulkan pertentangan antarwarga.

Yudi mengingatkan agar masyarakat mewaspadai politik identitas bisa saja digunakan di tengah Indonesia memasuki tahun-tahun politik yang dimulai 2018 hingga 2019 mendatang.

“Masalah timbul kalau ada politisasi identitas . Politisasi identitas itulah yang sering kali mengganggu kenyataan bahwa kita ini bisa hidup damai. Oleh karena itu di tahun-tahun yang padat politik ini saya kira message adalah bagaimana kita jangan sampai melakukan politisasi identitas yang membuat masyarakat kita yang hidup damai justru diperhadapkan satu sama lain dan akan mengoyak kenyataan kedamaian Indonesia,” tegas Yudi.

Dalam kunjangan UKP PIP tersebut, hadir pula anghota Dewan Pengarah UKP PIP yakni mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD serta Penasihat Khusus, Romo Antonius Benny Susetyo.(Safina/Poskota)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar

News Feed