oleh

Pilgub Jabar 2018 “Perang Jenderal”

-Nasional-67 views

BANDUNG – Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengibaratkan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 sebagai “Perang Jenderal” dengan adanya beberapa jenderal TNI dan Polri yang mengikuti pemilihan kepala daerah tahun ini.

“Tahun 2013 Pilgub Jabar itu ‘Perang Bintang’, ada Dede Yusuf, Rieke Dyah Pitaloka dan saya sendiri dan tahun 2018 Pilgub Jabar itu diwarnai ‘Perang Jenderal’ karena ada Jenderal Sudrajat, Jenderal Tb Hasanudin dan saya sendiri Jenderal Naga Bonar,” kata Deddy saat menyampaikan sambutan pada deklarasi Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyani (Dua DM) di Gedung Sabuga Bandung, Selasa.

Deddy menyebut dirinya sebagai Jenderal Naga Bonar merujuk pada perannya dalam film komedi “Naga Bonar” tahun 1987, yang disutradarai oleh M.T Risyaf.

Pemilihan Gubernur Jawa Barat, menurut dia, penting dan strategis karena akan berpengaruh terhadap penduduk yang jumlahnya sampai 47 juta, dua kali dari jumlah penduduk Australia.

“Tentunya bukan hal yang mudah untuk membenahi Jabar karena itu Jabar menjadi sangat seksi. Pilkada Jabar dengan penduduk sangat besar membutuhkan kematangan dan kedewasaan pemimpinnya sehingga saya akan daftar ke KPU Jawa Barat siang ini,” kata dia.

Dia juga berharap perbedaan pilihan dalam Pilkada Jawa Barat 2018 tidak sampai menimbulkan perpecahan. “Jangan sampai kita jadi pecah belah tapi harus bersinergi dan memuliakan harkat dan derajat masyarakat Jawa Barat dan bisa lebih mensejahteraan masyarakat Jawa Barat,” katanya.

Deddy mengaku sempat berpikir untuk mundur dalam ajang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat beberapa waktu lalu.

“Setelah kehilangan kereta saya berpikir lebih baik saya mundur. Tapi saya ingat, waktu itu saya bertemu seorang kakek di Desa Cisereuh, saat meresmikan sebuah jembatan. Dia peluk saya sambil berkata begini ke saya, ’70 tahun saya menantikan jembatan ini’,” kata dia.

Peristiwa itu, menurut dia, menjadi titik balik, memantapkan kembali niatnya mengikuti pemilihan kepala daerah.

“Jawa Barat membutuhkan ribuan jembatan seperti itu, Alhamdulillah saya bertemu dengan Kang Dedi Mulyadi, mungkin ini suratan tangan Tuhan, lalu ada campur tangan sehinga kami berdua mendapatkan tanda tangan (dukungan dari parpol),” kata dia.

“Perjalanan kami berdua itu bisa dikatakan agak sedikit tragedi tapi bisa juga jadi komedi. Setelah saya ditinggal kereta dua kali. Kang Dedi Mulyadi kehilangan kereta sekali tapi akhirnya jadi masinis,” kata dia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

159 komentar

  1. Zadłużenie jak i również dług pod oznajmienie a mianowicie jak na przykład te rolety dostać? Albo poświadczenie na temat zyskach od chwili szefowi okazuje się być stale postulowane? Nie w każdej sytuacji. Kredyty jak również forex pod oznajmienie znajdują się przedkładane za sprawą większa część agend. Wypróbuj, w jaki sposób polegają jak również jak na przykład te rolety zdobyć https://pozyczkiland.pl pożyczka pozabankowa .

  2. Zadłużenie a, także wierzytelność za oznajmienie a mianowicie jakże te cuda osiągnąć? Czyż poświadczenie na temat zyskach odkąd szefowi zdaje się być w każdym przypadku potrzebne? Niepotrzebnie. Kredyty jak i również zabawki za oznajmienie mogą być wręczane za pomocą przytłaczająca większość organizacji. Zobacz, w jaki sposób polegają jak i również jakże te cuda pozyskać https://pozyczkiland.pl pożyczki pozabankowe .

  3. Wierzytelność jak i również debet dzięki oznajmienie a mianowicie jakim sposobem hałasuje otrzymać? Lub dokument na temat przychodach od momentu szefowie wydaje się w każdej sytuacji postulowane? Nie w każdym przypadku. Kredyty a także forex dzięki oznajmienie będą przekazywane za pośrednictwem wielu sekcji. Stwierdź, w jaki sposób polegają a także jakim sposobem hałasuje dostać https://finanero.pl/pozyczki/pozyczka-dla-zadluzonych kredyt dla zadłużonych finero.

  4. Hello. Interesting material! I’m really appreciate it. It will be great if you’ll read my first article on AP!) porn

News Feed