oleh

Kapolres Sukabumi Razia ABG, Ketum GEPENTA Apresiasi

-Daerah-45 views

SUKABUMI – Ketua Umum GEPENTA, Brigjen Pol (Purn) DR. Parasian Simanungkalit mengapresiasi upaya Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sukabumi kota, Susatyo Purnomo Condro yang telah melakukan razia terhadap 41 orang remaja di Sukabumi, Minggu 24 Desember 2017. Dalam operasi Lilin Lodaya 2017 itu polisi berhasil menggagalkan aksi puluhan pemuda yang berencana melakukan kekerasan.

“Gepenta mengapresiasi Kapolres Sukabumi. Tahun 2018 Gepenta akan melakukan kerjasama yang lebih intesif dengan Kapolres Sukabumi terkait upaya memerangai narkoba, cegah tawuran dan anarkis,” ujar Parasian di Jakarta, (26/12/2017).

Menurut Parasian, salah satu akibat kenapa para ABG melakukan kekerasan ialah karena tidak sedikit dari mereka yang sudah menjadi pecandu dengan narkoba. Akibat tak memilili biaya, mereka lalu melakukan tindakan kekerasan seperti mencuri motor dan tindakan kekerasan lainnya.

“Karena itu, ada 2 solusi. Pertama cegah narkoba dengan sosialisasi yang intensif. Kedua, beri mereka kegiatan pembemberdayaan ekonomi,” ujarnya.

Terkait pemberdayaan ekonomi korban narkoba, kata Parasian, Gepenta tahun 2018 akan melakukan kerjasama dengan perbankan dan BUMN untuk melakukan kegiatan pelatihan untuk para korban narkoba di banyak daerah termasuk yang ada di Sukabumi.

“Kami sudah memilik pelatih untuk budi daya lele sistem biofolk, pelatihan desain grafis digitil printing dan lainnya.” paparnya.

Sebelumnya seperti diberikan media lokal, sebanyak 41 orang remaja di Sukabumi, Minggu 24 Desember 2017 berhasil diamankan dalam sebuah penyergapan. Seorang di antaranya berjenis kelamin perempuan. Mereka ditangkap polisi di Area tempat Penampungan Semetara Pasar Pelita, Jalan Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. Puluhan remaja ini diduga kuat akan melakukan serangkaian kekerasan.

Selain mengamankan para pelaku diduga kompolotan gerombolan bermotor, belasan senjata tajam, gir dan benda keras lainnya turut disita petugas. Tim Satuan Tugas penyelidikan (Satgas Lidik Sidik) operasi Lilin Lodaya 2017 berhasil mengagalkan aksi puluhan pemuda itu setelah memperoleh laporan warga.

ďKami telah mengamankan sebanyak 41 orang yang diduga berandal motor. Mereka masih menjalani pemeriksaan petuas kepolisian,” kata Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sukabumi kota, Susatyo Purnomo Condro.

Kepemilikan senjata tajam

Susatyo Purnomo Condro mengatakan, dari 41 pelaku berandalan bermotor, sepuluh diantaranya ditetapkan tersangka. Penetapan dilakukan karena mereka telah terbukti memiliki senjata tajam. Senjata itu dikhawatirkan dapat mengancam dan melukai warga lainnya.

“Kami akan menetapkan UU Darurat terhadap sepuluh orang anggota berandalan bermotor tersebut. Mereka ditangkap, dan saat dilakukan penggeledahan memiliki senjata tajam. Dikenakan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun,Ē kata Kapolres.

Rincian senjata yang diamankan polisi yakni pedang pattimura, 4 buah pedang samurai 60cm dan 80cm, dan 2 buah parang 30cm. Juga pedang cocor bebek 80cm, 2 buah cutter, pisau dapur, dan 4 gir bertali.

ďBegitupun 15 unit kendaraan bermotor roda 2 dari berbagai jenis turut serta diamankan petugas. Kendaraan milik bernadalan bermotor, kini diamankan di halaman Mapolres Sukabumi kota,Ē katanya.

Konsumsi narkoba

Di antara 41 orang remaja itu, kata Susatyo Purnomo Condro, petugas juga telah menetapakan tiga di antaranya mengkonsumsi sabu-sabu. Ketiga pelaku yang di antaranya perempuan terbukti mengonsumsi narkoba setelah petugas melakukan serangkaian tes urine. ďTernyata ada di antara mereka yang telah mengkonsumsi narkoba,Ē kata. (Maher)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed