oleh

Dicalonkan Jadi Wagub Sumut 2018, Bangun Sitohang Pilih Jadi Guru Demokrasi

-Nasional-116 views

JAKARTA – Kandidat calon wakil gubernur Sumatera  Utara, DR. Bangun Sitohang yang sebelumnya banyak dijagokan sejumlah  tokoh di Sumut sejak tahun 2012 kini lebih memilih untuk fokus sebagai pengajar demokrasi.

“Memang ada pemikiran saya untuk mulai ikut memberikan sumbangsih dalam pembangunan di Sumut. Tetapi saat ini mungkin yang terbaik bagi saya adalah menjalankan tugas di Depdagri dan hampir semua daerah di Indonesia sudah saya datangi dan tampil sebagai pembicara atau nara sumber bagi penguatan demokrasi dalam perpolitikan di negara,“ ujar ujar Kepala Sub Direktorat Implementasi Kebijakan Politik, Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bangun Sitohang kepada monasnews.com di Jakarta, Jum’at (15/12/2017).

Menurut Bangun, kondisi bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi pesta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 dan Pilpres 2019. Karena itu, masyarakat perlu diberi pemahaman tentang Undang-Undan Pemilihan Umum No. 7 Tahun 2017. Dengan pemahaman yang  utuh makan diharapkan pelaksanaan pemilu Serentak tahun 2018 dan 2019 bisa berjalan dengan baik.

Sebelumnya, pada Rabu (13/12), Bangun Sitohang juga sempat melakukan kunjungan silaturahmi dengan Ketua Umum Masyarakat Adat dan Budaya Melayu Indonesia (MABMI)  Datuk H. Syamsul Arifin, di Kantor MABMI Sumut Jalan Brigjen Katamso Medan.

Dalam pertemuan itu, H.  Syamsul Arifin — mantan Gubernur Sumut dan namanya kini masuk dalam 11 tokoh yang digodok oleh PDIP untuk maju sebagai Gubernur Sumut 2018 — dan Bangun sepakat untuk perlunya membangun kesadaran bersama di Sumut guna mendorong pelaksanaan Pilkada 2018 yang sehat dan jauh dari praktik kampanye hitam apalagi yang memanfaatkan isu agama atau SARA.

“Rakyat di Sumut ini sudah pandai, jangan coba-coba membenturkan masalah agama karena di sini kesadaran hidup bersama dalam keberagaman itu sudah tinggi. Jadi masyarakat Sumut tidak mau dibodoh-bodohi dengan kampanye hitam seperti berita-berita Hoax. Itu harus sejak dini kita tolak agar tidak terus berkembang,” kata DR Bangun Sitohang yang juga alumni Fisip Universitas Sisingamangaraja Angkatan XII Medan.

Dalam pertemuan itu, Bangun Sitohang mengungkapkan dirinya sebagai aparatur di Kemendagri yang membidangi implementasi kebijakan politik dalam setiap kunjungan ke berbagai daerah di nusantara selalu memanfaatkan waktu dengan bertemu tokoh-tokoh masyarakat setempat.

“Dengan silaturahmi tentu kita bisa saling lebih mengenal dan mendapatkan masukan untuk kepentingan nasional,” kata Bangun Sitohang.

Mantan Gubernur Sumatera  Utara,  H Syamsul Arifin juga sependapat dengan DR Bangun Sitohang agar secara dini perlu dibangun kebersamaan dari seluruh pihak agar tidak terjadi praktik yang menghalalkan segala cara dalam Pilkada Gubsu 2018.

Sebenarnya, kata Syamsul Arifin, toleransi antar masyarakat yang heterogen di Sumut ini sudah sangat tinggi sejak dahulu. Apalagi di tingkat bawah di tengah masyarakat kesadaran untuk saling menghormati perbedaan sangat tinggi.

Sayangnya, kata Syamsul Arifin yang juga mantan Ketua KNPI Sumut itu, terkadang ada yang disebut sebagai tokoh malah membuat kondisi tidak kondusif dengan membenturkan perbedaan untuk kepentingan kelompoknya atau kepentingan politiknya.

“Tolonglah yang sudah dianggap jadi tokoh di Sumut ini berperanlah sebagai seorang tokoh yang bisa jadi contoh dan panutan. Jangan pula karena merasa dirinya tokoh kemudian menokoh-nokohi rakyat untuk kepentingannya,” tegas H Syamsul Arifin.

DR Bangun Sitohang dan H Syamsul Arifin juga sepakat agar pelaksanaan Pilkada mulai dari tahapan pencalonan, sosialisasi hingga hari “H” pencoblosan dan pengumuman pemenang oleh KPU terselenggara dengan penuh kedamaian dalam suasana persaudaraan.

Keduanya menilai para kandidat calon Gubsu tentu telah diseleksi oleh partai politik pendukung dengan penuh selektif sehingga bakal calon yang dimunculkan tentulah putra-putra terbaik Sumut yang telah teruji dan punya kemampuan dan berkomitmen memajukan Sumatera Utara.

Dengan kenyataan itu, keduanya sepakat agar tidak perlu ada kegiatan-kegiatan yang kontra-produktif seperti kampanye hitam, membuat berita-berita Hoax dan membenturkan masalah suku dan agama.

“Sudah saatnya masyarakat Sumut disuguhkan dengan adu program dari para calon gubernur. Jadi para calon dan tim kampanyenya mulailah dari sekarang menonjolkan prestasi yang sudah dicapai dan program yang mau dijalankan,” kata Bangun Sitohang yang juga duduk sebagai Wakil Sekjen MPN Pemuda Pancasila. (Zul  & Endi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

18 komentar

  1. We are a group of volunteers and opening a new scheme in our community.
    Your website provided us with helpful information to work on. You’ve
    done an impressive process and our entire community will be grateful to you.

  2. Wonderful blog! Do you have any hints for aspiring writers?
    I’m planning to start my own site soon but I’m a little lost on everything.
    Would you advise starting with a free platform like WordPress
    or go for a paid option? There are so many options out there that I’m completely overwhelmed ..
    Any ideas? Thank you!

  3. Its like you read my mind! You appear to know a lot about this, like you wrote the book in it or something.
    I think that you can do with some pics to drive the message home a bit, but instead of that, this
    is excellent blog. A great read. I will certainly be
    back.

  4. Do you mind if I quote a few of your articles as
    long as I provide credit and sources back to your blog? My website is in the exact same niche as yours and my users would genuinely benefit from a lot of the information you provide here.
    Please let me know if this alright with you. Appreciate it!

News Feed