Maret 8, 2021
oleh

PBB: Keputusan Trump Soal Yerusalem Halangi Proses Damai

-Dunia-41 views
Amerika Serikat – Keputusan Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel bisa menghalangi upaya Amerika Serikat untuk mendamaikan Israel dan Palestina, kata Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres.

Tanggapannya pada Minggu kontras dengan pendapat Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB Nikki Haley, yang menyebut kebijakan itu akan “membawa bola maju.”

Kebijakan baru AS dikritik oleh para pemimpin Palestina, Arab Saudi dan pemimpin dunia lain bisa sangat merusak prospek perdamaian dan telah memicu proses di berbagai kawasan dalam beberapa hari.

Saat berbicara dengan CNN, Guterres mengatakan bahwa dia senang menantu dan penasihat Trump, Jared Kushner, sudah melakukan pertemuan dengan pihak Israel dan Palestina mengenai rencana perdamaian baru bertahun-tahun setelah kebuntuan proses.

“Saya tidak mengatakan itu akan terjadi, tapi ada harapan bahwa untuk akhirnya membawa konflik mengerikan antara Israel dan Palestina menuju akhir,” kata Guterres.

“Saya pikir keputusan yang diambil Rabu berisiko mengorbankan upaya ini,” ia menambahkan.

Namun Haley menganggap ketakutan akan gejolak terkait keputusan Trump berlebihan.

Dia mengatakan kepada CNN bahwa Trump merupakan presiden Amerika Serikat pertama yang punya “keberanian” untuk mengambil tindakan yang menurut dia didukung banyak orang Amerika dan kalangan lain di dunia.

“Tentang mereka yang kecewa, kami tahu itu akan terjadi. Tapi keberanian yang menyebabkan itu… Saya yakin ini akan memajukan bola untuk proses perdamaian,” katanya.

Ketika pewawancara CNN berulang kali menanyakan bagaimana perubahan itu akan membantu upaya perdamaian, Haley mengatakan bahwa itu akan menyederhanakan perundingan.

“Sekarang mereka akan bersama memutuskan bagaimana perbatasannya, mereka akan memutuskan perbatasan dan mereka beribicara tentang bagaimana mereka ingin melihat Yerusalem ke depannya,” katanya.

“Apa yang kami katakan adalah, ‘ini bukan sesuatu yang kami izinkan terjadi di tengah proses perundingan'”.

Para kritikus perubahan kebijakan Amerika Serikat mengatakan itu akan punya efek berlawanan: sudah menjadi kebijakan lama Amerika Serikat bahwa status sensitif Yerusalem yang sangat kritis — diklaim sebagai ibu kota oleh Israel dan Palestina– harus ditetapkan pada akhir perundingan damai, bukan pada awal, demikian menurut siaran kantor berita AFP. (Ant)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

151 komentar

  1. Thanks for any other informative website. Where else may just I am getting that type of info written in such an ideal approach? I have a undertaking that I’m simply now working on, and I’ve been at the look out for such information.|

  2. Simply want to say your article is as amazing. The clearness to your publish is just excellent and i could think you are a professional on this subject. Well with your permission allow me to grasp your feed to stay updated with forthcoming post. Thanks 1,000,000 and please continue the rewarding work.|

  3. Great work! This is the type of info that should be shared across the internet. Disgrace on Google for now not positioning this submit upper! Come on over and discuss with my website . Thank you =)|

  4. Hi, I do think this is an excellent blog. I stumbledupon it 😉 I will return once again since I bookmarked it. Money and freedom is the best way to change, may you be rich and continue to guide others.|

News Feed

Tema Newkarma Desain oleh Gian MR