oleh

LSM Nilai Trotoar di Jaksel Belum Berpihak Kepada Pejalan Kaki

JAKARTA – Hingga saat ini di, nampaknya belum ada keberpihakan pemerintah Jakarta Selatan kepada pejalan kaki. Sebab ada sejumlah trotoar yang ada di wilayah Jakarta Selatan diokupasi pengendara yang memanfaatkan sebagai tempat parkir liar.

Salah satu contoh akses trotoar disepanjang Jalan Tebet Raya, Tebet, Jalan Wijaya, Jalan Pasar Minggu dan sejumlah jalan lainnya di Jakarta Selatan. Selain trotoarnya kondisinya memprihatinkan juga banyak dimanfaatkan sebagai tempat parkir kendaraan pribadi. Padahal, saat ini Pemprov DKI Jakarta sedang genjar-genjarnya melakukan perbaikan dan pembenahan trotoar.

Anggota Masyarakat Koalisi Pejalan Kaki, Antoni mengakui memang saat ini trotoar yang tidak layak di DKI Jakarta. Ketidaklayakan tersebut bisa dilihat seperti belum adanya jalur kuning bagi difabel, ubin trotoar yang berlubang, dan adanya kabel optik yang menjular ke trotoar dan dimanfaatkan untuk parkir kendaraan.

“Kondisi trotoar jalan yang rusak atau tak layak akan membuat orang malas berjalan kaki. Makanya ini perlu pembenahan, agar kedepan trotoar-trotoar yang ada di layak dan nyaman untuk pejalan kaki,” ujar Antoni.

Diakui oleh Antoni mayoritas pejalan kaki ialah para pengguna transportasi umum. Dengan kondisi trotoar yang tidak layak, maka akan meningkatkan peralihan pengguna transportasi umum ke transportasi pribadi. Ini merupakan salah satu cara mengurangi kemacetan di DKI Jakarta terutama di Jakarta Selatan.

Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Kelengkapan Prasarana Jalan dan Jaringan Utilitas Sudin Bina Marga Jakarta Selatan, Agus Indroyono mengakui bahwa memang hingga saat ini di wilayahnya masih banyak trotoar di wilayahnya belum layak. Menurutnya, ketidaklayakan tersebut terjadi karena anggarannya terbatas.

“Menang lokasi trotoar yang belum ditangani masih banyak. Anggaran di DPA T.A. 2017 untuk Pembangunan Trotoar Rp. 45 M. Meski begitu kami juga menyiagakan satgas kuning Sudin Bina Marga, yang tugas utamanya memperbaiki trotoar,”terang Agus Indroyono.

Untuk dirinya juga minta kepada masyarakat apabila ada yang melihat trotoar rusak, maka bisa lapor ke Sudin Bina Marga. Dengan begitu pihaknya akan segera menerjunkan pasukan kuning untuk memperbaikinya.

Selain itu, pihak juga minta kepada satuan unit terkait di tingkat Kecamatan dan Kelurahan agar membantu pendataan trotoar rusak. Hal itu tujuannya untuk memudahkan Sudin Binamarga membuat usulan perbaikan di tingkat Provinsi.

“Camat dan lurah bisa mengusulkan kepada dinas binamarga mengenai pembangunan perbaikan trotoar yang kurang layak. Selain itu, usulan juga dapat berupa pemeliharaan trotoar,” ujarnya.(Lutfi/Poskota).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed