oleh

Dua Syarat Djarot Bisa Menangi Pilgub Sumut

-Politik-52 views

Jakarta Mungkinkah Djarot Saiful Hidayat memenangi Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Sumatera Utara (Sumut)? Politik sulit dipastikan. Tetapi sebagai sebuah cabang ilmu pengetahuan, politik bisa diprediksi. Dalam hal Djarot yang diusung PDIP sebagai Calon Gubernur Sumut, diperkirakan hanya bisa menang apabila tidak memilih salah satu sub-etnis Batak sebagai calon wakil. Jika Djarot misalnya memilih mantan Ketua Umum PSSI Prof Djohar Arifin Husin sebagai calon wakil, maka persaingannya dengan Edy Rahmayadi akan seru. Apabila diendorse oleh Jokowi, peluang menang Djarot semakin terbuka. Mengapa, Karena Jokowi berhasil mengungguli perolehan suara Prabowo di Dapil Sumut pada Pilpres 2014 lalu.

Melayu dan Jawa

Sumut adalah salah satu basis PDIP. Di daerah pemilihan keempat terbesar di Indonesia setelah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah dengan julah daftar pemilih tetap (DPT) sekitar 9 juta orang ini, PDIP selalu berhasil mendudukkan kadernya di legislatif dalam jumlah besar, di peringkat satu atau dua, baik di DPRD Propinsi maupun DPR RI.

Pada pemilu 2014 PDIP berhasill meraup 16 kursi di DPRD Sumut, atau terbesar kedua setelah Partai Golkar yang mememiliki 17 kursi. Sedang kursi DPR RI dari Dapil Sumut, dari jatah 30 kursi, PDIP memperoleh 4 kursi, sama banyak dengan kursi Golkar, tetapi lebih banyak dibanding kursi yang diperoleh partai lain.

Namun dalam even pilgub, pasangan calon yang diusung PDIP mengalami kekalahan dalam dua kali pilgub. Pada Pilgub 2008, pasangan Tritamtomo-Benny Pasaribu yang diusung PDIP dikalahkan oleh pasangan Syamsul Arifin-Gatot Pujonugroho yang diusung koalisi PKS.

Pada Pilgub Sumut 2013, PDIP mengusung pasangan Effendi Simbolon-Jumiran Abdi. Pasangan ini kembali dikalahkan oleh koalisi PKS yang mengusung pasangan Gatot Pujo Nugroho dengan Tengku Erry Nuradi.

Dua pasang cagub PDIP ini sangat dikenal di Sumut. Tritamtomo, adalah prajurit TNI yang pernah menjabat sebagai Pangdam Bukit Barisan. Wakilnya Dr Benny Pasaribu adalah salah seorang putra Batak terbaik yang sukses di tanah rantau.

Demikian juga Effendi Simbolon dikenal sebagai salah seorang putra Batak terbaik. Sementara wakilnya Jumiran Abdi adalah orang Jawa yang mempersunting seortang putri Karo marga Barus.

Dari segi etnis, kedua pasang cagub PDIP ini mewakili etnis dan agama terbesar di Sumut. Kedua pasang calon PDIP ini adalah pasangan Jawa-Batak (Tritamtomo-Benny Pasarinbu) dan Batak-Jawa (Effendi Simbolon-Jumiran Abdi).

Etnis terbesar di Sumut menurut sensus tahun 2015 adalah adalah Batak 41.95%, Etnis terbesar kedua adalah Jawa 32,62%. Selebihnya Nias 6.36%, Melayu 4.92%, Tionghoa 3.07%, Minangkabau 2.66%, Banjar 0.97% dan Lain-lain 7.45%.

Dari segi agama, kedua pasang calon PDIP itu juga mewakili agama yang paling banyak pemeluknya di Sumut. Pasangan Tritamtomo dan Benny Pasaribu adalah kombinasi Islam dan Kristen, sedang pasangan Effendi Simbolon dan Jumiran Abdi kombinasi Kristen dan Islam.

Agama yang paling banyak pemeluknya di Sumut menurut sensus tahun 2015 adalah Islam 63.91%, Kristen Protestan 27,86%, Katolik 5,41%, Buddha 2,43%, Hindu 0,35%, Konghucu 0,02%, Parmalin 0,01%, lain-lain 0,01%.

Lalu mengapa kedua pasang calon gubernur yang diusung PDIP dalam dua kali pemilu itu mengalami kekalahan?

Secara cepat bisa dijawab adalah karena identitas etnis dan agama tidak otomatis atau tidak bisa digeneralisir sebagai faktor yang mempengaruhi kemenangan seorang calon.

Hal ini karena masyarakat Sumut sudah terpragmentasi ke dalam satuan-satuan atau kelompok kelompok masyarakat yang lebih kecil. Masing-masing pragmentasi ini memiliki ego atau identitas yang berbeda satu dengan yang lain.

Etnis Batak misalnya, terdiri dari 5 sub-etnis, yakni Toba, Karo, Simalungun, Mandaling, dan Pakpak. Masing-masing sub-etnis ini, walau sama-sama beragama Kristen Protestan, tetapi memiliki gereja masing-masing. Gereja sub-etnis Toba adalah HKBP (Huria Kristen batak Protestan). Sub-etnis Karo gerejanya adalah GBKP (Gereja Batak Karo Protestan). Subetnis Simalungun gerejanya adalah GKPS (Gereja Kristen Protestan Simalungun), demikian seterusnya.

Demikian orang Jawa terpragmentasi ke dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil. Tidak tertutup kemungkinan kelompok terpragmentasi setelah berakulturasi dengan kelompok kelompok masyarakat yang ada di Sumut, tetapi tetap mempertahankan identitas mereka sesuai tradisi asal mereka sesuai dengan nama perkampungan mereka di sekitar perkebunan di Sumut seperti Karang Anyar, Karang Sari, Sidourukun, Sidodadi.

Pragmentasi atau pengelompokan-pengelompokan ini melahirkan orientasi politik yang tentu saja berbeda satu sama lain. Seperti apa orientasi politik yang berkembang?

Tidak tertutup kemungkinan banyak varian, karena masing-masing memiliki kombinasi sendiri-sendiri. Ada kombinasi antara etnis dan agama, ada kombinasi antara etnis dan ideologi, ada yang merupakan kombinasi antara etnis, agama dan ideologi dan lain sebagainya.

Kuat diduga fragmentasi masyarakat inilah faktor yang membuat dua pasang cagub yang diusung PDIP di Sumut kalah dalam dua kali pilgub. Jumlah masyarakat yang terwakili oleh PDIP dan suka dengan pasangan yang diusung, kalah banyak dibanding kelompok masyarakat yang diusung koalisi partai pemenang.

Siapa pasangan yang memenangi dua kali pilgub Sumut? Pilgub 2008, pasangan pemenang adalah Syamsul Arifin-Gatot Pujonugroho yang diusung koalisi PKS, Golkar, Nasdem. Pilgub Sumut 2013, dimenangkan pasangan Gatot Pujo Nugroho dengan Tengku Erry Nuradi juga diusung koalisi PKS, Hanura, PBR, Partai Patriot, dan PKNU.

Jika diperhatikan kedua pasang pemenang ini tidak ada unsur Batak. Syamsul Arifin adalah orang Melayu, Gatot Pujonugroho orang Jawa, dan Tengku Erry Nuradi juga orang Melayu. Populasi orang Melayu di Sumut hanya mencapai 4,92%, sedangkan populasi orang Jawa 32,62%.

Jumlah pemilih sesuai daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 8.848.551 pemilih. Jumlah golput 43% dari total DPT. Jumlah yang memberikan suaranya dengan demikian hanya sekitar 5.000.000 orang. Pasangan Syamsul Arifin dan Gatot Pujonugroho memenangi Pilgub Sumut dengan memperoleh 27,67% suara atau sekitar sekitar 2,5 juta. Sementara populasi etnis Jawa (32,62%) dan etnis Melayu (4,92%). Ini berarti tidak semua etnis Jawa yang memilih Pasangan Syamsul Arifin dan Gatot Pujonugroho. Sebagiannya mungkin memilih pasangan Tritamtomo-Benny Pasaribu yang merupakan kombinasi Jawa-Batak.

Pada Pilgub 2013, pasangan Gatot Pujonugroho Tengku Erry Nuradi menang dengan perolehan suara sebesar 1.604.337 atau 33 persen. Sementara pasangan Effendi MS Simbolon- Jumiran Abdi hanya meraih 1.183.187 suara atau 24,34 persen.

Sangat jelas bahwa unsur Batak tidak menjadi faktor bagi orang Batak dalam Pilgub Sumut. Setidaknya terlihat dari jumlah pemilih pasangan Effendi Simbolon yang jauh lebih kecil ketimbang populasi atau jumlah pemilih dari etnis Batak.

Mengapa faktor Batak tidak menjadi faktor bagi orang Batak dalam Pilgub Sumut? Karena semua sub-etnis Batak masing-masing memiliki ego atau identitas sendiri-sendiri. Di antara sub-etnis Batak bahkan ada kecenderung saling me-reject

Dua Syarat

Masyarakat Sumut agak unik. Berkembangnya ego di masing-masing sub-etnis Batak membuat etnis Batak malah menjadi handicap atau faktor negatif dalam Pilgub Sumut, karena adakalanya terjadi aksi saling me-reject.

Yang diuntungkan adalah etnis non-Batak. Karena sub-etnis Batak akan bersikap, lebih baik jabatan gubernur diserahkan pada orang lain (Jawa atau Melayu) ketimbang kepada salah satu sub-etnis Batak.

Ini yang membuat etnis Batak yang mayoritas di Sumut selalu kalah dalam pilgub. Ini pula yang membuat dua kali Pilgub Sumut dimenangi etnis mintoritas Melayu (Syamsul Arifin) atau etnis Jawa (Gatot Pujonugroho).

Lalu apakah dengan demikian Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDIP pada Pilgub 2018, berpeluang menang? Pengalaman Tritamtomo yang juga Jawa, mengindikasikan peluang Djarot kecil untuk memenangi Pilgub Sumut 2018.

Dikatakan demikian karena Tritamtomo tidak asing bagi masyarakat Sumut karena pernah menjadi Pangdam Bukit Barisan. Sementara Djarot tidak memiliki pengalaman di Sumut. Jadi, Tritamtomo yang sudah dikenal saja kalah, apalagi Djarot yang dalam batas-batas tertentu asing bagi masyarakat Sumut.

Walau demikian bukan berarti tertutup peluang bagi Djarot untuk memenangi Pilgub Sumut. Peluang Djarot akan terbuka, dengan syarat, yakni apabila tidak dipasangkan dengan salah satu sub-etnis Batak.

Edy Rahmayadi saat ini sudah ditetapkan oleh koalisi Gerindra, PKS dan PAN sebagai calon Gubernur Sumut. Jika Edy Rahmayadi (etnis Melayu) memilih calon wakilnya juga bukan dari etnis Batak, dan Dajrot misalnya dipasangkan dengan mantan Ketua Umum PSSI Prof Djohar Arifin Husin (Melayu dan Islam), maka persaingan dengan Edy Rahmayadi akan seru.

Apalagi bila Djarot diendorse oleh Jokowi, maka peluang Djarot semakin terbuka lebar. Mengapa, karena pada Pilpres 2014 lalu, Jokowi-JK berhasil menghimpun suara dari daerah-daerah etnis Batak seperti Toba, Simalungun, Karo dan lain sebagainya yang didominasi warga beragama Kristen. Perolehan suara Jokowi di daerah-daerah ini jauh di atas perolehan suara Prabowo-Hatta yang lebih banyak memperoleh suara dari daerah yang didominasi masyarakat yang beragama Islam di daerah Medan dan sekitarnya.

Setelah Jokowi menghadiri pesta adat putrinya yang menikah dengan putra Mandailing marga Siregar yang kuat Islamnya, maka peluang menang Djarot yang diendorse Jokowi semakin terbuka lebar. (Yususf/Nsntr).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

98 komentar

  1. Thanks for every other informative site. The
    place else could I get that type of info written in such an ideal means?
    I’ve a venture that I am just now running
    on, and I have been on the glance out for such information.

  2. Howdy just wanted to give you a brief heads up and
    let you know a few of the images aren’t loading properly.
    I’m not sure why but I think its a linking issue. I’ve
    tried it in two different web browsers and both show the same results.

  3. I don’t know if it’s just me or if perhaps everybody else experiencing problems with your site.
    It appears as if some of the written text within your posts are running off the screen. Can someone else please provide feedback and let me know if this is happening to them too?
    This might be a issue with my internet browser because I’ve had this
    happen before. Cheers

  4. Hi would you mind stating which blog platform you’re
    working with? I’m looking to start my own blog soon but I’m having a tough time selecting between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal.
    The reason I ask is because your design seems different then most blogs and I’m looking for something unique.
    P.S Apologies for being off-topic but I
    had to ask!

  5. Appreciating the time and energy you put into your website and in depth information you offer.
    It’s great to come across a blog every once in a while that isn’t the same out of date
    rehashed material. Excellent read! I’ve bookmarked your site and I’m adding your RSS feeds to my Google account.

  6. Somebody necessarily lend a hand to make significantly articles
    I might state. That is the very first time I frequented your
    website page and thus far? I amazed with the analysis you made to make this particular post amazing.
    Great process!

  7. Hey just wanted to give you a quick heads up.
    The words in your post seem to be running off the screen in Safari.
    I’m not sure if this is a formatting issue or something
    to do with browser compatibility but I figured I’d post to let you know.
    The design and style look great though! Hope you
    get the issue solved soon. Cheers

  8. Today, I went to the beach with my children. I found a
    sea shell and gave it to my 4 year old daughter and said “You can hear the ocean if you put this to your ear.” She put the shell to her ear and screamed.
    There was a hermit crab inside and it pinched her ear.
    She never wants to go back! LoL I know this is totally off topic
    but I had to tell someone!

  9. Hi there, just became aware of your blog through Google, and found
    that it is truly informative. I’m going to watch out
    for brussels. I’ll be grateful if you continue this
    in future. Lots of people will be benefited from your writing.
    Cheers!

  10. hello there and thank you for your info – I’ve certainly picked up something new from right here.
    I did however expertise some technical points using this site,
    as I experienced to reload the website many times previous to I could get it to load correctly.
    I had been wondering if your hosting is OK? Not that I’m
    complaining, but sluggish loading instances times will sometimes affect your
    placement in google and can damage your high-quality score if advertising and
    marketing with Adwords. Well I’m adding this RSS to my e-mail and can look out for much
    more of your respective fascinating content.
    Make sure you update this again very soon.

    my web-site slot deposit dana xl

  11. Hi this is kind of of off topic but I was wondering if
    blogs use WYSIWYG editors or if you have to manually
    code with HTML. I’m starting a blog soon but have no coding skills so I wanted to get advice from someone with experience.
    Any help would be enormously appreciated!

  12. I know this if off topic but I’m looking into starting my own blog and was wondering what all is needed to get set up?
    I’m assuming having a blog like yours would cost a pretty penny?
    I’m not very web savvy so I’m not 100% sure. Any recommendations or advice would be greatly appreciated.

    Kudos

    My site; http://www.playstarpulsa.com

News Feed