oleh

OSO Mengaku Tarik Mahar Politik dan Transfer ke Sekuritasnya

-Nasional-59 views

JAKARTA – Oesman Sapta Odang alias OSO akhirnya mengaku menarik mahar atau upeti, seperti yang dituduhkan Partai Hanura dari kubu Musyawarah Nasional Luar Biasa Bambu Apus, pimpinan Daryatmo. Menurut OSO, mahar politik merupakan proses sah dan sesuai dengan mekanisme yang ada dalam partai politik.

“Mahar politik itu dalam mekanisme partai ya sah-sah saja,” kata OSO di Hotel Manhattan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu 21 Januari 2018.

Bagi OSO menarik upeti adalah hal biasa, asal uang itu masuk ke dalam kas partai dan tak boleh dipakai untuk kepentingan pribadi.

“Jadi itu sah, tapi harus masuk ke partai tidak boleh masuk ke luar partai, kantong sendiri tidak boleh. Haram itu,” ujarnya

OSO mengatakan, siapa pun yang memberikan uang kepada Partai Hanura akan diterima. Karena hal itu ada dalam Undang-undang anggaran dasar. Berapapun jumlah sumbangan sama nilainya bagi partai.

OSO menekankan, yang terpenting bukan mengenai nominal sumbangan yang didapat oleh partai. Tetapi yang terpenting adalah mengenai penggunaan uang tersebut yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.

“Kalau partai berapapun sumbangan ikhlas, tulus, ada dalam UU anggaran dasar, enggak mengikat boleh menyumbang, Anda mau menyumbang partai, kami terima tapi harus masuk ke partai enggak boleh keluar. Jangan besar kecilnya anda menyumbang 5 perak, 5 miliar sama nilainya asal masuk ke partai,” ujarnya

Selain itu, OSO juga mengaku mahar yang ditariknya itu masuk ke rekening perusahaan miliknya, yaitu OSO Sekuritas. OSO beralasan uang itu ditransfer ke rekening perusahaan miliknya untuk menyelamatkan uang partai.

“Itu biasa, enggak apa-apa. Sah itu resmi, resmi. Sekuritas itu menyelamatkan uang partai,” ujarnya.

Alasan Pemecatan

Sebelumnya Wakil Ketua Umum Partai Hanura kubu ‘Bambu Apus’, Sudewo, menguak alasan utama kenapa OSO dipecat. Yakni adanya bukti OSO menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

Sudewo mengatakan, OSO telah melakukan perbuatan yang tidak sejalan dengan AD/ART partai, yaitu menarik upeti kepada beberapa pihak untuk kepentingan pribadinya.

“Fakta telah mengatakan terindikasi kuat Pak Oesman Sapta melakukan pelanggaran keuangan partai, menggunakan kekuasaannya sebagai ketua umum menarik uang dari berbagai pihak, dan dimasukkan kepada rekening pribadinya kepada rekening OSO sekuritas,” ujarnya.

Lebih jauh ia jelaskan, total jumlah uang yang diterima oleh OSO cukup fantastis, yaitu mencapai 200 miliar.

“Kisarannya bervariasi, total kisarannya ada 200 miliar yang diduga dia ambil dari calon-calon kepala daerah yang langsung berhubungan dengan ketua umum, ada juga dana Kesbangpol, ada juga partisipasi anggota DPR RI, DPR daerah,” kata Sudewo.(Lutfi/Viv).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

16 komentar

News Feed