by

Jokowi, Prabowo, Budi Gunawan, dan Siapa Lagi?

-Opini-741 views

Oleh : Hersubeno Arief

Mahkamah Konstitusi (MK) menolak uji materi presidential threshold. Syarat partai atau gabungan partai yang dapat mengusung capres/cawapres, harus memiliki 20 % kursi DPR RI atau 25% perolehan suara nasional, tetap berlaku.

Dengan keputusan tersebut, secara teknis maksimal hanya akan ada lima orang pasangan capres/cawapres. Namun melihat peta perkubuan di pilkada serentak 2018, kemungkinan besar hanya akan ada tiga pasang capres/cawapres, atau maksimal empat pasang.

Nama-namanya juga sudah bisa diperkirakan bakal berputar diantara mereka-mereka yang sudah banyak disebut media. Dalam bahasa anak gaul disebut sebagai 4L… Loe lagi…loe lagi.

Jangan berharap akan ada kejutan, ataupun tiba-tiba muncul Satrio Piningit yang akan menjadi Ratu Adil. Ramalan atau mistifikasi politik semacam itu tidak bakal laku. Kalau benar seperti dulu banyak diramalkan, bahwa yang akan menjadi presiden pada Pilpres 2014 adalah seorang Satrio Piningit, maka Jokowi lah yang dimaksud.

Apakah pemerintahan Jokowi sudah sesuai dengan gambaran seperti dalam mitos, Indonesia menjadi negara tata tentrem kerto raharjo, gemah ripah loh jinawi?. Silakan Anda menilai sendiri.

Partai apa saja yang akan berkoalisi, siapa berpasangan dengan siapa? Sudah mulai bisa dipetakan. Pilkada Jabar yang memunculkan empat pasang kandidat bisa menjadi gambaran, tentu dengan sedikit perubahan dan variasi.

Di Jabar partai Golkar berkoalisi dengan Demokrat mengusung Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Duo D). Nasdem, PKB, PPP, dan Hanura mengusung Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Haq (Rindu). PKS-Gerindra, PAN mengusung Sudrajat-Syaikhu (Asyik). PDIP tampil sendirian mengusung Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan (Tuan).

Secara garis besar bila ditarik ke peta politik nasional, maka peta Jabar mengerucut pada tiga poros utama. Dua poros yakni Rindu dan Duo D merupakan poros Jokowi. Poros Prabowo diwakili oleh Asyik, dan Tuan merupakan representasi Poros Megawati.

Tiga poros tersebut akan menjadi peta perkubuan di Pilpres 2019. Petanya bisa bertambah menjadi empat poros bila SBY membuat poros sendiri. Namun tetap tiga poros, bila Megawati/Jokowi memutuskan untuk “balik kucing” dan menyatu kembali.

Selain kalkulasi potensi untuk menang, jumlah perolehan kursi di DPR sangat menentukan pembentukan poros dan perkubuan tersebut. Jumlah total kursi di DPR sebanyak 560. Untuk dapat mencalonkan kandidat, harus mempunyai 112 kursi (20%). Empat partai yang berada di urutan teratas adalah : PDIP 109 kursi, Golkar 91, Gerindra 73, dan Demokrat 61 kursi. Di kelompok menengah dan bawah secara berurut-turut PAN 49, PKB 47, PKS 40, PPP 39, Nasdem 35, dan Hanura 16 .

Sejauh ini Pilkada Jatim dan Jabar menjadi indikasi kuat Jokowi mulai berpisah jalan dengan Megawati. Begitu juga dengan pernyataan Megawati yang menegaskan kembali bahwa Jokowi adalah “petugas partai” menjadi signal yang sangat terang. Megawati sangat kecewa dengan Jokowi.

Di Jatim Jokowi mengajukan Khofifah-Emil untuk menandingi Saifullah Yusuf-Puti yang didukung Megawati. Di Jabar, Megawati yang gagal membangun koalisi dengan PKS, atau setidaknya merekrut kader PKS (Netty Heryawan) memutuskan mengusung calon sendiri, Tubagus-Anton.

Dalam pilpres PDIP belum sama sekali menyebut nama Jokowi sebagai calon. Sebaliknya Jokowi malah dengan senang hati menerima pencalonan dari Golkar, Nasdem, PPP, dan Hanura. Sebagai kader partai tidak pada tempatnya Jokowi menerima pencapresan dari partai lain.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ada persoalan komunikasi internal antara PDIP dengan Jokowi. Barangkali latar belakang Jokowi sebagai mualaf PDIP menjelaskan hal itu. Jokowi baru menjadi kader PDIP setelah dia diusung dan terpilih menjadi Walikota Solo (2005). Sebelumnya Jokowi adalah seorang pengusaha dan bukan anggota partai.

Jokowi belum aman

Dari sejumlah kandidat, baru Jokowi dan Prabowo yang di atas kertas sudah punya modal kuat untuk maju. Koalisi Golkar (91), Nasdem (35), PPP (39), dan Hanura (16), total memiliki 181 kursi. Namun bila Melihat cairnya peta perkubuan pada pilkada serentak 2018, calon yang sudah bisa disebut sangat “aman” barulah Prabowo. Persekutuan Gerindra-PKS sudah memastikan satu tiket di tangan. Sementara Jokowi masih harus bekerja keras untuk mensolidkan partai pendukungnya.

Prabowo memiliki modal dari Gerindra 73 kursi, bila ditambah dengan sekutunya PKS 40 kursi, maka total 113 kursi. Sudah aman. Jumlahnya akan bertambah bila PAN (49) bergabung, maka total sebanyak 163 kursi.

Untuk mengusung calon sendiri, PDIP (109) membutuhkan tambahan tiga kursi. Partai yang tersisa tinggal Demokrat (61), dan PKB (47).

Dengan gambaran peta kepemilikan kursi di DPR tersebut, maka peta perkubuan akan sangat ditentukan siapa yang menjadi presiden dan siapa yang menjadi wakil presidennya.

Jokowi sudah hampir pasti akan maju kembali sebagai capres. Sebagian besar partai –diluar Gerindra, PAN, dan PKS –berlomba-lomba ingin menjadi cawapres Jokowi.

PKB sudah mempersiapkan Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Jokowi. Keakraban Jokowi dengan Muhaimin saat meresmikan kereta api bandara, memunculkan spekulasi keduanya akan berpasangan. Demokrat nampaknya sudah menyiapkan Agus Harimurti sebagai cawapres Jokowi. Koalisi Golkar dengan Demokrat di Jabar menjadi indikasi awal mereka akan bergabung dalam pilpres 2019.

Demokrat akan mengusung capres sendiri bila deal dengan Jokowi tidak cocok. Namun ini tidak mudah, karena dengan modal 61 kursi, setidaknya Demokrat harus menggandeng dua partai lain.

Pilihannya yang sangat mungkin adalah PAN, dan PKB. Dalam poros ini juga sangat mungkin PPP bergabung. Ketiga partai ini di Pilkada DKI putaran pertama berkoalisi mengusung Agus-Silvy

Siapa capresnya? Yang ini agak sulit membayangkan AHY menggandeng Zulkifli Hasan sebagai cawapres. Secara ketokohan Zulhasan jauh lebih senior. Yang sudah terbentuk relawannya justru Agus-Muhaimin. Namun kursi Demokrat-PKB tidak cukup.

Kendati hubungan sedang menegang, PDIP kemungkinan akan tetap bergabung dengan Jokowi dan menempatkan seorang wapres? Hal itu bisa saja terjadi, dan masih menjadi opsi utama.

PDIP mungkin mengajukan Puan Maharani bila ingin tetap mempertahankan trah Soekarno di sirkulasi elit kekuasaan. Namun spekulasi yang sangat kuat kemungkinan Megawati akan mengajukan nama Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.

Mantan Wakapolri ini mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan Megawati. Dia juga menjalin komunikasi yang sangat baik dengan elit parpol.

Secara mengejutkan namanya masuk dalam radar berbagai survei sebagai kandidat yang potensial. Bayangkan menjadi seorang kepala badan rahasia, namun Budi Gunawan ternyata tetap cukup populer.

Budi Gunawan juga baru terpilih menjadi Wakil Ketua Majlis Pakar Dewan Masjid Indonesia (DMI) pimpinan Jusuf Kalla.

Bila PDIP berpisah dengan Jokowi, maka Budi Gunawan akan didorong menjadi capres, dan bisa berpasangan dengan Muhaimin misalnya.

Bagaimana dengan Prabowo? Sampai saat ini Gerindra masih bertekad mengajukannya sebagai capres. Namun melihat elektabilitasnya yang cenderung stagnan, banyak yang menyarankan agar Prabowo menjadi king maker, dan mengajukan calon lain.

Prabowo sudah dua kali mengikuti pilpres. Dia menjadi cawapres Megawati (2009), dan capres berpasangan dengan Hatta Rajasa (2014). Dua-duanya kalah. Sebaliknya ketika mendukung seorang kandidat, Prabowo dikenal bertangan dingin dan sukses. Jokowi-Ahok (2012), dan Anies-Sandi (2017) menang di Pilkada DKI.

Bila Prabowo tidak maju, siapa yang akan didukungnya? Di kalangan Koalisi Reuni (Gerindra, PAN, dan PKS) atau dikenal juga koalisi keumatan, ada dua nama yang digadang-gadang. Mantan Panglima TNI Jend Gatot Nurmantyo dan Anies Baswedan.

Namun melihat masa pendaftaran tinggal beberapa bulan lagi (Agustus), yang berpeluang paling besar adalah Gatot. Pada bulan Maret Gatot akan pensiun dari TNI, sementara Anies baru saja menjabat sebagai Gubernur DKI.

Siapa pasangannya? Bila PAN tetap bergabung dalam koalisi keumatan, maka Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan tokoh yang diajukan PKS berpeluang menjadi cawapres.

PAN sudah terbuka mendeklarasikan Zulhasan sebagai capres/cawapres. Sementara di PKS belum ada suara bulat.

Sumber internal PKS menyebut ada tiga nama yang terpilih sebagai capres dalam pemilihan raya (pemira). Mekanisme internal memilih kandidat itu diikuti oleh kader inti di seluruh Indonesia. Yang terpilih adalah Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, mantan Presiden PKS Anis Matta, dan Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid.

Munculnya nama Anis Matta sebagai salah satu capres yang mendapat dukungan kuat kader di bawah mengalahkan tokoh struktural, sangat mengejutkan, karena sejak lengser, Anis jarang muncul di publik.

Nama-nama tersebut kemungkinan akan ditambah dengan Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Aldjufri, Presiden PKS M Sohibul Iman, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, dan beberapa nama lain yang dimasukkan melalui mekanisme penokohan.

Pasangan ini bila jadi terbentuk, akan sangat kuat karena bisa menjadi representasi NKRI (Militer- Islam). Kerjasama semacam ini pernah berhasil menumbangkan Orde Lama dan memunculkan Orde Baru.

Selain pertimbangan koalisi, pasangan kandidat juga sangat ditentukan oleh peta politik mutakhir. Pasca Pilkada DKI 2017 terbentuk poros kekuatan baru yang sering disebut sebagai alumni 212/Poros keumatan. Suara poros ini sangat didengar oleh Koalisi Reuni dan sedikit banyak ikut mempengaruhi koalisi pilkada.

Yang paling mencolok adalah peran mereka membatalkan koalisi PKS dan PAN dengan Demokrat di Jabar. Alasannya karena Demokrat merupakan partai pendukung Perppu Ormas, dan dicurigai akan berkoalisi dengan Jokowi.

Dukungan alumni 212, atau poros keumatan harus sangat diperhitungkan, karena berdasar survei nasional Median (September 2017), pengelompokan pemilih di poros ini sangat kuat dan besar. Dengan membuat pengelompokan idiologi ekstem kiri, kiri tengah, tengah, kanan tengah, dan ekstem kanan, maka pemilih terbesar berada di kelompok tengah dan kanan.

Pemilih yang berada di ekstrem kiri, dan kiri tengah (PDIP) total sebesar 24.4%. Yang berada di kanan tengah dan ekstrem kanan (partai-partai Islam) 32.1 %. Sementara yang di tengah (Golkar, Demokrat, Gerindra, Nasdem, dan Hanura) sebesar 43.5%.

Untuk memenangkan pilpres maka partai-partai yang berada di kelompok tengah harus bekerjasama dengan kelompok kanan. Kalkulasi politik semacam itu menjelaskan mengapa PDIP dalam berbagai pilkada berusaha merangkul kekuatan Islam. PDIP mencoba bergeser ke tengah. Mereka berusaha menunjukkan iktikad baik, sehingga nantinya dapat memudahkan PDIP membangun koalisi pada Pilpres 2019. (toha/z/foto: ist)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

142 comments

  1. nolvadex during cycle [url=http://topnolvadex.com/#]nolvadex 10 mg tablet [/url] clomid or nolvadex for pct breast cancer treatment with nolvadex what point should the nurse emphasize quizlet

  2. Thank you for making me a cheery bride on my alliance prime! I entertain again had so-so pellicle with iterative breakouts here and there. 3 months in front my socking epoch my make-up artist told me I needed to do something nearly my skin or she would bear to harden on the cover-up. I started using the http://www.stromectolice.com with the Seabuckthorn Berry Cream and WOW, what a contrariety dispute! My constitution artist was totally satisfied she was talented to go leisurely on the cover-up and commented on how my excoriate smoothed out. Thank you again!
    Thanks a lot. Fantastic stuff.

  3. molnupiravir effective against covid-19 [url=http://topmolnupiravir.com/#]molnupiravir 200 mg [/url] molnupiravir oral how much does molnupiravir cost

  4. I ethical wanted to mention you that I am already doing more wisely with your envisage of charge for the stromectole.com. Joined scheme that I identify this is away my answer to what happened on the weekend. My conserve flatten in a cycling fortune on Sunday and poor his collar bone. After four hours in Emerg at Agreeable Greatest, he was sent accommodation with a shoot and smarting killers (nasty narcotics), and a referral in support of an Ortho specialist. The depart from is quite bad, although if it had pierced the scrape, he would keep had surgery factual away. It will sine qua non some nuts and bolts to sturdy it after healing and to strengthen/protect it in future. Craig is not a complainer even and has a sharp resistance for pain. He can’t even consort with the doctor til Thursday, then surgery wish be booked. The Ortho doc said the bones can hang about til then. I pronounce, the one should not suffer with to wait. Bad for Craig of circuit but, here is the great diversity payment my emotional retort:in place of of crying, I got mad and took clash! We are usual to make up one’s mind Craig’s kith and kin doc in Vancouver today to try instead of quicker care.
    Truly lots of great information.

  5. Cannot about to define how much I love their service kamagra pls. Such an mild situation to consume and critical prices on my total order’s lenses. Super hasty email correspondence with reps when I be enduring a mystery, they subsidize my medication on file seeing that quick re-ordering and not a fix spam email. Trustworthy and praiseworthy of my business. Truly many of amazing material.

  6. anti parasite medication has been my favorite kratom vendor notwithstanding many years. Their consistency in batch potency is to a great extent high. Along with the consistency of the yield, their prices are develop into the most competitive out there, if not a certain of the lowest. They present coupon codes oft-times and also give up you points in support of every dollar you put in that can be used as credit. Finance up the stirring offshoot Kudos. Numerous material.

  7. Extremely practical customer cialis for sale marines when I ordered the wrong power payment my contacts. Super quick retort and emendation to my indiscretion and I went on my system received the contacts in a little while after. You expressed it well!

  8. where can i buy viagra pills of Minnesota is forever complaisant to belong together the supernumerary mile. The set is there every time we give birth to a purchaser need and resolutely provides services and solutions that snub our residents first. The development to Guardian has been incredibly depilated, and their attentiveness really sets them apart. You’ve made your stand extremely clearly!!

  9. My prescription was dispensed and inclined in a very prompt manner. Counselling provided with a professionalism that was required for a given of the two antibiotics I received. Acknowledge up the good assignment and intention – stromectol for humans. Seriously quite a lot of superb advice.

  10. Definitely consider that which you stated. Your favorite justification seemed to be on the web the easiest thing to bear in mind
    of. I say to you, I certainly get annoyed even as folks think
    about worries that they just don’t recognize about.
    You managed to hit the nail upon the top as neatly as outlined out the whole thing without
    having side effect , other folks can take a signal. Will likely be again to get more.
    Thanks

  11. It’s a pity you don’t have a donate button! I’d most certainly donate to this
    superb blog! I suppose for now i’ll settle for bookmarking and adding your RSS feed to my Google account.
    I look forward to brand new updates and will share this site with my Facebook group.
    Talk soon!

  12. I have read so many articles or reviews on the topic of the blogger lovers however this paragraph is really
    a nice post, keep it up.

  13. I feel this is one of the such a lot significant info for me.
    And i am satisfied reading your article. However
    should observation on few normal issues,
    The site style is wonderful, the articles is really excellent :
    D. Just right process, cheers

  14. My brother suggested I might like this website. He
    was entirely right. This post truly made my day.
    You cann’t imagine just how much time I had spent for this information! Thanks!

  15. Thanks for one’s marvelous posting! I definitely enjoyed reading it, you
    could be a great author. I will be sure to bookmark your blog and definitely will
    come back at some point. I want to encourage
    continue your great work, have a nice afternoon!

  16. Spot on with this write-up, I actually feel this website needs
    a lot more attention. I’ll probably be back again to read through more,
    thanks for the advice!

  17. Greetings! Very useful advice in this particular post!
    It’s the little changes that will make the greatest changes.
    Thanks a lot for sharing!

  18. Hey! This is kind of off topic but I need some guidance from an established blog.
    Is it tough to set up your own blog? I’m not very techincal but I can figure things out pretty fast.
    I’m thinking about creating my own but I’m not sure where to begin. Do you have any points or suggestions?
    Thank you

  19. Hi there! This blog post couldn’t be written any better!
    Looking through this post reminds me of my previous roommate!
    He continually kept preaching about this. I’ll send this information to him.
    Fairly certain he’s going to have a very good read. Thanks for
    sharing!

  20. Hello i am kavin, its my first occasion to commenting anywhere, when i read this article i thought
    i could also create comment due to this brilliant paragraph.

  21. May I simply just say what a relief to find somebody who actually
    knows what they’re discussing on the net. You definitely understand how to
    bring a problem to light and make it important. A lot more
    people must look at this and understand this side of your story.
    It’s surprising you aren’t more popular since you most certainly possess the gift.

  22. Pingback: 3stretcher
  23. silagra vs kamagra [url=http://australiaviagra.today/#]buy brand viagra [/url] best place to buy levitra online how long before sex should you take cialis

  24. [url=https://zithromaxforsale.shop/#]buy zithromax online fast shipping[/url] zithromax antibiotic without prescription

  25. штабелер электрический
    [url=https://elektroshtabeler-kupit.ru]https://elektroshtabeler-kupit.ru[/url]

News Feed